SANTI SUNDARY LINTANG
Universitas Faletehan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN INISIASI MENYUSU DINI (IMD) DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BAYI USIA 0-24 BULAN DI PUSKESMAS KRAMATWATU TAHUN 2021 SANTI SUNDARY LINTANG; FADHILA AZKIYA
Journal Of Midwifery Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : UNIVED PRESS, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Stunting masih menjadi permasalahan di Provinsi Banten. Berdasarkan profil Puskesmas Kramatwatu pada bulan penimbangan didapatkan bahwa balita stunting sebanyak 503. Salah satu faktor risiko stunting adalah tidak tercukupinya gizi baik saat kehamilan dan menyusui sehingga dapat dicegah dengan melakukan Inisiasi Menyusu Dini setelah bayi lahir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan inisiasi menyusu dini dengan kejadian stunting pada bayi usia 0 – 24 bulan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian case control. Penelitian ini dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Kramatwatu. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita berusia 0-24 bulan yaitu sebanyak 26 orang. Teknik sampel yang digunakan adalah total sampling. Pengumpulan data yang dilakukan yaitu data primer dan sekunder. Cara pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner, di tulis dengan jelas sehingga mudah di mengerti oleh responden. Uji statistik yang digunakan adalah uji Chi Square. Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian menunjukan ada hubungan bermakna antara inisiasi menyusu dini dengan kejadian stunting (p=0,019, OR=11,11). Kesimpulan: Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ibu yang tidak melakukan inisiasi menyusu dini memiliki peluang 11 kali lebih besar menyebabkan balita mengalami stunting dibandingkan dengan ibu yang melakukan inisiasi menyusu dini.
The Influence of Socio-economy and Local Food Diversity on Stunting in Toddlers Husnul Khotimah; Santi Sundary Lintang; Fadhila Azkiya
Consilium Sanitatis: Journal of Health Science and Policy Vol. 1 No. 3 (2023): July
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/jhsp.v1i3.524

Abstract

Objective: Stunting is still a big challenge faced by this nation even in the world even though it can actually be prevented. This study aims to determine the socio-economic relationship (mother's education, father's education, family income) to the incidence of stunting and to find out the phenomenon of providing local food diversity to toddlers with stunting. Methods: The research design is a mixed method. The quantitative design used in this study is a cross-sectional approach, while the qualitative design uses an intrinsic case study design. The sample in this study was 100 toddlers. The sampling technique was purposive sampling. Data analysis in quantitative using chi square. Qualitative study using the study of phenomena with in-depth interviews. Results: There was a significant relationship between mother's education (p=0.003) and father's education (p=0.045) and the incidence of stunting in toddlers, but there was no significant relationship between family income (p=0.678) and the incidence of stunting in toddlers. All respondents did not know how to process local wisdom-based food ingredients into nutrient-rich foods and did not provide a variety of foods to their children, and did not pay attention to the balanced nutritional content that was right for their children. Conclusion: There is a need for structured and continuous education to increase public knowledge about stunting and how to provide a variety of foods.