Hokbyan R.S. Angkat
Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Universitas Tarumanagara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DISTRIBUSI LALU LINTAS ANGKUTAN BARANG YANG MELINTAS JEMBATAN TIMBANG CIKANDE SERANG BANTEN BERDASARKAN JENIS PELANGGARAN Raymond Wiling; Dewi Linggasari; Hokbyan R.S. Angkat
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 5, Nomor 4, November 2022
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v5i4.20153

Abstract

The freight transportation system is an important part of transportation in supporting the logistics system and becomes the backbone of the national goods movement flow. The national freight transportation system is dominated by land transportation modes. The problem that arises is the behavior of Over Dimension Over Loading (ODOL) transportation. Some of the losses caused by ODOL transportation include damage to road, bridge and port infrastructure, shortening the service life of roads while increasing maintenance costs, causes and perpetrators of traffic accidents, and causes excessive air pollution. This research will focus on examining the distribution of heavy freight traffic across the weighbridge based on the type of violation in UPPKB Cikande Serang Banten using quantitative analysis methods on primary and secondary data on freight traffic This research will be very useful for understanding the distribution pattern of freight traffic across weighbridges and developing strategies that support the Zero ODOL policy. The results of the cross tabulation analysis of secondary data between types of violations and vehicle axes during 2020-2021 show that the most frequent occurrences are 1.2 vehicle axles that violate documents, but in 2022 the most occurrences change to 1.2 vehicle axles that do not violate documents.   Abstrak Sistem angkutan barang merupakan bagian penting transportasi dalam mendukung sistem logistik dan menjadi tulang punggung arus pergerakan barang nasional. Sistem angkutan barang nasional didominasi oleh moda transportasi darat. Permasalahan yang muncul adalah adanya perilaku angkutan Over Dimension Over Loading (ODOL). Beberapa kerugian yang diakibatkan oleh angkutan ODOL antara lain kerusakan infrastruktur jalan, jembatan, dan pelabuhan, memperpendek umur layan jalan sekaligus meningkatkan biaya pemeliharaan, penyebab dan pelaku kecelakaan lalu lintas, dan menimbulkan polusi udara yang berlebihan. Penelitian ini akan fokus mengkaji distribusi lalu lintas angkutan barang berat yang melintas jembatan timbang berdasarkan jenis pelanggaran di UPPKB Cikande Serang Banten dengan menggunakan metode analisis kuantitatif terhadap data primer dan sekunder lalu lintas angkutan barang. Penelitian ini akan sangat bermanfaat untuk memahami pola distribusi lalu lintas angkutan barang yang melintas jembatan timbang dan mengembangkan strategi yang mendukung kebijakan Zero ODOL. Hasil analisis tabulasi silang data sekunder antara jenis pelanggaran dan sumbu kendaraan selama tahun 2020-2021 menunjukkan bahwa yang paling banyak terjadi adalah sumbu kendaraan 1.2 yang melanggar dokumen, tetapi pada tahun 2022 yang paling banyak terjadi berubah menjadi sumbu kendaraan 1.2 yang tidak melanggar.
ANALISIS KEPUASAN PENGGUNA TERHADAP FASILITAS HALTE TRANSJAKARTA KORIDOR 8 Azhar Muhammad; Najid Najid; Hokbyan R.S. Angkat
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 2, Mei 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i2.33160

Abstract

Transjakarta is a BRT (Bus Rapid Transit) system that operates in DKI Jakarta in order to support community mobility to unravel congestion. Transjakarta operates in 14 main corridors, one of which is Corridor 8. The purpose of this Thesis Research is to assess the performance of facility services at Transjakarta shelters Corridor 8 (Lebak Bulus-Pasar Baru) based on user satisfaction point of view with the Cross Tabulation method. Performance assessment at Transjakarta shelter facility services corridor 8 is translated in the form of 32 questions based on SPM (Minimum Service Standards) on satisfaction and comfort to assess performance at Transjakarta shelters. Based on the results of crosstab analysis with 6 factors, namely Gender, Age, Last Education, Occupation, Income and Frequency of Use. The results of the research from 109 Transjakarta users were satisfied with the service facilities at bus stops with a percentage of more than 80% by Transjakarta users, while the rest were not satisfied with the service facilities at bus stops with a percentage of less than 20% by Transjakarta users. Abstrak Transjakarta merupakan sistem BRT (Bus Rapid Transit) yang beroperasi di DKI Jakarta dalam rangka mendukung mobilitas masyarakat untuk mengurai kemacetan. Transjakarta beroperasi dalam 14 koridor utama, salah satunya Koridor 8 (Lebak Bulus-Pasar Baru). Tujuan dari penelitian ini dilakukan adalah untuk menilai kinerja layanan fasilitas di halte Transjakarta Koridor 8 (Lebak Bulus-Pasar Baru) berdasarkan sudut pandang kepuasan pengguna dengan metode Cross Tabulation (Tabulasi Silang). Penilaian kinerja di layanan fasilitas halte Transjakarta koridor 8 diterjemahkan dalam bentuk 32 pertanyaan berdasarkan SPM (Standar Pelayanan Minimal) tentang kepuasan dan kenyamanan untuk menilai kinerja di Halte Transjakarta. Data-data yang diperlukan didapat melalui pengisian kuesioner secara online kepada responden yang menggunakan Bus Transjakarta Koridor 8. Berdasarkan hasil analisis crosstab dengan 6 faktor, yaitu Jenis Kelamin, Usia, Pendidikan Terakhir, Pekerjaan, Penghasilan dan Frekuensi Penggunaan. Hasil penelitian dari 109 orang Pengguna Transjakarta merasa puas terhadap pelayanan fasilitas di halte dengan persentase lebih dari 80% oleh pengguna Transjakarta, sementara sisanya tidak merasa puas terhadap pelayanan fasilitas di halte dengan persentase kurang dari 20% oleh pengguna Transjakarta.