Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

ANALISIS SIMPANG BERSINYAL PADA SIMPANG ULUWATU, BADUNG, BALI I Pande Made Andika Mulyana Putra; Dewa Ayu Nyoman Sriastuti; Anak Agung Sagung Dewi Rahadiani
Jurnal Teknik Gradien Vol 13 No 2 (2021): Jurnal Teknik Gradien
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/teknikgradien.v13i2.756

Abstract

Kabupaten Badung adalah daerah pariwisata di Pulau Bali yang memliliki penduduk cukup padat. Aktivitas sosial, ekonomi, dan budaya ditandai dengan kegiatan konsumtif, produktif, pelayanan umum, jasa distribusi dan pemerintahan. Kabupaten Badung ini merupakan destinasi pariwisata nasional maupun internasional. Berdasarkan pada data Badan Pusat Statistik Kabupaten Badung di tahun 2020, Kabupaten Badung memiliki luas wilayah total 418,52 km2 dan dengan jumlah penduduk sebesar 670,200 jiwa dengan tingkat laju pertumbuhan per-tahun sebesar 2,35 jiwa/km2 [1], ukuran Kabupaten Badung termasuk kategori besar. Dengan bertambahnya jumlah penduduk yang ada di Kabupaten Badung tiap tahunnya mengakibatkan bertambahnya jumlah kendaraan bermotor. Persimpangan di Kabupaten Badung yang mengalami permasalahan lalu lintas yang cukup tinggi adalah Simpang Uluwatu. Pada simpang uluwatu ini sering terjadinya konflik dan juga kepadatan volume lalu lintas, padatnya simpang uluwatu ini dikarena Jalan Raya Uluwatu dan Jalan Raya Kampus Unud merupakan jalur penghubung antara daerah Sarbagita (Denpasar–Badung–Gianyar–Tabanan). Selain itu, para pengendara sering tidak mematuhi aturan dan berebut ruang jalan dengan cenderung saling mendahului sehingga kondisi tersebut dapat menyebabkan konflik pada simpang. Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) merupakan sarana untuk memudahkan pengaturan para pengendara kendaraan untuk mendapatkan antrian berjalan sesuai dengan urutan yang telah di tentukan. Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas ini ditunjukkan agar kendaraan dapat berjalan dengan tertib dan lancar sesuai dengan lampu indikator yang memberikan tanda kapan harus berhenti, hati – hati, dan kapan harus berjalan sehingga tidak terjadi konflik pada simpang ini. Data yang digunakan terdiri dari data primer (data volume lalu lintas, data geometrik persimpangan, data tata guna lahan) serta data sekunder (data jumlah penduduk dan peta lokasi). Analisis kinerja simpang saat ini menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI 1997). Hasil perhitungan kinerja simpang uluwatu saat ini menghasilkan Derajat Kejenuhan 1,16 dan tundaan 32,02 detik (tingkat pelayanan E). Pengaturan simpang uluwatu dengan sinyal 3 fase menghasilkan Derajat Kejenuhan 1,17 dan tundaan 5,79 detik (tingkat pelayanan B).
PERENCANAAN BANGUNAN GROIN DENGAN BAHAN BATU BUATAN JENIS TETRAPOD DI PANTAI PURNAMA KABUPATEN GIANYAR I Ketut Upadana; Anak Agung Sagung Dewi Rahadiani; Dewa Ayu Nyoman Sriastuti; I Ketut Nudja
Jurnal Teknik Gradien Vol 13 No 2 (2021): Jurnal Teknik Gradien
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/teknikgradien.v13i2.760

Abstract

Pantai Purnama terletak di Kabupaten Gianyar dengan Panjang pantai sekitar 2 km yang dominan digunakan sebagai tempat rekreasi dan acara keagaamaan masyarakat setempat. Dimana Pantai purnama tercatat beberapa kali mengalami erosi dan kemunduran garis pantai akibat gempuran gelombang. Penangann yang sudah dilaksanakan oleh pemerintah yaitu pembangunan revitmen sepanjang 300 M, namun masih mengalami erosi. Untuk menghindari kerusakan lebh lanjut maka direncankan bangunan pelindung pantai yaitu Groin. Groin merupakan bangunan pelindung pantai yang dibuat tegak lurus pantai dan berfungsi menahan transport sedimen untuk mengurangi/menghentikan erosi. Bangunan groin yang direncanakan adalah tipe T 1 seri (2 buah) dengan ujung groin overtopping dan lengan groin non overtopping dengan kala ulang gelombang 25 tahun dan umur rencana bangunan 25 tahun dimana bahan yang digunakan adalah batu buatan ( Tetrapod ). Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang diperlukan untuk konstruksi bangunan groin sebesar Rp 8.422.750,000 (Delapan miliyar empat ratus dua puluh dua juta tujuh ratus lima puluh ribu rupiah).
EVALUASI PERENCANAAN PENGENDALIAN SIMPANG PADA SIMPANG BERSINYAL JL. SUNSET ROAD – JL. IMAN BONJOL, KABUPATEN BADUNG, BALI Hendratma, Diki; Sriastuti, Dewa Ayu Nyoman; Eryani, I Gusti Agung Putu
Jurnal Teknik Gradien Vol 16 No 01 (2024): JURNAL TEKNIK GRADIEN
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/teknik_gradien.v16i01.1178

