ibrahim ibrahim
Sekolah Tinggi Teologi Blessing Indonesia Makassar

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Kajian Tentang Kedatangan Kristus Kedua Kali Berdasarkan 1 Tesalonika 4:13-18 Serta Relevansinya Bagi Orang Percaya ibrahim ibrahim
Davar : Jurnal Teologi Vol 3, No 1 (2022): Juni
Publisher : Sekola Tinggi Teologi Sangkakala Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55807/davar.v3i1.45

Abstract

Abstract            The purpose of this research is to find out and get a clearer understanding of the Second Coming of Christ according to 1 Thesaonical 4:13-18. Methods This paper uses descriptive qualitative research methods with a literature study approach. The results of this study can be concluded that the event of death is not the end of everything for the lives of believers, but only a temporary separation that will be reunited on the second day of the Lord Jesus Christ. 1 Thessalonians 4:13-18, describes and explains that the second coming of Christ is the basis for the hope of believers that those who died in the Lord will be raised first in the event of the parousia. This is at the same time a news of consolation for those who are left behind by their loved ones.Key Works: The Second Coming of Christ; Parousia; Rapture. Abstrak            Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendapatkan pengertian yang lebih jelas tentang kedatangan Kristus Kedua kali sesuai dengan 1 Tesalonika 4:13-18. Metode Yang digunakan tulisan ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literasi. Hasil dari kajian ini dapat disimpulkan bahwa Peristiwa kematian bukanlah akhir dari segala-galanya bagi kehidupan orang percaya, tetapi hanya pemisah sementara yang kelak akan dipertemukan kembali pada hari kedatang Tuhan Yesus Kristus kedua kali.  1 Tesalonika 4:13-18, menggambarkan dan menjelaskan bahwa kedatangan Kristus kedua kali merupakan dasar bagi pengharapan orang-orang percaya bahwa orang-orang yang mati dalam Tuhan akan dibangkitkan lebih dahulu pada peristiwa parousia. Hal ini sekaligus menjadi sebuah berita penghiburan bagi orang-orang yang ditinggalkan oleh orang-orang yang dikasihinya.Kata Kunci: Kedatangan Kristus Kedua Kali; Parousia; Pengangkatan.
Kapabilitas Gembala Sidang terhadap Pertumbuhan Gereja pada Masa Kini Ibrahim Ibrahim
EULOGIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 2, No 1: Mei 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Blessing Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62738/ej.v2i1.21

Abstract

Leadership is an activity that really determines the progress and retreat of an organization or institution. Likewise, Christian leadership is an activity of Christian leaders to develop church organizations both in quantity and quality. The purpose of this study is to determine the capability of the pastor to the growth of the church today, as well as to clearly describe the facts found in the sphere of leadership and the growth of the church itself. The research methodology used in this study uses a descriptive qualitative method through a literature study approach. The results of the study indicate that a pastor is obliged to serve the congregation and is responsible to God for the life of the congregation he shepherds. A pastor is responsible for shepherding, nurturing, and keeping watch over the sheep entrusted to him, both in quality and quantity. Church growth is important and desired by many church leaders. In the hands of a leader depend on many decisions that will greatly determine the direction of the church, even the growth of the church and the maturity of the congregation. The capabilities of a congregation shepherd play an important role in the success of the shepherding ministry. AbstrakKepemimpinan adalah suatu kegiatan yang sangat menentukan maju dan mundurnya sebuah organisasi atau lembaga. Demikian juga halnya dengan kepemimpinan Kristen, yang merupakan se-buah kegiatan para pemimpin Kristen untuk mengembangkan organisasi gereja baik secara kuantitas maupun kualitas. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kapabilitas gembala sidang terhadap pertumbuhan gereja di masa kini, serta menjabarkan secara jelas fakta-fakta yang ditemui dalam lingkup kepemimpinan serta pertumbuhan gereja itu sendiri. Metodologi penelitian yang digu-nakan dalam penelitian ini menggunakan metode kualiatif deskriptif melalui pendekatan studi pus-taka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seorang gembala berkewajiban untuk melayani jemaat dan bertanggung jawab terhadap Tuhan atas kehidupan jemaat yang digembalakannya. Seorang gembala sidang bertanggung jawab dalam hal menggembalakan, memelihara, menjaga mengawasi domba-domba yang dipercayakan kepadanya, baik secara kualitas maupun kuantitas. Pertumbuhan gereja adalah hal yang penting dan diinginkan oleh banyak pemimpin gereja. Di tangan seorang pemimpin tergantung banyak keputusan yang akan sangat menentukan arah dari gereja, bahkan pertumbuhan gereja dan kedewasaan jemaatnya. Kapabilitas seorang gembala sidang berperan penting dalam keberhasilan pelayanan penggembalaan.
Makna Frasa Kerjakan Keselamatanmu Dalam Filipi 2:12 Serta Implikasinya Bagi Orang Kristen Suwandy Loardi; Ibrahim Ibrahim
EULOGIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 3, No 2 (2023): November 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Blessing Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62738/ej.v3i2.52

