Hatta Hatta
UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Religious Moderation in Multicultural Education Management Practices: Elementary School Strategies in Facing Diversity Challenges ahmad munir; Hatta Hatta; Ahmad Royani``; Abdul Karim; Seiniyeh Tussarifah
LEADERIA: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 7 No. 1 (2026): LEADERIA : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah masih lemahnya internalisasi nilai moderasi beragama di lembaga pendidikan dasar dalam menghadapi keberagaman. Minimnya pemahaman terhadap perbedaan dan kurangnya implementasi pendidikan multikultural dapat memicu intoleransi. Oleh karena itu, perlu dikaji bagaimana praktik manajemen pendidikan multikultural di sekolah dasar dapat menjadi strategi efektif dalam menanamkan nilai moderat dan membentuk generasi yang toleran serta inklusif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi lapangan di SD Pelita Hati Jember. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, dengan teknik purposive sampling. Analisis menggunakan model Miles, Huberman, dan SaldaƱa melalui kondensasi data, penyajian, dan verifikasi, serta validasi data dilakukan dengan triangulasi dan member checking untuk menjaga keabsahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SD Pelita Hati Jember memiliki komitmen kuat terhadap pendidikan multikultural inklusif dan global melalui integrasi Kurikulum 2013 dan Cambridge, kepemimpinan toleran, serta program lintas budaya. Pembelajaran aktif dan peran guru inklusif membentuk karakter moderasi beragama. Namun, keterbatasan infrastruktur menjadi tantangan utama. Keberlanjutan pendidikan multikultural memerlukan dukungan kelembagaan dan penguatan kapasitas guru. Sekolah ini menjadi model strategis dalam membangun karakter moderat di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan model praktik manajemen pendidikan multikultural yang aplikatif di sekolah dasar. Temuan ini dapat menjadi acuan bagi pembuat kebijakan dan pendidik dalam merancang strategi pembelajaran inklusif untuk menumbuhkan karakter moderat di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
MULTICULTURAL EDUCATION TO BUILD THE MODERATE-RELIGIOUS CHARACTER AT BAITUL ARQAM ISLAMIC BOARDING SCHOOL Hatta Hatta; Mursalim Mursalim; Muhammad Junaidi; Najibul Khoir; Abu Bakar Sirajo Magaji; Martha Adriana Maza
Fenomena Vol 21 No 2 (2022): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v21i2.131

Abstract

The widespread act of radicalism under the guise of Islam has placed Muslims as the accused. The discussion of jihad in Islamic teachings is often referred to as the primary source of violence. Likewise, pesantren (Islamic boarding school) is also accused of instilling radicalism. Therefore, it is urgently needed to provide an understanding of education in pesantren. Whether pesantren contribute to radicalism, or conversely, it has become a torch for moderation and respect for human rights. This research is carried out to describe the value of multicultural education and how it is taught in building the moderate-religious character at Baitul Arqom Islamic Boarding School Jember. A qualitative method with observation, interview, and documentation techniques of data collection is used for this research. The data analysis is a descriptive qualitative method, while the source and technique triangulation are shown for the validity of the data. The study highlights that in building the moderate-religious character at Baitul Arqom Islamic boarding school, kyai and teachers preach the values of honesty, tolerance, democracy, togetherness, and cooperation. These values are promoted through the comparative study of madhab books and religions, moral habituation, history, and culture. Eventually, it affects the growth of the moderate-religious character, tolerance, and mutual respect.