Abstract

Permasalahan yang terjadi di kota – kota besar adalah kemacetan. Permasalahan kemacetan terjadi pada simpang jalan yang merupakan penghubung jalan antarkota. Permasalahan simpang pada Jalan Raya Sunset Road – Iman Bonjol ini terjadi dikarenakan waktu sinyal dan waktu siklus yang menyebabkan kinerja simpang menurun. Untuk mengetahui permasalahan yang terjadi di simpang Jalan Sunset Road – Iman Bonjol ini menggunakan metode analisis kinerja simpang bersinyal dan perencanaan lampu sinyal dan waktu siklus berdasarkan perhitungan dan metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI, 1997). Tujuan untuk memperbaiki masalah ini adalah dengan menganalisis kembali kinerja simpang dengan perencanaan waktu sinyal dan waktu siklus dan memperbaiki permasalahan pada simpang Jalan Raya Sunset Road – Iman Bonjol. Dari hasil analisis kinerja simpang saat ini menghasilkan tingkat pelayanan (F), sehingga pada analisis perencanaan pada penelitian ini menghasilkan waktu sinyal dan waktu siklus yang lebih efisien dan pada tingkat pelayanan (B) maka dapat mengatasi kemacetan yang terjadi.
PERENCANAAN PENGEMBANGAN RUNWAY BANDAR UDARA INTERNASIONAL I GUSTI NGURAH RAI KABUPATEN BADUNG Mahardika, Made Angga Dharma; Sriastuti, Dewa Ayu Nyoman; Armaeni, Ni Komang
Jurnal Teknik Gradien Vol 16 No 01 (2024): JURNAL TEKNIK GRADIEN
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/teknik_gradien.v16i01.1182

Abstract

Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Pulau Bali merupakan salah satu pusat pariwisata terkemuka di Indonesia yang melayani jumlah penumpang yang terus meningkat setiap tahunnya. Dalam menghadapi tuntutan untuk melayani pesawat dengan kapasitas penumpang yang lebih besar, seperti Airbus A380-800, perencanaan pengembangan dimensi runway menjadi penting. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan dimensi dan perkerasan runway yang diperlukan untuk mengakomodasi operasional pesawat tipe Airbus A380-800 di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Metode perhitungan dimensi runway didasarkan pada persyaratan pesawat terbesar yang beroperasi di bandara tersebut, dengan mempertimbangkan faktor koreksi elevasi, suhu, dan kelandaian. Hasil analisis menunjukkan bahwa kebutuhan panjang runway ideal adalah sekitar 4.628,96 meter dengan lebar minimum 60 meter. Perencanaan perkerasan lentur menggunakan metode Federal Aviation Administration (FAA) memberikan ketebalan yang diperlukan untuk menanggung beban operasional pesawat, dengan nilai total perkerasan sebesar 129,38 cm. Penelitian ini memberikan manfaat bagi mahasiswa dalam memahami proses perencanaan dimensi dan perkerasan runway, sementara bagi institusi dan pemerintah, hasilnya dapat menjadi masukan dalam pengembangan infrastruktur bandara. Bagi masyarakat umum, penelitian ini juga meningkatkan pemahaman tentang aspek teknis dalam pengelolaan bandara. Dengan demikian, peningkatan kapasitas dan kualitas infrastruktur bandara diharapkan dapat mendukung pertumbuhan pariwisata dan perekonomian lokal.
KAJIAN KEBUTUHAN DAN PENDAPATAN PARKIR PADA KAWASAN OBJEK WISATA PANTAI KELAN KABUPATEN BADUNG BALI Rahmayanti, Ni Made Prisca; Sriastuti, Dewa Ayu Nyoman; Aryastana, Putu
Jurnal Ilmiah MITSU (Media Informasi Teknik Sipil Universitas Wiraraja) Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah MITSU
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/ft.v12i1.2744

