Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal EnviScience (Environment Science)

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Terbentuknya Sedimen di Muara Sungai Kota Balikpapan Syam, Sufriady
Jurnal EnviScience (Environment Science) Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jev.v6i2.366

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui faktor dominan yang mempengaruhi terbentuknya sedimen pada muara sungai di Teluk Balikpapan, (2) Mengetahui tingkat sedimentasi di Sungai Somber, Wain, Tengah, Berenga, dan Tempadung, (3) Mengetahui kualitas air dan kualitas sedimen dasar perairan di muara Sungai Somber, Wain, Tengah, Berenga, dan Tempadung. Penelitian dilaksanakan di 5 (lima) stasiun muara sungai yakni di muara Sungai Somber, Wain, Tengah, Berenga, dan Tempadung Teluk Balikpapan. Metode yang digunakan adalah dengan menganalisis paramater oseanografi (Arah dan kecepatan arus, pasang surut, bathimetri, salinitas, pH, angin, curah hujan, dan debit air), analisis sedimen dasar (Tekstur sedimen, bentos, redoks potensial) dan sedimen suspensi (TSS). Tahapan penelitian terdiri dari tahap persiapan, pengumpulan data, dan analisis data.            Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Faktor dominan yang  mempengaruhi terbentuknya sedimen pada  muara sungai di Teluk Balikpapan adalah arus perairan oleh fluktuasi pasang surut yang menyebabkan tercampur dan terendapkannya sedimen di dasar perairan, (2) Tingkat sedimentasi tertinggi diperoleh di Muara Sungai Berenga dan Tempadung; (3.a) Tingkat kekeruhan perairan tertinggi diperoleh di Muara Sungai Berenga dan Tempadung sehingga turut mempengaruhi penurunan kualitas air; (3.b) Kualitas sedimen dasar perairan di setiap stasiun pengamatan menunjukkan sedimen dalam kondisi teroksidasi walaupun pada Muara Sungai Somber dan Muara Sungai Wain mempunyai aktifitas elektron lebih tinggi dibanding Muara Sungai Tengah, Berenga, dan Tempadung  dengan nilai redoks potensial (Eh) berada pada mintakat diskontinyuKata kunci: Tingkat sedimentasi, Tekstur sedimen, Redoks potensial
Pengaruh Faktor Fisika Oseanografi terhadap Distribusi Cemaran Minyak di Perairan Teluk Balikpapan Sufriady Ady
Jurnal EnviScience (Environment Science) Vol. 9 No. 1 (2025): The Environment In Global Health Governance:An Analysis of Environment-Related
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jev.v9i1.793

Abstract

Banyaknya aktivitas di Teluk Balikpapan menyebabkan kerentanan ekosistem pesisir dan menurunkan kualitas perairan, terutama karena tumpahan minyak dan limbah industri dari sekitarnya. Hal ini akan berdampak pada organisme dan masyarakat yang menggantungkan hidupnya di Teluk Balikpapan. Berdasarkan hal tersebut, penting mengetahui bagaimana faktor fisika oseanografi mempengaruhi penyebaran dan konsentrasi cemaran minyak serta membantu pengendalian pencemaran di Teluk Balikpapan. Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana faktor fisika oseanografi mempengaruhi cemaran minyak dan memberikan informasi distribusi cemaran minyak di perairan Teluk Balikpapan. Pengolahan data dilakukan terhadap parameter arus permukaan, pasang surut, gelombang dan Total Petroleum Hidrocarbon (TPH).  Konsentrasi rata-rata TPH saat pasang dan surut dianalisis menggunakan uji t-student, sedangkan hubungan kecepatan   arus   dan   gelombang   signifikan   terhadap   TPH dianalisis menggunakan regresi linear sederhana.  Konsentrasi rata-rata TPH hasil uji t-student tidak menunjukkan perbedaan nyata antara pasang (0.62±0.08 ppm) dan surut (0.63±0.12 ppm).  Distribusi TPH saat pasang dan surut terakumulasi pada lekukan teluk dengan kisaran 1.00 ppm – 1.20 ppm, sedangkan yang bukan lekukan teluk relatif lebih rendah dengan konsentrasi ≤1.00 ppm. Kecepatan arus pasang berkisar antara 0.03–0.52 m/s dengan arah 200–3450 sedangkan saat surut berkisar 0.03–0.60 m/s dengan arah 1050 - 2250. Kecepatan arus berpengaruh nyata terhadap distribusi dan akumulasi TPH baik saat pasang maupun surut dengan nilai korelasi masing-masing -0.68 dan -0.74, dimana semakin tinggi kecepatan arus, TPH semakin rendah. Hasil analisis regresi gelombang signifikan dengan TPH menunjukkan pengaruh negatif dengan nilai korelasi -0.71. Arah gelombang dari selatan menyebabkan peningkatan TPH di tempat yang sama saat pasang dan surut.