p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Sutramas
A. A. Sagung Dewi Rahadiani
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Adaptasi Pelaksanaan Upacara Ngaben Di Br. Tegal Kauh, Desa Pekraman Pohgading, Denpasar Utara A. A. Sagung Dewi Rahadiani; Dewa Ayu Nyoman Sriastuti
Jurnal Sutramas Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ngaben adalah upacara (Pitra Yadnya) yang ditujukan untuk roh leluhur. Ngaben pada intinya adalah untuk mengembalikan roh leluhur (orang yang sudah meninggal) ke tempat asalnya. Upacara ngaben adalah upacara untuk mensucikan roh leluhur orang yang sudah meninggal. Upacara ngaben berkaitan erat dengan konteks sosial dan budaya, karena dalam pelaksanaannya dibutuhkan seluruh anggota keluarga, warga desa atau anggota banjar pakraman (organisasi) yang mengayomi kegiatan adat istiadat di Bali, untuk saling berpartisipasi dan bergotong royong menyelesaikan ritual tersebut. Sejak kasus pertama covid-19 terkonfirmasi di Indonesia pada Maret 2020, Pemerintah mengharuskan pembatasan kegiatan-kegiatan di masyarakat, termasuk kegiatan yang berkaitan dengan Kebudayaan Bali. Penyesuaian terhadap kegiatan- kegiatan adat Bali yang ditunda atau bahkan tidak dilaksanakan di tengah pandemi, sehingga muncul potensi pergeseran karakter budaya Bali dari yang semula mengedepankan aspek komunal menjadi cenderung individualis. Hal inilah yang mendasari dibuatnya beberapa penyesuaian dalam upacara Ngaben yang dilaksanakan di Br. Tegal Kauh, Desa Pekraman Pohgading, Desa Ubung Kaja, Kecamatan Denpasar Utara. Pelaksanaan upacara ngaben tetap dilaksanakan secara konvensional (tidak di krematorium) tetapi diatur agar tidak terjadi kerumunan yang dapat menjadi kluster penyebaran covid-19. Penerapan protokol kesehatan secara ketat juga diterapkan. Sebelum pandemi covid-19, pembuatan banten ngaben biasanya dilakukan dalam waktu bersamaan, melibatkan seluruh anggota PKK. Namun sejak diberlakukan pembatasan kegiatan agar tidak menimbulkan klaster penyebaran Covid-19 baru, maka pembuatan banten ngaben di Br. Tegal Kauh diatur sedemikian rupa. Pembuatan banten dilakukan secaran terpisah, disesuaikan dengan urutan upacara.
Inventarisasi Dan Dokumentasi Pura Dalem Singasari, Desa Pekraman Pohgading A. A. Sagung Dewi Rahadiani; Dewa Ayu Nyoman Sriastuti
Jurnal Sutramas Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam kehidupan beragama di Pulau Bali khususnya agama Hindu, tidak pernah lepas dari kegiatan upacara yadnya. Upacara yadnya merupakan upacara persembahan atau korban suci, baik kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, kepada para resi, kepada leluhur, kepada sesama manusia, maupun kepada para bhuta kala. Pelaksanaan upacara yadnya ini menggunakan sarana bebantenan. Banten upakara merupakan bentuk sesajen yang bertujuan untuk menciptakan keharmonisan antar manusia sebagai pemberi sesaji kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Bebantenan yang digunakan biasanya disesuaikan dengan adat di daerah tersebut atau sesuai dengan desa kala patra. Pembuatan banten, biasanya dipimpin oleh seorang serati. Permasalahan timbul apabila banten ataupun adat yang biasa digunakan tidak tercatat dalam sebuah buku, namun diturunkan secara lisan saja. Sehingga banyak terdapat kelemahannya, terutama banyak hal yang bisa tidak tersampaikan karena keterbatasan daya ingat manusia. Disamping itu, karena tidak adanya pencatatan maka akan menyulitkan di dalam perencanaan anggaran biayanya. Anggaran adalah jenis rencana yang menggambarkan rangkaian tindakan atau kegiatan yang dinyatakan dalam bentuk angka-angka rupiah untuk suatu jangka waktu tertentu. Melalui kegiatan pengabdian pada masyarakat ini, diharapkan masyarakat dapat membuat buku pedoman upakara upacara yadnya sehingga diharapkan agar generasi penerus memiliki panduan dalam pelaksanaan upacara yadnya dan dapat mempermudah masyarakat dalam pelaksanaan pembuatan upakara dalam upacara yadnya.