Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KETIDAKLENGKAPAN PEMBERIAN IMUNISASI DASAR BAYI 0-12 BULAN DI PUSKESMAS PATTINGALOANG MAKASSAR Adeliana Adeliana
Jurnal Berita Kesehatan Vol 14 No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.325 KB) | DOI: 10.58294/jbk.v14i1.51

Abstract

Imunisasi adalah suatu proses untuk membuat sistem pertahanan tubuh kebal terhadap invasi mikroorganisme (bakteri dan virus) yang dapat menyebabkan infeksi sebelum mikroorganisme tersebut memiliki kesempatan untuk menyerang tubuh. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif analitik dengan menggunakan pendekatan studi cross sectional sectional yang bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan ketidaklengkapan pemberian imunisasi dasar pada bayi dilingkungan Puskesmas Pattingaloang Makassar. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang mempunyai anak bayi dari usia 0 sampai 12 bulan, sebanyak 165 populasi . Sampel dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi 0 – 12 bulan dan telah terpilih 44 sampel. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Accidental Sampling. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa variabel yang berhubungan dengn ketidaklengkapan pemberian imunisasi dasar pada bayi 0-12 bulan adalah umur pertamakali mendapat imunisasi ( p = 0,002 < α = 0,05 ), dan jarak ketepat pelayanan kesehatan ( p = 0,001 < α = 0,05 ). Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa ada hubungan umur pertamakali imunisasi dan jarak tempat tinggal dari tempat pelayanan Kesehatan mempengaruhi ketidaklengkapan imunisasi pada bayi di lingkungan kerja Pusksmas Pattingaloang Makassar
Analisis Faktor Risiko Anemia dalam Kehamilan pada Masa Pandemi Covid-19 Arnianti Arnianti; Adeliana Adeliana; Hasnitang Hasnitang
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 11 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiskh.v11i2.807

Abstract

Introduction: Anemia is one of the factors causing indirect maternal death. Anemia in pregnancy is a condition of mothers with maternal hemoglobin levels of less than 11.0 g / dL in the first and third trimesters and hemoglobin levels of less than 10.5 g / dL in the second trimester. Purpose: Knowing the factors that affect anemia in pregnancy during the Covid-19 pandemic. Methods: This study uses analytical observational studies with a case-control study design. The sampling method uses the Purposive Sampling technique. The sample size in this study was 99 samples consisting of 33 cases and 66 controls. Data were obtained from three health centers in Palopo City: The Bara Permai Health Center, Fort Health Center, and South Wara Health Center. Results: Statistical analysis obtained the age of pregnant women (OR = 7,368; sig (0,000 < 0.05), parity (OR = 2,754; sig = 0.047 < 0.05), pregnancy distance (OR = 2,925; Sig-p=0.022), educate (OR=3.750; sig-p=0.003), adherence to consuming Fe tablets (OR=4.214; Sig-p=0.006, and LiLA status (OR=27.125; Sig-p = 0.000). Conclusion: There is a meaningful influence between the age of pregnant women, parity, gestational distance, education, adherence to Fe tablet consumption, and LiLA status to anemia in pregnancy.
Analisis Faktor Risiko Anemia dalam Kehamilan pada Masa Pandemi Covid-19 Arnianti Arnianti; Adeliana Adeliana; Hasnitang Hasnitang
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 11 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiskh.v11i2.807

