Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Metode Breast Care terhadap Pencegahan Bendungan Air Susu Ibu (Asi) pada Ibu Nifas Renita Rizkya Danti; Muhammad Al Amin; Alvi Nur Khoirun Nikmah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 9 No 2 (2022): Juli
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55500/jikr.v9i2.166

Abstract

Proses kembalinya alat reproduksi setelah melalui proses kehamilan dan persalinan merupakan masa nifas. Kerap masalah terjadi pada ibu nifas saat menyusui adalah bendungan ASI. Hal ini karena aliran dan produksi ASI mengalami obstruksi dan tidak lancer. Di Indonesia kejadian bendungan ASI sebanyak 37,12%. Penelitian di Jawa Timur terdapat 15 orang dari 43 ibu pascasalin mersakan adanya bedungan ASI. Di PMB Nimas dari 15 responden terdapat 5 responden mengalami bendungan ASI. Peneliti ingin mengetahui pengaruh pemberian breast care dengan kejadian bendungan ASI pada ibu nifas di PMB Nimas Ayu Asmarani, Kabupaten Banyuwangi. Peneliti menggunakan desain eksperimental dengan pendekatan praeksperimen. Teknik sampling menggunakan purposive sampling dengan jumlah 30 sampel ibu nifas. Analisis hasil penelitian menggunakan Uji Chi Square dengan 19 responden (63,3%) ibu nifas tidak mengalami bendungan ASI. Hasil analisis diperoleh nilai Asymp. Sig. (2-tailed) 0,008 < 0,05, dan nilai pearson correlation -0,484 artinya ada pengaruh yang cukup antara metode breast care terhadap kejadian bendungan ASI. Simpulan hasil penelitian yaitu ibu nifas yang melakukan breast care lebih kecil berisiko mengalami bendungan ASI. Sebaiknya saat hamil ibu juga diberikan edukasi tentang breast care dan cara melakukannya secara tepat supaya saat masa nifas risiko bendungan ASI dapat terhindari.
Pemeriksaan Payudara Sendiri pada Santriwati Pondok Pesantren Imam Asy-Syafi’i Nuristy Brillian Ainindyahsari Winarna; Renita Rizkya Danti
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Peduli Masyarakat: Maret 2023
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v5i1.1490

Abstract

Remaja putri seringkali mengalami berbagai permasalahan sepanjang siklus kehidupan, khususnya di lingkungan pesantren. Penelusuran kesehatan merupakan cara yang paling efektif untuk mengetahui masalah kesehatan yang sebenarnya dihadapi mahasiswi. Salah satunya adalah masalah wanita dengan kanker payudara. Penyebab kanker payudara yang sering terjadi adalah ketidaktahuan wanita dalam mendeteksi dini kanker payudara. Mendeteksi sejak dini dengan melakukan pemeriksaan SADARI dapat mengidentifikasi benjolan abnormal pada payudara sebagai gejala awal untuk mengetahui perkembangan apakah bisa menjadi kanker atau tidak. Metode yang digunakan dengan memberikan penyuluhan dan dilanjutkan dengan konsultasi kesehatan pada Santriwati Pondok Pesantren Imam Asy-Syafi’i yang berjumlah 130 santriwati pada bulan Juli 2022. Pelaksaan ini dimulai dengan pembukaan oleh ketua stikes dan pimpinan pondok pesantren. Selanjutnya peserta diarahkan ke kelas kelas edukasi kesehatan untuk diberikan bimbingan dan konseling terkait ilmu kesehatan reproduksi khususnya pada kelompok ini tentang pemeriksaan payudara sendiri dalam pencegahan ca mammae. Pelaksanaannya diawali dengan diberikan edukasi selanjutnya sesi diskusi dan konseling. Timbal balik sesi tersebut peserta memahami materi yang telah dijelaskan dan mampu menganalisis terhadap dirinya supaya lebih menjaga kesehatan reproduksi kedepannya, bersedia melakukan pemeriksaan rutin sadari dan bersedia memeriksaan dirinya ke tenaga kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan 70% santri dapat melakukan pemeriksaan kesadaran dan melakukan konsultasi kesehatan dengan fasilitator.
Peran Bidan Dengan Implementasi Senam Nifas di Praktek Mandiri Bidan Se-kabupaten Banyuwangi Indah Christiana; Renita Rizkya Danti; Aan Widyawati
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol 5 No 1 (2023): Desember
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i1.430

