Darwianis Darwianis
Mahasiswa Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan, Universitas Bung Hatta, Padang, Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

IMPLEMENTASI PROGRAM BANTUAN PANGAN NON TUNAI (BPNT) DI KENAGARIAN SIMPANG KECAMATAN SIMPANG ALAHAN MATI KABUPATEN PASAMAN Ozi Hernanda Putra; M. Nursi; Darwianis Darwianis
Bina Gogik: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 9, No 2 (2022): Bina Gogik: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Bina Gogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penyebab terjadinya saldo kosong saat pengecekan kartu keluarga sejahtera dalam penyaluran program bantuan pangan non tunai, ketidaktepatan waktu penyaluran program bantuan pangan non tunai, ketidaktepatan kualitas bahan pangan yang dijual pada e-Warung dan kurangnya jumlah e-Warung sebagai agen penyalur program bantuan pangan non tunai di Kenagarian Simpang Kecamatan Simpang Alahan Mati Kabupaten Pasaman. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, jumlah populasi dalam penelitian ini berjumlah 1.054 keluarga penerima manfaat dan sampel 91 keluarga penerima manfaat. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan langkah-langkah reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada responden sering terjadi kesalahan sistem seperti saldo kosong/mulfuction saat pengecekan kartu keluarga sejahtera di e-Warung, kualitas bahan pangan yang tersedia di e-Warung kurang bagus, pembagian program bantuan pangan non tunai sudah sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan oleh pemerintah, dan perlu diadakan penambahan jumlah e-Warung sebagai agen penyalur program bantuan pangan non tunai di Kenagarian Simpang. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa Implementasi program bantuan pangan non tunai di Kenagarian Simpang Kecamatan Simpang Alahan Mati Kabupaten Pasaman adalah termasuk kategori Baik. Kata-kata kunci: Implementasi, Program Bantuan Pangan Non Tunai, e-Warung
IMPLEMENTASI PROGRAM BANTUAN PANGAN NON TUNAI (BPNT) DI KENAGARIAN SIMPANG KECAMATAN SIMPANG ALAHAN MATI KABUPATEN PASAMAN Ozi Hernanda Putra; M. Nursi2, Darwianis
Jurnal Binagogik Vol. 9 No. 2 (2022): JURNAL BINAGOGIK
Publisher : LPPM STKIP Bina Bangsa Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.481 KB) | DOI: 10.61290/pgsd.v9i2.93

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penyebab terjadinya saldo kosong saat pengecekan kartu keluarga sejahtera dalam penyaluran program bantuan pangan non tunai, ketidaktepatan waktu penyaluran program bantuan pangan non tunai, ketidaktepatan kualitas bahan pangan yang dijual pada e-Warung dan kurangnya jumlah e-Warung sebagai agen penyalur program bantuan pangan non tunai di Kenagarian Simpang Kecamatan Simpang Alahan Mati Kabupaten Pasaman. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, jumlah populasi dalam penelitian ini berjumlah 1.054 keluarga penerima manfaat dan sampel 91 keluarga penerima manfaat. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan langkah-langkah reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada responden sering terjadi kesalahan sistem seperti saldo kosong/mulfuction saat pengecekan kartu keluarga sejahtera di e-Warung, kualitas bahan pangan yang tersedia di e-Warung kurang bagus, pembagian program bantuan pangan non tunai sudah sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan oleh pemerintah, dan perlu diadakan penambahan jumlah e-Warung sebagai agen penyalur program bantuan pangan non tunai di Kenagarian Simpang. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa Implementasi program bantuan pangan non tunai di Kenagarian Simpang Kecamatan Simpang Alahan Mati Kabupaten Pasaman adalah termasuk kategori Baik.
Mandi Balimau Sebagai Tradisi Masyarakat di Minangkabau Sulis Anggraini Lopa; Darwianis Darwianis; Etereda Beyete; Deden Maulana Ibrahim
Jurnal Ilmiah Langue and Parole Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Langue and Parole
Publisher : Fakultas Sastra Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36057/jilp.v7i1.611