Abstract

Introduction: Anemia is one of the factors causing indirect maternal death. Anemia in pregnancy is a condition of mothers with maternal hemoglobin levels of less than 11.0 g / dL in the first and third trimesters and hemoglobin levels of less than 10.5 g / dL in the second trimester. Purpose: Knowing the factors that affect anemia in pregnancy during the Covid-19 pandemic. Methods: This study uses analytical observational studies with a case-control study design. The sampling method uses the Purposive Sampling technique. The sample size in this study was 99 samples consisting of 33 cases and 66 controls. Data were obtained from three health centers in Palopo City: The Bara Permai Health Center, Fort Health Center, and South Wara Health Center. Results: Statistical analysis obtained the age of pregnant women (OR = 7,368; sig (0,000 < 0.05), parity (OR = 2,754; sig = 0.047 < 0.05), pregnancy distance (OR = 2,925; Sig-p=0.022), educate (OR=3.750; sig-p=0.003), adherence to consuming Fe tablets (OR=4.214; Sig-p=0.006, and LiLA status (OR=27.125; Sig-p = 0.000). Conclusion: There is a meaningful influence between the age of pregnant women, parity, gestational distance, education, adherence to Fe tablet consumption, and LiLA status to anemia in pregnancy.
THE ROLE OF LOCAL WISDOM IN BREASTFEEDING EDUCATION: AN EFFORTS TO IMPROVE BREASTFEEDING EFFECTIVENESS IN POST-POST MOTHERS: THE ROLE OF LOCAL WISDOM IN BREASTFEEDING EDUCATION: AN EFFORTS TO IMPROVE BREASTFEEDING EFFECTIVENESS IN POST-POST MOTHERS Kasmayani Kasmayani; Adeliana Adeliana; Dewi Hastuty; Yuniar Dwi Yanti; Dyah Tahir
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 1 (2025): Special Edition
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknik menyusui merupakan faktor penting yang mempengaruhi produkasi ASI, dikarenakan jika teknik menyusui tidak benar dapat menyebabkan puting lecet dan menjadikan ibu tidak menyusui bayinya. Pemberian ASI yang tidak adekuat dapat menyebabkan kekurangan nutrisi pada bayi dan bayi rentan terhadap penyakit yang pada akhirnya menyebabkan kematian bayi. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya pengaruh edukasi teknik menyusui terhadap keefektifan ibu nifas dalam menyusui di Puskesmas Wara Kota Palopo. Metode penelitian ini menggunakan pre eksperimen dengan desain one group pretest-postest. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling berjumlah 21 ibu nifas. Instrumen penelitian menggunkan ceklis penilain posisi menyusui sebelum dan sesudah diberikan edukasi teknik menyusui. Uji statistik menggunakan uji Wilcoxon Test. Hasil penelitian menunjukan ada perbedaan keefektifan ibu nifas sebelum diberikan edukasi dan setelah diberikan edukasi teknik menyusui. Analisa data diketahui P-value 0,000. Simpulan penelitian ini adalah ada pengaruh edukasi teknik menyusui terhadap keefektifan ibu nifas dalam menyusui di Puskesmas Wara Kota Palopo. Teknik menyusui merupakan faktor penting yang mempengaruhi produkasi ASI, dikarenakan jika teknik menyusui tidak benar dapat menyebabkan puting lecet dan menjadikan ibu tidak menyusui bayinya. Pemberian ASI yang tidak adekuat dapat menyebabkan kekurangan nutrisi pada bayi dan bayi rentan terhadap penyakit yang pada akhirnya menyebabkan kematian bayi. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya pengaruh edukasi teknik menyusui terhadap keefektifan ibu nifas dalam menyusui di Puskesmas Wara Kota Palopo. Metode penelitian ini menggunakan pre eksperimen dengan desain one group pretest-postest. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling berjumlah 21 ibu nifas. Instrumen penelitian menggunkan ceklis penilain posisi menyusui sebelum dan sesudah diberikan edukasi teknik menyusui. Uji statistik menggunakan uji Wilcoxon Test. Hasil penelitian menunjukan ada perbedaan keefektifan ibu nifas sebelum diberikan edukasi dan setelah diberikan edukasi teknik menyusui. Analisa data diketahui P-value 0,000. Simpulan penelitian ini adalah ada pengaruh edukasi teknik menyusui terhadap keefektifan ibu nifas dalam menyusui di Puskesmas Wara Kota Palopo.
PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU HAMIL MELALUI EDUKASI PENCEGAHAN ANEMIA Arnianti; Dewi Hastuty; Yuniar Dwi Yanti; Adeliana; Yenni
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Pusat Unggulan Iptek Penanggulangan Stunting Berbasis Kesehatan Ibu dan Anak Vol 5 No 1 (2026): JPKM PUSTINGKIA JANUARI 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jpustingkia.v5i1.1043

Abstract

Background: Anemia is still a serious health problem in pregnant women in Indonesia, with a prevalence reaching 48.9%. This condition not only increases the risk of maternal and child mortality, but also has an impact on the quality of human resources as a whole. Therefore, handling anemia in pregnancy requires quality health interventions. Objective: This community service aims to improve the knowledge of pregnant women about preventing anemia. Method: This activity is carried out by providing education through leaflets, lectures, discussions, and question and answer sessions. The increase in knowledge is measured by comparing the results of the pretest and post-test descriptively. Results: Before education (pre test), only 33% of pregnant women had good knowledge. After education (post test), the percentage of pregnant women with good knowledge increased sharply to 73%. This figure shows a significant increase in knowledge. Conclusion: Health education about preventing anemia is effective in improving the knowledge of pregnant women.
Pemberian Edukasi dan Keterampilan Pijat Laktasi untuk Meningkatkan Produksi ASI pada Ibu Menyusui Kasmayani; Yuniar Dwi Yanti; Dewi Hastuty; Adeliana; Arnianti; Nova Ramadani; Intan; Rahma Yanti
Mega Buana Journal of Innovation and Community Service Vol. 4 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : LPPM Universitas Mega Buana Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59183/jc7r9k21

