ibrahim ibrahim
Sekolah Tinggi Teologi Blessing Indonesia Makassar

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Kajian Tentang Kedatangan Kristus Kedua Kali Berdasarkan 1 Tesalonika 4:13-18 Serta Relevansinya Bagi Orang Percaya ibrahim ibrahim
Davar : Jurnal Teologi Vol 3, No 1 (2022): Juni
Publisher : Sekola Tinggi Teologi Sangkakala Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55807/davar.v3i1.45

Abstract

Abstract            The purpose of this research is to find out and get a clearer understanding of the Second Coming of Christ according to 1 Thesaonical 4:13-18. Methods This paper uses descriptive qualitative research methods with a literature study approach. The results of this study can be concluded that the event of death is not the end of everything for the lives of believers, but only a temporary separation that will be reunited on the second day of the Lord Jesus Christ. 1 Thessalonians 4:13-18, describes and explains that the second coming of Christ is the basis for the hope of believers that those who died in the Lord will be raised first in the event of the parousia. This is at the same time a news of consolation for those who are left behind by their loved ones.Key Works: The Second Coming of Christ; Parousia; Rapture. Abstrak            Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendapatkan pengertian yang lebih jelas tentang kedatangan Kristus Kedua kali sesuai dengan 1 Tesalonika 4:13-18. Metode Yang digunakan tulisan ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literasi. Hasil dari kajian ini dapat disimpulkan bahwa Peristiwa kematian bukanlah akhir dari segala-galanya bagi kehidupan orang percaya, tetapi hanya pemisah sementara yang kelak akan dipertemukan kembali pada hari kedatang Tuhan Yesus Kristus kedua kali.  1 Tesalonika 4:13-18, menggambarkan dan menjelaskan bahwa kedatangan Kristus kedua kali merupakan dasar bagi pengharapan orang-orang percaya bahwa orang-orang yang mati dalam Tuhan akan dibangkitkan lebih dahulu pada peristiwa parousia. Hal ini sekaligus menjadi sebuah berita penghiburan bagi orang-orang yang ditinggalkan oleh orang-orang yang dikasihinya.Kata Kunci: Kedatangan Kristus Kedua Kali; Parousia; Pengangkatan.
Kapabilitas Gembala Sidang terhadap Pertumbuhan Gereja pada Masa Kini Ibrahim Ibrahim
EULOGIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 2, No 1: Mei 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Blessing Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62738/ej.v2i1.21

Abstract

Leadership is an activity that really determines the progress and retreat of an organization or institution. Likewise, Christian leadership is an activity of Christian leaders to develop church organizations both in quantity and quality. The purpose of this study is to determine the capability of the pastor to the growth of the church today, as well as to clearly describe the facts found in the sphere of leadership and the growth of the church itself. The research methodology used in this study uses a descriptive qualitative method through a literature study approach. The results of the study indicate that a pastor is obliged to serve the congregation and is responsible to God for the life of the congregation he shepherds. A pastor is responsible for shepherding, nurturing, and keeping watch over the sheep entrusted to him, both in quality and quantity. Church growth is important and desired by many church leaders. In the hands of a leader depend on many decisions that will greatly determine the direction of the church, even the growth of the church and the maturity of the congregation. The capabilities of a congregation shepherd play an important role in the success of the shepherding ministry. AbstrakKepemimpinan adalah suatu kegiatan yang sangat menentukan maju dan mundurnya sebuah organisasi atau lembaga. Demikian juga halnya dengan kepemimpinan Kristen, yang merupakan se-buah kegiatan para pemimpin Kristen untuk mengembangkan organisasi gereja baik secara kuantitas maupun kualitas. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kapabilitas gembala sidang terhadap pertumbuhan gereja di masa kini, serta menjabarkan secara jelas fakta-fakta yang ditemui dalam lingkup kepemimpinan serta pertumbuhan gereja itu sendiri. Metodologi penelitian yang digu-nakan dalam penelitian ini menggunakan metode kualiatif deskriptif melalui pendekatan studi pus-taka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seorang gembala berkewajiban untuk melayani jemaat dan bertanggung jawab terhadap Tuhan atas kehidupan jemaat yang digembalakannya. Seorang gembala sidang bertanggung jawab dalam hal menggembalakan, memelihara, menjaga mengawasi domba-domba yang dipercayakan kepadanya, baik secara kualitas maupun kuantitas. Pertumbuhan gereja adalah hal yang penting dan diinginkan oleh banyak pemimpin gereja. Di tangan seorang pemimpin tergantung banyak keputusan yang akan sangat menentukan arah dari gereja, bahkan pertumbuhan gereja dan kedewasaan jemaatnya. Kapabilitas seorang gembala sidang berperan penting dalam keberhasilan pelayanan penggembalaan.
Makna Frasa Kerjakan Keselamatanmu Dalam Filipi 2:12 Serta Implikasinya Bagi Orang Kristen Suwandy Loardi; Ibrahim Ibrahim
EULOGIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 3, No 2 (2023): November 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Blessing Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62738/ej.v3i2.52

