Serepina Yoshika Hasibuan
STT Mawar Saron Lampung

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pembinaan Karakter Anak melalui Aktivitas Bermain, Drama Fabel dan Kontemplasi di GPIN Bukit Zaitun Bandar Lampung Serepina Yoshika Hasibuan; Setiaman Larosa
Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 2: September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/realcoster.v5i2.178

Abstract

love for God. From the evaluation results of Sunday school teachers and parents, it is known that changes in Character building of children can be done in many ways. However, unfortunately there are still not many servants of God who have succeeded in designing an activity that is fun, not boring, full of entertainment but also teaches spiritual character in depth This paper discusses three methods used in children's character-building activities, namely playing activities, staging fable dramas and nights of contemplation. These three events are packaged in such a way in two days to create a fluid atmosphere, fun but also touching the hearts of every child. This character development of children is manifested in the context of Community Service activities carried out by STTMSL lecturers in collaboration with Sunday school teachers at GPIN Bukit Zaitun Panjang on January 14-15, 2021. Through this series of activities, several characters to be built include: honesty, mutual respect, concern and children's behavior and character are seen that are in line with the target of the activity.Keywords: character building; contemplation; drama; playing  AbstrakPembinaan karakter anak dapat dilakukan dengan banyak cara. Namun, sayangnya masih belum banyak pelayan Tuhan yang berhasil merancang sebuah kegiatan yang menyenangkan, tidak membosankan, penuh hiburan tetapi juga mengajarkan karakter rohani secara mendalam. Tulisan ini membahas tiga cara yang dipakai dalam kegiatan pembinaan karakter anak yakni aktivitas bermain, pementasan drama fabel dan malam kontemplasi. Ketiga acara ini dikemas sedemikian rupa dalam dua hari untuk membuat suasana cair, menyenangkan tetapi juga menyentuh hati setiap anak. Pembinaan karakter anak ini diwujudkan dalam konteks kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang dilakukan oleh dosen STTMSL bekerja sama dengan guru-guru sekolah minggu di GPIN Bukit Zaitun Panjang pada 14-15 Januari 2021. Melalui rangkaian kegiatan ini, beberapa karakter yang hendak dibangun antara lain: kejujuran, saling menghargai, kepedulian dan kecintaan pada Tuhan. Dari hasil evaluasi guru sekolah minggu dan orang tua, diketahui bahwa nampak perubahan perilaku dan karakter anak yang mengarah sesuai dengan sasaran kegiatan.Kata kunci: bermain; drama; kontemplasi; pembinaan karakter
Pendidikan Anti Korupsi Berdasarkan Doa Bapa Kami pada Matius 6:11-13 dan Implementasinya pada Pelajaran Pendidikan Agama Kristen Serepina Yoshika Hasibuan
CHARISTHEO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 3, No 1 (2023): September 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Anugrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54592/jct.v3i1.142

Abstract

Corruption prevention needs to be done starting from education. Promoting anti-corruption education must be integrated into all subjects including Christian Religious Education in elementary school. This article aims to understand the meaning of the Our Father's prayer in three phrases namely "forgive us", "give us our sufficient food" and "do not lead us into temptation" in order to underlie anti-corruption education in PAK lessons. This research was conducted using a qualitative analysis method using literature studies specifically the exegesis method to explore the religious and social values contained in the three phrases in the Lord's Prayer. The results of this study indicate that the Lord's Prayer can be implemented as anti-corruption education material in PAK lessons because it teaches the principles of honesty, concern for others, justice and spiritual and social responsibility. So, teacher can implement anti corruption education based on the Lord’s prayer. AbstrakPenanggulangan korupsi perlu dilakukan mulai dari bangku pendidikan. Penggalakan pendidikan anti korupsi wajib diintegrasikan ke semua mata pelajaran termasuk Pendidikan Agama Kristen di sekolah dasar. Artikel ini bertujuan untuk memahami makna doa Bapa Kami dalam tiga frasa yaitu “ampunilah kami”, “berilah kami makanan kami yang secukupnya” dan “janganlah membawa kami ke dalam pencobaan” guna mendasari pendidikan anti korupsi pada pelajaran PAK. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif analisis yang menggunakan studi literatur secara khusus metode eksegesis untuk menggali nilai-nilai religius dan sosial yang terkandung dalam tiga frasa di Doa Bapa Kami. Hasil penelitian ini menunjukkan Doa Bapa Kami dapat diimplementasikan sebagai materi pendidikan anti korupsi pada pelajaran PAK karena mengajarkan prinsip kejujuran, kepedulian dengan sesama, keadilan serta tanggung jawab spiritual dan sosial. Jadi Guru PAK dapat menerapkan pendidikan Anti Korupsi dengan mendasarinya pada pembelajaran Doa Bapa Kami. Kata kunci: Doa Bapa Kami; pendidikan anti korupsi; karakter  
Workshop Pengenalan Bahasa Yunani sebagai Bahasa Asli Alkitab Perjanjian Baru kepada Masyarakat Kristen sekitar Tulang Bawang Serepina Yoshika Hasibuan; Agustin Margaretta Kurnia; Arjuanto Adu; Yoseph Viky Bria; Kalep Iplara; Yulius Mako; Yeremia Bagus Kurniawan
Diakoneo : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2025): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minimnya pengetahuan jemaat mengenai bahasa asli Perjanjian Baru menjadi isu yang perlu mendapatkan perhatian, khususnya dalam upaya memperdalam pemahaman akan Firman Tuhan secara lebih komprehensif. Menjawab kebutuhan tersebut, Sekolah Tinggi Teologi Mawar Saron Lampung melalui dosen dan mahasiswa semester III melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berupa workshop pengenalan bahasa asli Alkitab Perjanjian Baru. Workshop dipilih sebagai metode pelaksanaan karena bersifat partisipatif dan interaktif, yang memungkinkan peserta tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga berlatih langsung dalam bentuk praktik. Rangkaian kegiatan meliputi pemaparan materi mengenai pengenalan bahasa Yunani, analisis teks Alkitab, simulasi huruf Yunani, kuis nyanyian/yell alfabet Yunani, serta diakhiri dengan sesi ramah tamah dan dokumentasi bersama. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan wawasan awal kepada peserta tentang Bahasa Yunani sebagai bahasa asli Perjanjian Baru, sehingga dapat menumbuhkan minat belajar lanjutan serta kecintaan terhadap Alkitab sebagai Firman Tuhan, penuntun kehidupan bagi umat kristiani. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui penyebaran kuisioner yang terbukti menunjukkan antusiasme tinggi dari peserta, namun masih minim analisis teks karena waktu yang singkat. Hasil ini menegaskan bahwa kegiatan lanjutan perlu dilaksanakan secara berkesinambungan dengan dukungan pihak terkait, sehingga manfaatnya semakin luas dan berkelanjutan.