Valencia Husni
Universitas Mataram

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN GEOPARK RINJANI LOMBOK SEBAGAI PILAR PARIWISATA BERKELANJUTAN DI NUSA TENGGARA BARAT Lalu Puttrawandi K; Alfian Hidayat; Valencia Husni
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 11 No 2: Desember 2022 (in Press)
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v11i2.2266

Abstract

Pembangunan pariwisata berkelanjutan merupakan sebuah konsep yang diturunkan dari konsep pembangunan berkelanjutan dengan memperhatikan ketiga aspek yang terdapat didalamnya berupa aspek Ekonomi, Sosial dan Lingkungan. Pembangunan pariwisata berkelanjuta di Indonesia terbilang belum banyak dimanfaatkan dimana terdapat hanya lima destinasi wisata berbasis pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism). Penerepan pariwisata berkelanjutan di Indonesia sendiri mengacu pada empat pilar pariwisata berkelanjutan yang dirumuskan didalam peraturan Menteri Pariwisata No 14 tahun 2016 tentang pedoman destinasi pariwisata berkelanjutan. Dalam pedoman pariwisata berkelanjutan menurut peraturan Menteri, destinasi yang tergolong berbasis pariwisata berkelanjutan hasur memenuhi empat aspek berupa Pengelolaan destinasi pariwisata berkelanjutan, pemanfaatan ekonomi untuk masyarakat lokal, pelestarian budaya bagi masyarakat dan pengunjung dan pelestarian lingkungan. Lombok memeiliki banyak destinasi wisata yang memiliki potensi menjadi pariwisata berklenajutan yang sesuai pada peraturan Menteri pariwisata. Melihat potensi wisata yang dimiliki oleh Lombok, dibutuhkan peran dari pemerintah maupun pihak swasta dalam mengelola destinasi wisata dengan progam program yang berkaitan dengan sustainable tourism. Geopark Rinjani Lombok merupakan salah satu unsur swasta yang memiliki peran yang cukup berkaitan dengan pengembangan pariwisata berkelanjutan dengan program program yang dijalankan. Geopark Rinjani Lombok disebut sebagai Pilar pariwisata berkelanjutan di NTB dimana program yang dilaksanakan memiliki kesamaan dengan pilar pembangunan pariwisata berkelanjutan Peraturan Menteri Pariwisata No 14 tahun 2016.
Integrasi Aspek Perlindungan Migran Dalam Kebijakan Desa Suralaga Wulan Ramdani; Putri Adhelya; Satrio Nugroho Pamungkas; Sinan Al’Mufadhfhal Assariy; Siti Ashry Aliana; Cinta Ismaniar; Nawala Kaisya Putri; Abdul Warist Masri; Sabina Putri; Ananda Shafly; Heavy Nala Estriani; Valencia Husni
Eastasouth Journal of Impactive Community Services Vol 4 No 01 (2025): Eastasouth Journal of Impactive Community Services (EJIMCS)
Publisher : Eastasouth Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/ejimcs.v4i01.446

Abstract

Tingginya angka pekerja migran dari Desa Suralaga, Kabupaten Lombok Timur, menimbulkan berbagai persoalan, seperti maraknya percaloan, tingginya keberangkatan non-prosedural, rendahnya literasi migrasi, serta minimnya kapasitas pemerintah desa dalam tata kelola migrasi aman. Padahal, Undang-Undang No. 18 Tahun 2017 menempatkan desa sebagai ujung tombak perlindungan pekerja migran. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk mengintegrasikan aspek perlindungan migran ke dalam kebijakan desa melalui workshop yang melibatkan perangkat desa, calon pekerja migran, rekruter lokal, dan masyarakat. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi perencanaan dan penganggaran desa yang responsif migran, pelatihan literasi finansial dan digitalisasi remitansi, penyampaian materi mengenai zero cost recruitment, serta penyusunan logbook integrasi isu migrasi ke dalam kebijakan desa. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman perangkat desa mengenai tata kelola migrasi, meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap risiko pungutan ilegal, serta tersusunnya logbook sebagai instrumen praktis untuk pendataan, perencanaan, dan monitoring migrasi di tingkat desa. Integrasi perlindungan migran ke dalam RPJMDes dan RKPDes menjadi rekomendasi utama agar Desa Suralaga mampu membangun sistem migrasi aman yang berkelanjutan.