Abstract

Badung Regency is one of the largest contributors to regional economic income, namely in the world of tourism, especially the South Badung area which is famous for its many beach tourism objects which attract many foreign and local tourists. Availability of parking spaces, of course, must have good parking services in order to optimally utilize the available parking space capacity. This research focuses on planning the need for parking space and parking revenue for two-wheeled vehicles and four-wheeled vehicles in the Kelan Beach tourist area, because parking is one of the supports for tourism so that visitors can feel comfortable and can realize an adequate parking pattern. The planned land area for parking two and four-wheeled vehicles at Kelan Beach is 2097.30 m² in total. The survey method used is the cordon count and patrol method. Characteristics of parking for two-wheeled vehicles include the highest volume, namely 461, accumulation of 141 vehicles, duration of 1.63 hours, capacity of 173, turnover rate of 0.18, index of 0.68 less than (<) 1.00, which means the need for parking is below capacity/sufficient, and four-wheeled characteristics include volume maximum of 163, accumulation of 33 vehicles, duration of 1.48 hours, capacity of 49, turnover rate of 0.23, index of 0.57 less than (<) 1.00 which means parking needs are below capacity and do not need expansion. The parking space requirements for two-wheeled and four-wheeled vehicles are 63 and 20 slots respectively. The parking layout at Kelan Beach tourist destination adopts a 90° angle pattern for both two-wheeled and four-wheeled vehicles, with respective parking space dimensions of 0.75 m x 2.00 m and 2.50 m x 5.00 m. The projected annual parking revenue is estimated at IDR.499,441,667.00, calculated based on fixed rates. Paving blocks are chosen for the parking surface, with a cost of IDR.441,345,000.00.
PENGABDIAN MASYARAKAT PERANCANGAN AKSESIBILITAS GAMAT BAY NUSA PENIDA Wahyudi Linggasani, Made Anggita; Ida Bagus Gede Parama Putra; Dewa Ayu Nyoman Sriastuti
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Abdi Masyarakat Mei 2024
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jaim.v7i2.5199

Abstract

Kawasan Eksisting Gamat Bay sebagian besar terdapat kawasan hutan lindung yang kedepannya akan diusulkan menjadi salah satu DTW Gamat Bay. Hutan lindung memiliki pesona yang tidak kalah dengan pesisir gamat Bay namun potensinya belum banyak dikenal orang. Oleh karena itu Desa Sakti ingin mengembangkan DTW Gamat Bay sebagai ekspansi daya tarik yang ditawarkan bagi wisatawan untuk menikmati sudut lain dari Pulau Nusa Penida. Terdapat lima pilar yang dapat berperan dalam pengembangan pariwisata terhadap kawasan Nusa Penida khususnya Gamat Bay yang terdiri dari Atraksi, Aksesibilitas, Amenitas, Ancilleries dan Comunity Involvement. Kawasan Hutan Lindung dalam kawasan Gamat Bay di Desa Sakti memiliki luasan sekitar 33 hektar sebagai Hutan Lindung. Secara harfiah perancangan aksesibilitas dan RTH dapat menjadi hal utama dalam perancangan kawasan pariwisata sebagai penghubung antar zona maupun antara fasilis. Pada umumnya aksesibilitas merupakan derajat kemudahan pencapaian maupun penggunaan baik terhadap lingkungan maupun objek serta pelayanan. Aksesibilitas terbagi atas dua, yakni aksesibilitas fisik dan non fisik, aksesibilitas fisik meliputi akses pada bangunan umum, akses pada jalan umum, pada pertamanan dan pemakaman umum, dan taman kota. Aksesibilitas dirancangan sebagai penghubung area antar zona serta sebagai akses terhadap fasiltias-fasilitas penunjang pariwisata pada Kawasan Hutan Lindung. Perancangan aksesibilitas sangat memperhitungkan faktor-faktor dasar dalam merencanakan aksesibilita yang lebih aksesibel dan mendukung kegiatan konservasi hutan lindung
ANALISIS KINERJA PERSIMPANGAN SEBAGAI IMPLEMENTASI TUJUAN MANAJEMEN LALU LINTAS (KASUS PERSIMPANGAN HANGTUAH TIMUR-HANGTUAH BARAT-SEDAP MALAM-TUKAD NYALI DENPASAR) Dewa Ayu Nyoman Sriastuti; A.A. Gde Sumanjaya; Made Putra Sanjaya
PADURAKSA: Jurnal Teknik Sipil Universitas Warmadewa Vol. 5 No. 2 (2016)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/pd.5.2.374.1-12