Abstract

Peran bidan sebagai komunikator, fasilitator, konselor, dan motivator seharusnya dapat digunakan untuk menunjang pelaksanaan senam nifas. Karena pada dasarnya ada beberapa hal yang dapat timbul jika ibu tidak melakukan senam nifas, salah satunya adalah infeksi karena involusi uterus, perdarahan yang abnormal, dan timbulnya varises. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah mengidentifikasi peran bidan dengan implementasi senam nifas, mengetahui implementasi senam nifas di praktek mandiri bidan, dan mengidentifikasi peran bidan dengan implementasi senam nifas. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian crosssectional. Jumlah sempel sebanyak 166 bidan dengan tehnik pengambilan sempel simple random sampling. kriteria inklusi meliputi, bersedia menjadi responden, memiliki PMB, memiliki SIPB, memberikan pertolongan persalinan, bersedia mengisi kuisioner secara lengkap. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data menggunakan uji uji statistik Rank spearman. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran bidan paling banyak termasuk dalam kategori baik (66%), akan tetapi bidan yang tidak melakukan implementasi senam nifas sebanyak (87%). Berdasarkan hasil uji rank spearman didapatkan nilai sig. (2-tailed) < α, yang berarti ada hubungan antara Peran Bidan Dengan Implementasi Senam Nifas di Praktek Mandiri bidan Sekabupaten Banyuwangi. Sebaiknya bidan mrncari inovasi untuk permasalahan atau hambatan dalam melakukan pelayanan senam nifas, motivasi dan rekomendasi Kerjasama lintas sector untuk meningkatkan pembukaan layanan senam nifas.
Pengaruh Kombinasi Aromaterapi Lemon dan Air Jahe pada Emesis Gravidarum Kartikaningsih; Renita Rizkya Danti Renita; Indah Christiana
Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol. 11 No. 2 (2024): OKSITOSIN : Jurnal Ilmiah Kebidanan
Publisher : Prodi D III Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/oksitosin.v11i2.4861

Abstract

Emesis gravidarum is common problem experienced by 50-90% of pregnant women, and 2% of these cases into hyperemesis gravidarum. One of the safe solutions to nausea and vomiting of pregnant women with non-pharmacological therapy of lemon aromatherapy and ginger drink. This study aims to test the effectiveness of a combination of lemon aromatherapy and ginger drink to reduce nausea and vomiting in pregnant women. This research method used quasy experiment, pre-post test control group design. Population was pregnant women at TPMB in Songgon District who experienced nausea and vomiting. This study used consecutive sampling inclusion criteria, 20 people for the treatment group and 20 people in the control group. Data analysis used the Wilcoxon Sign Rank Test. Before the intervention, the frequency of nausea and vomiting in the study subjects was high. However, after treatment, there was decrease in the frequency of nausea and vomiting. The results of data analysis show a value of P = 0.000, which states that P < 0.05, meaning that there is an effect of giving a combination of lemon aromatherapy and ginger drink on reducing emesis gravidarum in TPMB in the Songgon Banyuwangi sub-district area in 2021. Health workers can use non-pharmacological alternative therapy in the form of combination of lemon aromatherapy and ginger drink as a step to reduce and overcome symptoms of nausea and vomiting. In addition, there is an opportunity to conduct research as one of the safe solutions to overcome nausea and vomiting of pregnant women with other complementary therapies.