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this research is to find out the true meaning of the phrase work out your own salvation in Philippians 2:12. The method used in this paper uses descriptive qualitative research methods and biblical studies. The results of this research can be concluded that the command "work out your own salvation" is a command that Paul conveyed to the congregation at that time who were believers to be able to obediently work out for themselves the salvation they already had with fear and trembling, because God Himself had done it. everything in the believer. The word do in the middle form shows that believers are asked to do this for themselves, in this context that is working for salvation. Then the passive form refers to the statement in verse 13 which says that it is actually God who works for believers both the will and the ability to act.Keywords: Work Out Own Your Salvation; ChristiansABSTRAKTujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui makna sesungguhnya dari frasa kerjakan keselamatanmu dalam Filipi 2:12. Metode Yang digunakan tulisan ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dan kajian biblika. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa perintah “kerjakan keselamatanmu” merupakan perintah yang Paulus sampaikan kepada jemaat pada saat itu yang adalah orang percaya untuk dapat dengan taat mengerjakan bagi dirinya sendiri keselamatan yang telah dimiliki itu dengan takut dan gentar, karena Allah sendiri yang telah mengerjakan segala sesuatunya di dalam orang percaya. Kata Kerjakan dalam bentuk middle menunjukkan bahwa orang percaya diminta untuk mengerjakan hal ini bagi dirinya sendiri, dalam konteks ini yaitu mengerjakan keselamatan. Lalu bentuk passive menunjuk pada pernyataan di ayat 13 yang mengatakan bahwa sebenarnya Allahlah  yang mengerjakan bagi orang percaya baik kemauan maupun kemampuan bertindak.Kata Kunci: Kerjakan Keselamatanmu; Orang Kristen
Efektivitas Pelayanan Konseling Kristen terhadap Keharmonisan Keluarga di Gereja Bethel Indonesia “Filadelfia” Makassar Ibrahim Ibrahim
EULOGIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 1, No 1: Mei 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Blessing Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62738/ej.v1i1.9