Abstract

Balimau adalah tradisi turun temurun yang diwariskan nenek moyang Minangkabau dan biasanya dilakukan masyarakat di air sungai yang mengalir dan sekarang banyak dilakukan di tempat-tempat pemandian umum. Tradisi mandi Balimau yang dipercaya sejak dulu sampai sekarang masih banyak melakukan mandi Balimau menggunakan jeruk di sungai dan tempat pemandian untuk tujuan membersihkan diri menjelang bulan suci Ramadhan. Dulu, masyarakat Minangkabau, Sumatera Barat ada tradisi Balimau, mandi di sungai menggunakan Jeruk membersihan diri menjelang Ramadhan. Karena ketika itu belum ada sabun untuk mandi. Di Riau dan Lampung juga ada tradisi mandi Taubat menjelang memasuki bulan suci Ramadhan. Tradisi Balimau semata-mata untuk membersihkan diri, sebelum memasuki bulan Puasa. Namun kini, akibat perkembangan zaman, momen Balimau dijadikan untuk pergi main-main ke tempat wisata serta mandi mandi bertentangan dengan adat dan agama Islam. Dulu membaca atau berniat mandi Balimau dan meluruskan hati, semata-mata untuk membersihkan diri dan mensucikan jiwa memasuki bulan Puasa.
TRAINING ON THE USE OF THE ELECTRICAL PHYSICS KIT TO IMPROVE THE COMPETENCY OF SCIENCE TEACHERS Erwinsyah Satria; Gusmaweti Gusmaweti; Erman Har; M. Nursi; Darwianis Darwianis
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20069

Abstract

Abstrak: Guru IPA SMP perlu menguasai pengetahuan dan keterampilan menggunakan alat peraga berupa KIT Fisika untuk percobaan atau praktek tentang konsep Fisika yang diajarkan agar siswa dapat semakin paham akan ilmu dan konsep Fisika yang mereka pelajari. Kebanyakan alat-alat KIT Fisika yang ada di sekolah jarang digunakan guru IPA karena waktu guru terpakai lebih banyak dalam menyampaikan materi teori yang cukup banyak. Tujuan pengabdian adalah untuk memberikan ilmu pengetahuan dan keterampilan melalui pelatihan di laboratorium untuk para guru, agar mereka dapat mengenali dan menggunakan KIT Listrik SMP untuk melakukan percobaan Fisika sehingga KIT listrik yang ada di sekolah mereka dapat termanfaatkan. Metode pengabdian berupa pelatihan penggunaan KIT Listrik. Lokasi pelatihan dilakukan di laboratorium SMP Negeri 1 Painan Pesisir Selatan yang dihadiri oleh 17 orang guru IPA. Evaluasi pelatihan dengan menggunakan lembar kuesioner. Pelatihan mendapat penilaian yang sangat baik oleh guru pada aspek materi (80,88%) dan sangat baik untuk aspek penyelenggaraan (83,53%) pelatihan serta nilai baik untuk aspek kemampuan pemateri (79,41%).Abstract: Middle school science teachers need to master the knowledge and skills of using teaching aids in the form of physics KIT for experiments or practice on the physics concepts being taught so that students can better understand the physics science and concepts they are studying. Most of the Physics KIT tools in schools are rarely used by science teachers because the teacher's time is used to convey quite a lot of theoretical material. The aim of the service is to provide knowledge and skills through laboratory training for teachers, so that they can recognize and use SMP Electrical KITs to carry out physics experiments so that the electrical KITs in their schools can be utilized. The service method is training in the use of Electrical KIT. The training location was held in the laboratory of SMP Negeri 1 Painan Pesisir Selatan which was attended by 17 science teachers. Evaluation of training using a questionnaire sheet. The training received a very good assessment in the material aspect (80.88%) for the teachers and very good in the implementation aspect (83.53%) of the training as well as good marks for the aspect speaker's ability (79.41%).