Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : JTM

Pengaruh Variasi Kuat Arus pada Proses Elektroplating Alumunium terhadap Ketebalan dan Kekerasan Lapisan Syaifulloh Ahmad; Unung Lesmanah; Ena Marlina
Jurnal Teknik Mesin Vol. 18 No. 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh arus listrik pada proses pelapisan elektroplating terhadap ketebalan dan kekerasan lapisan alumunium alloy 6061, dengan memvariasikan kuat arus 10, 20 dan 30 Ampere, tegangan 12 Volt dan waktu 60 menit. Hasil penelitian mendapatkan nilai ketebalan lapisan tertinggi terjadi pada proses elektroplating dengan lapisan nikel menggunakan kuat arus 30 A, tegangan 12 Volt dan waktu pencelupan 60 menit dengan nilai 22,531 𝜇m dan nilai kekerasan tertinggi di dapat pada proses elektroplating nikel ini menggunakan kuat arus 30 A, tegangan 12 Volt dan waktu pencelupan 60 menit dengan nilai 675,7 VHN. Artinya semakin besar kuat arus yang digunakan maka ketebalan dan kekerasan lapisan akan semakin tinggi. Kata Kunci: Kuat Arus, Elektroplating, Alumunium Alloy 6061, Ketebalan, Kekerasan
PENGARUH VARIASI WAKTU PENCELUPAN PLAT BAJA A36 TERHADAP KETEBALAN dan KEKERASAN PELAPISAN ZN pada PROSES ELEKTROPLATING Miftachul Tofani; Unung Lesmanah; Mochammad Basjir
Jurnal Teknik Mesin Vol. 18 No. 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak sektor industri yang menggunakan lapisan logam krom dan hampir semua manusia menggunakan alat yang terbuat dari logam karena baja A36 banyak digunakan diberbagai komponen sepeda motor, mobil, furniture, dan kontruksi bangunan/jembatan tetapi mudah terkorosi juga berwarna abu-abu, tidak menarik, untuk menghambat korosi serta mempercantik tampilan dilakukan pelapisan. Metode ini menggunakan proses electroplating  dengan pelapisan anoda ZN dan material yang dilapisi adalah baja A36, dan memvariasikan lama waktu pencelupan pada proses electroplating yaitu antara 60, 90, dan 120 menit setelah dilapisi di uji ketebalan dan kekerasan lapisan. Dari hasil penelitian ini menghasilkan nilai ketebalan terkecil pada pelapisan anoda zn pada variasi lama waktu pencelupan 60 menit sebesar 9,7 μm, sedangkan nilai ketebalan tertinggi pada variasi lama waktu pencelupan 120 menit sebesar 17,25 μm. Dan nilai kekerasan terkecil terdapat pada variasi lama waktu pencelupan 60 menit sebesar 265,7 μm, sedangkan nilai kekerasan tertinggi pada variasi lama waktu pencelupan 120 menit sebesar 498,1 μm. Kata Kunci : Ketebalan & kekerasan lapisan, electroplating, Zinc, Baja A36.