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this research is to find out the true meaning of the phrase work out your own salvation in Philippians 2:12. The method used in this paper uses descriptive qualitative research methods and biblical studies. The results of this research can be concluded that the command "work out your own salvation" is a command that Paul conveyed to the congregation at that time who were believers to be able to obediently work out for themselves the salvation they already had with fear and trembling, because God Himself had done it. everything in the believer. The word do in the middle form shows that believers are asked to do this for themselves, in this context that is working for salvation. Then the passive form refers to the statement in verse 13 which says that it is actually God who works for believers both the will and the ability to act.Keywords: Work Out Own Your Salvation; ChristiansABSTRAKTujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui makna sesungguhnya dari frasa kerjakan keselamatanmu dalam Filipi 2:12. Metode Yang digunakan tulisan ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dan kajian biblika. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa perintah “kerjakan keselamatanmu” merupakan perintah yang Paulus sampaikan kepada jemaat pada saat itu yang adalah orang percaya untuk dapat dengan taat mengerjakan bagi dirinya sendiri keselamatan yang telah dimiliki itu dengan takut dan gentar, karena Allah sendiri yang telah mengerjakan segala sesuatunya di dalam orang percaya. Kata Kerjakan dalam bentuk middle menunjukkan bahwa orang percaya diminta untuk mengerjakan hal ini bagi dirinya sendiri, dalam konteks ini yaitu mengerjakan keselamatan. Lalu bentuk passive menunjuk pada pernyataan di ayat 13 yang mengatakan bahwa sebenarnya Allahlah  yang mengerjakan bagi orang percaya baik kemauan maupun kemampuan bertindak.Kata Kunci: Kerjakan Keselamatanmu; Orang Kristen
Efektivitas Pelayanan Konseling Kristen terhadap Keharmonisan Keluarga di Gereja Bethel Indonesia “Filadelfia” Makassar Ibrahim Ibrahim
EULOGIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 1, No 1: Mei 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Blessing Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62738/ej.v1i1.9

Abstract

One of the problems faced by Christian families is the failure to resolve problems in the family, especially in marriage so that the family becomes disharmonious and leads to a divorce. The purpose of this study was to determine the influence of counseling on family harmony in the Gereja Bethel Indonesia Filadelfia Makassar. The research methodology used in this study uses quantitative methods with a questionnaire approach and literature study. After conducting research, it was found that there was a significant influence between Christian counseling services on family harmony at the Gereja Bethel Indonesia Filadelfia Makassar. The results showed that the higher the understanding of Christian Counseling Services at the Gereja Bethel Indonesia Filadelfia Makassar, the greater the family harmony, and vice versa. The results of the analysis also obtained the ryx2 value (coefficient of determination) of 0.255 or 25.5%, meaning that the contribution of the Christian Counseling Service variable in forming the Family Harmony variable at the Indonesian Bethel Church Filadelfia Makassar is 25.5%, while the remaining 74.5% is explained by other factors that have not been studied in this study.  AbstrakSalah satu yang dihadapi oleh keluarga Kristen adalah kegagalan dalam menyelesaikan persoalan-persoalan dalam keluarga khususnya pernikahan, sehingga keluarga menjadi tidak harmonis serta berujung pada sebuah perceraian. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengeta-hui seberapa besar pengaruh pelayanan konseling terhadap keharmonisan keluarga di Gereja Bethel Indonesia Filadelfia Makassar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif melalui pendekatan studi pustaka dan kuisioner. Setelah melakukan penelitian ditemukan bahwa  ada pengaruh yang sinifikan antara pelayanan konseling Kristen terhadap keharmonisan keluarga di Gereja Bethel Indonesia Filadelfia Makassar.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi Pemahaman Pelayanan Konseling Kristen  di Gereja Bethel Indonesia Filadelfia Makassar, akan mengakibatkan Keharmonisan Keluarga meningkat, demikian pula sebaliknya. Berdasarkan hasil analisis juga diperoleh nilai ryx2 (koefisien determinasi) sebesar 0,255 atau 25,5%,   ini berarti sumbangan variabel Pelayanan Konseling Kristen dalam membentuk variabel Keharmonian Keluarga di Gereja Bethel Indonesia Filadelfia Makassar adalah  25,5%,  sedangkan sisanya yang  sebesar 74,5% dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang belum dikaji dalam penelitian ini.