Abstract

Permasalahan lalulintas di Kota Denpasar saat ini merupakan salah satu permasalahan yang perlu mendapat penanganan yang serius dari pemerintah dan semua unsur yang terkait. Dari berbagai permasalahan lalulintas yang ada, permasalahan lalulintas yang krusial di kota Denpasar saat ini adalah terjadinya kemacetan di ruas-ruas jalan dan persimpangan kota Denpasar khususnya pada persimpangan bersinyal. Hal ini sebagai akibat dari semakin padatnya penduduk yang menyebabkan peningkatan mobilitas dan menimbulkan peningkatan tarikan dan bangkitan perjalanan dengan segala jenis aktifitasnya. Salah satu persimpangan di Kota Denpasar yang mempunyai permasalahan kemacetan lalulintas adalah simpang Hangtuah Timur-Hangtuah Barat - Sedap Malam-Tukad Nyali di daerah Sanur. Kapasitas persimpangan saat ini sudah tidak mampu menampung volume kendaraan yang lewat terutama pada jam-jam sibuk dan pada kondisi lingkungan tertentu seperti saat hari libur dan saat berlangsungnya upacara keagamaan karena simpang Hangtuah Timur- Hangtuah Barat - Sedap Malam-Tukad Nyali ini merupakan jalan akses menuju Pantai Sanur dimana Pantai Sanur merupakan salah satu lokasi penyelenggaraan upacara keagamaan dan merupakan salah satu pantai sebagai obyek wisata serta penyeberangan menuju Pulau Nusa Penida dan pulau-pulau disekitarnya. Disamping kapasitas yang sudah tidak sesuai dengan volume, masalah pengaturan persimpangan juga menjadi indikator penyebab permasalahan lalulintas di persimpangan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode observasi dengan melakukan survai lalulintas tepi jalan pada masing-masing pendekat simpang Hangtuah Timur-Hangtuah Barat - Sedap Malam-Tukad Nyali. Survai lalulintas yang dilakukan adalah survai unjuk kerja berupa volume lalu lintas dan kinerja simpang, dimana hasil survai ini digunkan sebagai indicator pembanding terhadap kapasitas pendekat simpang dan evaluasi terhadap pengaturan sinyal pada simpang. Volume lalu lintas total pada periode jam puncak pagi sebesar 35028.4 SMP/Jam, jam puncak siang sebesar 32008.4 SMP/Jam dan jam puncak sore sebesar 35030 SMP/jam dengan pengaturan simpang 2 fase dengan waktu total kehilangan (L) 16 detik, waktu siklus optimum (Co) 45 detik, total waktu hijau efektif (WHE) 29 detik, Waktu hijau efektif (WHE) untuk Fase 1 = WHE_1 17 detik, Fase 2 = WHE_2 12 detik, Waktu hijau aktual (WHA) untuk WHE_1 = 18 detik, WHE_2 = 13 detik. Kata kunci: Kinerja simpang, Kemacetan, Manajemen Lalulintas
ANALISIS RISIKO PEMODELAN CASH FLOW PROYEK INVESTASI REAL ESTATE DI KABUPATEN BADUNG DENGAN PROGRAM @RISK Ni Komang Armaeni; I Wayan Widanan; Dewa Ayu Nyoman Sriastuti
PADURAKSA: Jurnal Teknik Sipil Universitas Warmadewa Vol. 5 No. 2 (2016)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/pd.5.2.377.46-62