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) merupakan nutrisi alami bagi bayi dengan kandungan gizi yang paling sesuai untuk pertumbuhan optimal. Menurunnya produksi ASI pada ibu menyusui menjadi salah satu penyebab tidak terwujudnya pemberian ASI eksklusif selama 0-6 bulan pertama. Beberapa ibu mengalami kesulitan dan kegagalan dalam menyusui karena ASI yang belum keluar, ASI yang sedikit atau puting yang lecet. Pijat laktasi merupakan salah satu metode perawatan payudara tanpa rasa sakit yang dapat merangsang kekuatan otot-otot payudara untuk meningkatkan produksi ASI.Tujuan pengabdian ini memberikan edukasi dan keterampilan pada ibu tentang manfaat pijat laktasi dan cara melakukan pijat laktasi untuk meningkatkan produksi ASI ibu. Metode pengabdian yang dilakukan adalah ceramah tentang manfaat pijat laktasi dan praktik cara melakukan pijat laktasi. Hasil evaluasi pelaksanaan sebelum diberikan penyuluhan kategori pengetahuan cukup (58,8%) dan setelah diberikan penyuluhan menjadi (88,2%) artinya kegiatan yang dilakukan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu.
Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil Melalui Edukasi Nutrisi Seimbang untuk Kesehatan Ibu dan Janin Arnianti; Yenny Afrianty; Dewi Hastuty; Adeliana; Dhea Aulia; Andi Sri Rahayu Baso
Mega Buana Journal of Innovation and Community Service Vol. 4 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : LPPM Universitas Mega Buana Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59183/2z9xjk54

Abstract

Pengetahuan nutrisi seimbang yang rendah pada ibu hamil merupakan salah satu faktor risiko terjadinya malnutrisi maternal yang berdampak pada kesehatan ibu dan janin, peningkatan risiko komplikasi, bayi lahir rendah, dan stunting.  Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas ibu hamil tentang nutrisi seimbang melalui pemberian edukasi nutrisi seimbang. Metode pelaksanaan meliputi analisis kebutuhan dengan observasi, sosialisasi, intervensi pemberian edukasi, pendampingan serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Kegiatan pengabdian ini melibatkan 15 orang ibu hamil yang mengikuti edukasi nutrisi seimbang. Analisis data menggunakan uji Wilcoxom untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi. Hasil pre-test menunjukkan bahwa terdapat 67% responden memiliki pengetahuan rendah, 13% berpengetahuan cukup, dan 20% berpengetahuan tinggi. Setelah diberikan edukasi nutrisi seimbang, hasil post-test menunjukkan peningkatan signifikan dengan 67% responden memiliki pengetahuan tinggi dan 33% berpengetahuan cukup, serta tidak ditemukan responden memiliki pengetahuan rendah. Hasil uji Wilcoxom menunjukkan nilai p-value 0,001 (p<0,05), yang menunjukkan adanya perbedaan bermakna antara tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah edukasi nutrisi seimbang efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang pentingnya nutrisi bagi kesejahteraan ibu dan janin. Kegiatan ini memberikan implikasi terhadap perubahan perilaku hidup sehat ibu hamil, dan penurunan risiko komplikasi KEK, bayi berat lahir rendah. Hasil pengabdian kepada masyarakat menyarankan agar program edukasi nutrisi diintegrasikan pada layanan antenatal care secara rutin dan dilakukan tindak lanjut melalui monitoring berkelanjutan serta pengembangan media edukasi yang inovatif.
Jalur Determinan Anemia pada Ibu Hamil: Pengetahuan, Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe, dan Status Gizi Arnianti Arnianti; Yenni Yenni; Riska Sabriana; Dewi Hastuty; Adeliana Adeliana
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol. 13 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/q4whxw31

Abstract

Anemia maternal masih menjadi masalah utama di dunia, terutama di negara berkembang dan dipengaruhi oleh interaksi kompleks antara faktor perilaku dan gizi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis jalur hubungan langsung dan tidak langsung antara pengetahuan, kepatuhan konsumsi tablet Fe, status gizi maternal, dan anemia maternal pada ibu hamil. Jenis penelitian ini adalah Studi analitis cross-sectional (kriteria STROBE) pada 99 ibu hamil di Sulawesi Selatan menggunakan analisis jalur PLS-SEM. Pengetahuan ibu berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan konsumsi tablet tambah darah (?=0,248, t=2,057, dan ?=0,048) dan kadar hemoglobin (?=0,267, t=2,169, dan ?=0,030). Kepatuhan konsumsi Tablet Fe juga signifikan terhadap Hb (?=0,255, t=2,069, dan ?=0,039). Namun, status gizi (LILA) tidak memiliki hubungan signifikan dengan pengetahuan hemoglobin (?=0,007, t=0,062, dan ?=0,950), begitu pun dengan kadar hemoglobin (?=0,023, t=0,268, dan ?=0,789). Perilaku dan kognitif, serta kepatuhan konsumsi Tablet Fe, memiliki pengaruh signifikan terhadap kadar hemoglobin dibandingkan dengan jalur status gizi.