Yizri Novfrida
Akademi Kebidanan Bina Husada Tangerang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Stunting In Toddlers and its Determinant in Taban Village, Tangerang Regency Erna Juliana Simatupang; Moudy Emma Unaria Djami; Yizri Novfrida; Rd.Deden Gumilar Nugraha
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 9, No 2 (2023): Volume 9 No.2 April 2023
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v9i2.7756

Abstract

Latar belakang: Kejadian stunting masih tinggi di Indonesia, ini akan mempengaruhi sumber daya manusia dimasa yang akan datang, anak stunting beresiko lebih tinggi terkena penyakit kronis dimasa depan.Tujuan: Menganalisis kejadian stunting beserta determinannya pada balita di Desa Taban, Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang.Metode: Penelitian ini menggunakan data primer, dengan jenis penelitian cross sectional. Populasi penelitian adalah keluarga yang memiliki balita berdasarkan data Balita yang tercatat di laporan jumlah Balita di Puskesmas Kecamatan Jambe Pada Tahun 2020. Sampel diambil secara acak dengan tehnik sistematic random sampling size dari daftar laporan jumlah balita tahun 2020. Analisa data menggunakan uji chi square dan regresi linier logistik.Hasil: Hasil penelitian ditemukan faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting; tinggi badan ibu (nilai p=0,031), pola makan (nilai p=0,05), pemberian ASI (nilai p=0,024), penghasilan (nilai p=0,031). Berdasarkan hasil uji multivariat ditemukan bahwa yang paling berhubungan dengan kejadian stunting pada balita adalah pola makan (nilai p=0,003) dengan OR 2,216 dan penghasilan keluarga (nilai p=0,031), dengan OR 2,031.Kesimpulan: Pola makan dan penghasilan keluarga merupakan prediktor terhadap kejadian stunting. Diharapkan Pemerintah dapat mendorong masayarakat untuk memanfaatkan sumber daya alam disekitar yang masih sangat luas dan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan income perkapita masyarakat di desa Taban melalui upaya upaya pertanian, perkebunan peningkatan usaha peternakan dan atau meningkatkan kondisi desa pada peningkatan usaha home industri untuk memberikan penghasilan tambahan pada ibu sehingga dapat mengungkit daya beli bahan makanan bergizi dan konsumsi pangan yang berkualitas. Kata Kuci: Balita; Penghasilan; Pola Makan; Stunting ABSTRACT Background: The incidence of stunting is still high in Indonesia, this will affect human resources in the future. Stunting children are at higher risk of developing chronic diseases in the future.Objective: Analyze the factors that affect the incidence of toddlers with stunting at Taban Village, Jambe District, Tangerang Regency.Methods: This study uses primary data with the type of cross-sectional research. The study population was families with toddlers on toddler data recorded, in the report on the number of toddlers at the Puskesmas Jambe in 2020. The sample was taken randomly using the systematic random sampling size technique from the list of reports on the number of toddlers in 2020. Data analysis using the chi-square test and logistic linear regression.Results: It was found that the related factors are; mother height (p-value = 0.031), Dietary Habit (P = 0.05), Breastfeeding (P= 0.024), Family income (P = 0.031). The most related to the incidence of stunting in toddlers was Dietary Habit with OR of 2.216, and family income (p. value 0,031) with an OR of 2.031.Conclusion: Dietary Habit and family income are predictors of stunting. It is hoped that the government can encourage the community to take advantage of the natural resources around which are still very broad and can be used to increase the income per capita of the people in Taban village through agricultural efforts, plantations, livestock business improvements and or improving village conditions in improving home industry businesses to provide additional income for the community. mothers so that they can leverage the purchasing power of nutritious food and consumption of quality food. Keywords: Toddlers; Family Income; Dietary Habit; Stunting.
Hubungan Status Gizi dan Mobilisasi Dini Terhadap Involusi Uteri Yizri Novfrida; Rosi Lawarni; Rangga Pusmaika
Indonesian Health Issue Vol. 2 No. 2 (2023): AGUSTUS
Publisher : PublisihingId

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/inhis.v2i2.42

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Segera setelah persalinan, berat rahim sekitar 1000 gram dan selanjutnya mengalami masa proteolitik, sehingga otot rahim menjadi kecil ke bentuknya semula. Pada beberapa keadaan, terjadinya proses involusi rahim tidak berjalan sebagaimana mestinya, sehingga proses pengecilannya terlambat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan status gizi dan mobilisasi dini terhadap involusi uteri pada ibu nifas di Puskesmas Sepatan Kabupaten Tangerang. Metode: Penelitian ini bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional menggunakan chi square. Sampel penelitian ini menggunakan accidental sampling yang berjumlah  38 responden. Penelitian ini menggunakan analisa univariat dan bivariat.  Hasil: Responden dengan status gizi normal mengalami involusi uteri normal sebesar 81,8% dengan nilai P 0,084 ≥ alpha (0,05) berarti tidak adanya hubungan antara status gizi dengan involusi uteri pada ibu nifas. Responden dengan mobilisasi dini baik mengalami involusi uteri normal sebesar 88% dengan nilai P 0,001 ≤ alpha (0,05) berarti adanya hubungan antara mobilisasi dini dengan involusi uteri pada ibu nifas. Kesimpulan: Mobilisasi dini sangatlah penting untuk memperlancar sirkulasi darah dan mengeluarkan cairan vagina (lochea) serta sebagai upaya mempercepat involusi uteri pada ibu nifas. Background: Immediately after delivery, the uterus weighs about 1000 grams and then undergoes a proteolytic period, so that the uterine muscles become small to their original shape. In some circumstances, the uterine involution process does not work as it should, so that the reduction process is delayed. Purpose: This study aims to determine the relationship between nutritional status and early mobilization on uterine involution in postpartum women at the Sepatan Health Center, Tangerang Regency. Methods: This research is analytic in nature with a cross-sectional approach using chi square. The sample used accidental sampling which amounted to 38 respondents. This study uses univariate and bivariate analysis. Results: Respondents with normal nutritional status experienced normal uterine involution of 81.8% with P-value of 0.084 ≥ alpha (0.05) meaning that there was no relationship between nutritional status and uterine involution in postpartum women. Respondents with good early mobilization experienced normal uterine involution of 88% with P-value of 0.001 ≤ alpha (0.05) meaning that there was a relationship between early mobilization and uterine involution in postpartum mothers. Conclusion: Early mobilization is very important to improve blood circulation and expel vaginal discharge (lochea) and as an effort to accelerate uterine involution in postpartum women. Â