Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KAJIAN KEKUATAN MEKANIK KOMPOSIT CERDAS NANO FLY ASH SEBAGAI BAHAN PANEL MAGAZINE MESIN WINDING Agus Setyawan; Dody Irnawan
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 13 No 2 (2023): Desember
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v13i2.6053

Abstract

Pada industri tekstil proses pemintalan benang dapat terjadi bercampurnya dua jenis benang dalam satu gulungan (cone). Umumnya memakai mika acrylic, namun mudah pecah, impor dan harga relatif mahal, maka diganti menggunakan triplek, tetapi cepat rusak (tidak ekonomis). Pemanfaatan fly ash sangat terbatas, maka perlu kajian potensi produk baru komposit.Tujuan penelitian mengetahui kekuatan mekanik komposit cerdas nano fly ash-epoksi sebagai bahan panel magazine mesin winding (penggulung benang). Bahan penelitian fly ash mesh 120, di-oven 110 ºC selama 45 menit (kadar air) 4%. Pencampuran fly ash-epoksi diaduk 6 menit ditambah katalis 1% diaduk lagi 2 menit dituang dicetakan. Hasil penelitian sifat mekanik tertinggi pada fraksi berat 30:70, ketangguhan impak 2,75 KJ/cm² dan kekuatan bending 48,03 MPa. Pengamatan foto SEM patahan impak, menunjukkan ikatan yang baik antara filler dan matrik dibanding variasi lainnya, adanya rongga/pori-pori ukuran kecil relatif sedikit, penyebaran matrik dan filler berlangsung lebih merata, berdampak peluang terjadinya inisiasi patah lebih kecil sehingga nilai ketangguhan impak tinggi. Hasil pengujian ketangguhan impak komposit fly ash-epoksi fraksi berat 30:70 lebih tinggi, dibanding bahan mika akrilik dan bahan triplek, sehingga disimpulkan komposit fly ash-epoksi sangat berpotensi dipakai sebagai panel/sekat magazine mesin winding, pengganti material sebelumnya.
KARAKTERISTIK MEKANIK SERBUK KAYU JATI-HDPE LIMBAH SEBAGAI BAHAN KOMPOSIT PARTISI RUMAH RAMAH LINGKUNGAN Muhammad Wahyu Darojat; Agus Setyawan
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 13 No 2 (2023): Desember
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v13i2.6054

Abstract

Jenis limbah plastik terbesar adalah HDPE dengan kelebihan mudah dibentuk, mampu daur ulang dan baik sebagai matrik. Melimpahnya serbuk kayu jati limbah, belum maksimal penggunaanya. Penelitian komposit bahan limbah menjadi penting, untuk menggantikan material mahal lainnya. Tujuan penelitian mengetahui Karakteristik Mekanik Serbuk Kayu Jati-HDPE Limbah Sebagai Bahan Komposit Partisi Rumah Ramah Lingkungan. Metode penelitian eksperimen distruktif, dengan menyiapkan serbuk kayu jati mesh 40-60, HDPE mesh 60-80, dicampur 180 rpm selama 5 menit, dicetak hot press 30 bar, melting 120 °C dan sintering 10 menit. Sifat mekanik komposit uji bending ASTM D-6272, uji impak ASTM D-5941 dan SEM. Hasil penelitian variasi fraksi volume tertinggi 40:60, rata-rata uji impak sebesar 3,05 KJ/cm², uji bending 11,91 MPa dan uji tarik 10,05 MPa. Semakin meningkat prosen serbuk kayu jati limbah, maka kekuatan mekanik semakin tinggi, namun pada fraksi volume tertentu semakin rendah. Foto SEM patahan impak fraksi volume 40:60, menunjukkan ikatan filler-matrik lebih baik dibanding variasi lainnya, sedikit rongga kecil, penyebaran merata, berakibat awal patah lebih kecil, sehingga ketangguhan impaknya tinggi. Komposit fraksi volume 40:60 tersebut, diketahui ketangguhan impaknya lebih tinggi, dibanding bahan mika akrilik dan bahan triplek, sehingga berpotensi dijadikan bahan partisi komposit limbah ramah lingkungan.
PENGARUH PENAMBAHAN ABU SEKAM TERHADAP SIFAT MEKANIK BATU BATA MERAH Cita Yulianto; Agus Setyawan; Dody Irnawan
JURNAL TEKNOSAINS KODEPENA Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Teknosains Kodepena Volume 3 Nomor 1 Agustus 2022
Publisher : Kodepena (Komunitas Dosen Penulis dan Peneliti Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54423/jtk.v3i1.48

Abstract

Brick is a non-structural material that is widely used by the community in building houses in general. There are so many brick craftsmen scattered throughout the province of Central Java, but innovation is needed in the manufacture of these bricks, so research is needed to determine the effect of adding rice husk ash as a mixed material and the length of time for burning bricks on the mechanical properties of bricks in terms of the test. porosity, burn loss, and compressive strength, as well as knowing the percentage of addition of rice husk ash and the best burning time for bricks. This study uses a sample of bricks in the form of blocks with a length of 22.5 cm, a width of 11 cm, and a height of 4 cm and a cube shape with a side size of 5 cm. Variations in the composition of rice husk ash added were 0%, 5%, 10%, and 15%. Making bricks is done by molding a mixture of clay, water and husk ash by compacting, drying for 3 days and burning for 12 hours and 24 hours. Testing of mechanical properties of bricks includes porosity, burn loss, and compressive strength tests. The addition of rice husk ash with a composition percentage of 5% to 15% can affect the mechanical properties of bricks, namely reducing porosity and burning shrinkage and increasing the compressive strength of bricks. The burning time of the bricks also affects the mechanical properties of the bricks. Based on the test results, each of the best test values, namely the minimum porosity value was achieved at the percentage of rice husk ash as much as 5% by burning for 24 hours, namely 18.5%. The minimum burn loss value was achieved at 15% rice husk ash percentage by burning for 12 hours, which was 0.45%. The optimum compressive strength value was achieved at 5% rice husk ash percentage, which was 4.1 N/mm2 by burning for 24 hours.