ANALISIS VARIASI KUAT ARUS TERHADAP NILAI KETEBALAN DAN KEKERASAN LAPISAN ZN PADA PROSES ELEKTROPLATING BAJA A36 Troy Febrianto; Unung Lesmanah; Mochammad Basjir
Jurnal Teknik Mesin Vol. 18 No. 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di era yang berkembang pada saat ini, masyarakat ataupun pabrik mengalami kemajuan yang signifikan. Banyak sekali barang yang dibuat manusia, untuk tujuan kebutuhan sehari – hari ataupun untuk kebutuhan produksi. dinama barang itu banyak yang dibuat dari logam/baja. Dari macam-macam jenis logam, logam juga memiliki kekurangan yang sangat umum yaitu rentan terhadap korosi. Maka perlu dilakukan pelapisan untuk meningkatkan daya Tarik, dikarenakan logam setelah dilapisi akan terlihat lebih indah, mengkilat, dan memiliki tingkat keawetan yang tinggi.. Pada penelitian ini menggunakan baja A36, dimana baja A36 termasuk jenis baja karbon rendah yang memiliki kekerasan rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perubahan variasi arus terhadap ketebalan dan kekerasan lapisan zinc atau seng selama proses electroplating.Pada penelitian ini menggunakan metode pelapisan electroplating dengan pelapisnya yaitu zinc. Variasi kuat arus pelapisan yaitu 5 A, 15 A, 25 A, dengan waktu pelapisan 60 menit, didapatkan hasil pengujian ketebalan menggunakan Coating Thickness Gauge, hasil pengujian ketebalan tertinggi didapat pada variasi arus 25 A yaitu 3,9 μm, Sedangkan hasil ketebalan ter rendah di dapat pada arus 5 A mendapatkan nilai ketebalan 1,8 μm. Sedangkan hasil uji kekerasan menggunakan Hardness Vickers didapatkan nilai kekerasan tertinggi dengan variasi kuat arus 25 A dengan nilai kekerasan 528,2 HV, sedangkan nilai kekerasan terendah didapat pada kuat arus 5 A dengan nilai kekerasan 400,1 HV. Kesimpulan pada penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi arus pada proses pelapisan maka semakin besar ketebalan dan kekerasan semakin tinggiKata kunci: Baja A36, Electropating, Variasi Kuat Arus, Zinc, Uji kekerasan, Uji ketebalan
ANALISI MIKROSTRUKTUR DAN KEKERASAN PADA PENGECORAN ALUMUNIUM PADUAN MAGNESIUM Ahmad Nidhom Uddin; Unung Lesmanah; Mochammad Basjir
Jurnal Teknik Mesin Vol. 18 No. 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTProses pengecoran logam adalah proses pembuatan produk dimana logam terlebih dahulu dilebur ke dalam tungku peleburan kemudian dituangkan ke dalam cetakan dimana polanya terlebih dahulu dibuat, sampai logam cair tersebut memadat kemudian dikeluarkan dari cetakan. Kemudian proses pengecoran terutama memiliki tiga bagian, satu adalah proses pembuatan cetakan, yang lainnya adalah proses pembuatan bahan inti, dan yang ketiga adalah proses pengecoran logam. Hasil yang diperoleh dari berbagai unsur salah satunya adalah uji mikrostruktur, dengan penambahan magnesium (Mg) lebih banyak.Hasil analisis komputasi coran aluminium dan paduan magnesium untuk mencari nilai kekerasan magnesium yang ditentukan untuk masing-masing magnesium oleh media ekstraksi ketapang. Nilai kekerasannya adalah 236,5 HV untuk campuran 5% Mg pada media ekstraksi ketapang, 318,2 HV untuk campuran 10% pada media ekstraksi Ketapang, dan 323,2 HV untuk campuran 15% Mg pada media ekstraksi ketapang. Dari hasil penelitian ini, nilai kekerasan tertinggi diperoleh pada paduan magnesium 15%, sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin besar perubahan persentase penambahan magnesium (Mg) dan media pendingin pada pengecoran aluminium, semakin keras Kekerasan dan bentuk senyawa intermetalik yang mengarah pada peningkatan sifat mekanik. Kata kunci: aluminium, magnesium, proses pengecoran, air laut, Ekstra Daun Ketapang, larutan HCL, kekerasan Vickers, struktur mikroABSTRACTThe metal casting process is a product manufacturing process that begins with melting the metal into a smelting furnace and then pouring it into a mold that is first made into a pattern,until the molten metal freezes and then is removed from the mold. There are three main parts to the casting process, the first is the mold making process, the second is the core manufacturing process and the third is the metal casting process. The results obtained from the many kinds of alloying elements above, one of which is from the microstructure testing conducted by concluding that the more magnesium (Mg) is added.The results of the analysis and calculation of aluminum casting with magnesium alloy, to find the hardness value of magnesium alloy, the ketapang extract media was determined for each magnesium alloy. for a mixture of 5% Mg in ketapang extract media, the hardness value was 236.5 HV, for a 10% mixture in Ketapang extract media a hardness value was 318.2 HV and for a mixture of 15% Mg in ketapang extract media a hardness value was 323.2 HV. From the results of this study, the highest hardness value was obtained in the Mg alloy of 15%, so it can be concluded that the more the percentage of addition of Magnesium (Mg) and the variation of the cooling medium in aluminum casting will produce a harder hardness and also form intermetallic compounds that cause mechanical properties increase.Keywords :    Aluminum, Magnesium,Casting Process,Seawater, Ketapang Leaf Extract, HCL Solution, Vikers Hardness, Microstructure