Abstract

Pendanaan dalam investasi proyek-proyek real estate biasanya dilakukan dengan cara konvensional yaitu pendanaan dengan modal sendiri dan pinjaman berupa hutang jangka panjang dalam komposisi tertentu. Hal ini tentunya menjadi kendala yang akan dihadapi oleh perusahaan maupun investor yaitu ketersediaan dana internal dan karakteristik dari masing-masing sumber pendanaan sehingga mengakibatkan biaya modal dan tingkat pengembalian modal yang tidak optimal. Keadaan tersebut merupakan suatu hal yang menarik untuk diamati, sehingga risiko-risiko yang mungkin timbul dalam investasi proyek-proyek real estate dapat diminimalkan dan selanjutnya dapat dipilih beberapa alternatif investasi yang paling rasional. Untuk kondisi di Kabupaten Badung, belum ditemukan adanya kajian tentang risiko investasi dalam bidang real estate. Oleh karena itu penelitian ini sangat penting untuk dilaksanakan sehingga dapat mengantisipasi risiko kerugian dalam investasi real estate di Kabuapten Badung. Tujuan penelitian ini adalah untuk dapat mengetahui besar probabilitas keuntungan atau kerugian yang terjadi, mengetahui pengaruh komposisi modal dan faktor yang dominan mempengaruhi risiko dari berbagai skenario investasi real estate di kabupaten Badung sehingga dapat bermanfaat bagi investor yang akan menanamkan modalnya untuk melakukan investasi real estate di kabupaten Badung dan dapat mempertimbangkan hal-hal yang berkaitan dengan risiko-risiko yang mungkin terjadi. Adapun metode yang digunakan adalah metode inferensial, yaitu suatu metode untuk menganalisis data dari suatu sampel untuk kemudian membuat kesimpulan tentang populasinya. Sedangkan analisis risiko yang dilakukan adalah analisis risiko secara kuantitatif (quantitative risk analysis) dengan program @ Risk. Hasil analisis risiko dengan program @Risk dengan diagram Distribusi menunjukkan bahwa semakin besar modal sendiri semakin besar probabilitas nilai NPV > 0 dan nilai BCR > 1 yang berarti bahwa semakin besar peluang untuk memperoleh keuntungan yang lebih besar dan peluang mengalami kerugian yang lebih kecil. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa terdapat 4 variabel penting yang memberikan pengaruh sangat besar (berkorelasi) terhadap NPV dan BCR yaitu luas lahan dan harga lahan per m2 memberikan korelasi negatif, harga rumah tipe 45/100 dan harga rumah tipe 54/100 memberikan korelasi positif. Kata kunci: investasi real estate, analisis risiko kuantitatif dan program @ Risk
ANALISIS POTENSI PERMINTAAN (DEMAND) ANGKUTAN UMUM PADA KORIDOR JALAN RAYA SESETAN DENPASAR Dewa Ayu Nyoman Sriastuti
PADURAKSA: Jurnal Teknik Sipil Universitas Warmadewa Vol. 6 No. 1 (2017)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/pd.6.1.460.66-75

Abstract

ABSTRACT Denpasar city is the center of government, trade, education, tourism and various services are indicators of changes in land use, density, movement, and high population, impact on economic improvement, social culture and transportation activities, especially traffic activity. Incriesed activities are followed by an increase in private vehicle usage, which causes transportation problems to become more complex. Therefore, transportation system planning especially in terms of transportation is an urgent thing to do. One of the important transportation systems planning to help solve the transportation problem is the planning of public transportation arrangement. Public transport routes in the Denpasar city have not spread evenly to serve the potential demand for public transportation, such as in the area of South Denpasar for example, there is no public transport routes that serve the community to conduct student activities, public transportation, so that necessary to study the potential demand of public transport, especially on Jalan Raya Sesetan corridor in South Denpasar. The service of reliable public transport is solution to create an effective, efficient and economical route in the utilization of road space and fuel consumption. The objective of providing public transportation which effective, efficient and economical will be achieved if the characteristics of users around the planned service corridor mainly concern the potential of public transport demand is known. Characteristics along the service corridor include the number of family members, the number of workers, the number of students, the number of potential trips, the number of vehicles owned, the monthly family income, the interest in the use of public transport. The result shown the average number of population in the service corridor is 21431 in which all villages have an average N value greater than the value of R (R = 20), thus fulfilling in public transport service, while the number of passengers is 17543 movements. Keyword: micro-hydro, soil bearing capacity, foundation design
PERENCANAAN BANGUNAN PEMECAH GELOMBANG TERENDAM (SUBMERGED BREAKWATER) DENGAN BAHAN BATU BUATAN (DOLOS) DI PANTAI MASCETI, KABUPATEN GIANYAR I Gusti Agung Angga Nuryana; I Gusti Agung Putu Eryani; Dewa Ayu Nyoman Sriastuti
PADURAKSA: Jurnal Teknik Sipil Universitas Warmadewa Vol. 6 No. 2 (2017)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/pd.6.2.489.203-212

Abstract

Masceti beach is one of beach area in Gianyar Regency has erosion 2.006 km. Selection of the type of building breakwaters in terms of aesthetic aspects without reducing the beauty and sanctity of the temple, then selected submerged breakwaters with artificial stone materials (dolos). The use of artificial stone materials (dolos) is used considering the previous building that has not been too effective and has begun to break because it is not strong to withstand the onslaught of waves that hit the area. Result of analysis shown heigh of submerged break water is 3.2 m, 1st layer stone weight is 1 ton, 2nd layer stone weight is 61 kg, 3rd layer stone weight is 3 kg, top wide is 2.652 m, 1st layer width is 1.268 m, 2nd layer width is 0.588, foot width is 0.8 m, foot wide is 1.14 m, foot stone weight is 44 kg. Budget plan for construct two submerged breakwater are IDR 4,872,332,000.00. Keyword: erosion, wave, submerged, breakwater