Abstract

One of the problems faced by Christian families is the failure to resolve problems in the family, especially in marriage so that the family becomes disharmonious and leads to a divorce. The purpose of this study was to determine the influence of counseling on family harmony in the Gereja Bethel Indonesia Filadelfia Makassar. The research methodology used in this study uses quantitative methods with a questionnaire approach and literature study. After conducting research, it was found that there was a significant influence between Christian counseling services on family harmony at the Gereja Bethel Indonesia Filadelfia Makassar. The results showed that the higher the understanding of Christian Counseling Services at the Gereja Bethel Indonesia Filadelfia Makassar, the greater the family harmony, and vice versa. The results of the analysis also obtained the ryx2 value (coefficient of determination) of 0.255 or 25.5%, meaning that the contribution of the Christian Counseling Service variable in forming the Family Harmony variable at the Indonesian Bethel Church Filadelfia Makassar is 25.5%, while the remaining 74.5% is explained by other factors that have not been studied in this study.  AbstrakSalah satu yang dihadapi oleh keluarga Kristen adalah kegagalan dalam menyelesaikan persoalan-persoalan dalam keluarga khususnya pernikahan, sehingga keluarga menjadi tidak harmonis serta berujung pada sebuah perceraian. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengeta-hui seberapa besar pengaruh pelayanan konseling terhadap keharmonisan keluarga di Gereja Bethel Indonesia Filadelfia Makassar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif melalui pendekatan studi pustaka dan kuisioner. Setelah melakukan penelitian ditemukan bahwa  ada pengaruh yang sinifikan antara pelayanan konseling Kristen terhadap keharmonisan keluarga di Gereja Bethel Indonesia Filadelfia Makassar.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi Pemahaman Pelayanan Konseling Kristen  di Gereja Bethel Indonesia Filadelfia Makassar, akan mengakibatkan Keharmonisan Keluarga meningkat, demikian pula sebaliknya. Berdasarkan hasil analisis juga diperoleh nilai ryx2 (koefisien determinasi) sebesar 0,255 atau 25,5%,   ini berarti sumbangan variabel Pelayanan Konseling Kristen dalam membentuk variabel Keharmonian Keluarga di Gereja Bethel Indonesia Filadelfia Makassar adalah  25,5%,  sedangkan sisanya yang  sebesar 74,5% dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang belum dikaji dalam penelitian ini.
Peranan kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar siswa Ibrahim, Ibrahim; Randabunga, Berta; Gultom, Rismawaty
Davar : Jurnal Teologi Vol 4, No 2 (2023): Desember
Publisher : Sekola Tinggi Teologi Sangkakala Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55807/davar.v4i2.115

Abstract

ABSTRACTThis research was conducted with the aim of analyzing and testing how much influence students' emotional intelligence has on the learning achievement of students in grades 5 and 6. This research uses quantitative methods. Quantitative research methods are methods for testing certain theories by testing validity, reliability and simple regression. This research was carried out at YHS Makassar Christian Elementary School. All 54 students in grades 5 and 6 in the 2021/2022 academic year were included as the sample. Based on the results of the data management carried out, it was found that there was an influence of students' emotional intelligence on student learning achievement at YHS Makassar Christian Elementary School which was supported by the table above regarding variable relationships, which was included in the sufficient category with a value of 0.469. There is an influence of students' Emotional Intelligence on student learning achievement at YHS Makassar Christian Elementary School. In accordance with research results which show that students' emotional intelligence on student learning achievement has an influence of 22%, the remaining 78% is influenced by other factors or variables. Keywords: Emotional Intelligence, Learning achievement, Student ABSTRAKPenelitian ini dilakukan bertujuan untuk menganalisa dan menguji berapa besar pengaruh kecerdasan emosional siswa, terhadap prestasi belajar siswa kelas 5 dan 6. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Metode penelitian kuantitiaf merupakan metode-metode untuk menguji teori tertentu dengan cara uji validitas, reliabilitas dan regresi sederhana. Penelitian ini dilaksanakan di SD Kristen YHS Makassar. Seluruh siswa kelas 5 dan 6  di Tahun pelajaran 2021/2022 sejumlah 54 siswa dimasukkan sebagai sampel. berdasarkan hasil pengelolaan data yang dilakukan, didapat bahwa adanya pengaruh kecerdasan emosional siswa terhadap prestasi belajar siswa di SD Kristen YHS Makassar yang didukung oleh tabel di atas tentang hubungan variabel termasuk dalam kategori cukup dengan nilai 0,469. Terdapat pengaruh kecerdasan emosional siswa terhadap prestasi belajar siswa di SD Kristen YHS Makassar. Sesuai dengan hasil penelitian yang memperlihatkan bahwa kecerdasan emosional siswa terhadap prestasi belajar siswa memiliki pengaruh sebesar 22%, sisanya sebesar 78% dipengaruhi oleh faktor atau variable lainnya.Kata Kunci: Kecerdasan Emosional, Prestasi Belajar, Siswa.
Kajian Teologis Pelayanan Pastoral Berdasarkan Yohanes 21:15-17 Serta Implikasinya Dalam Penggembalaan Gereja Masa Kini Ibrahim, Ibrahim; Saputra, Yohanes Subianto; Samjar, Sardi
EULOGIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 4, No 2 (2024): November 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Blessing Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62738/ej.v4i2.85

Abstract

ABSTRACTPastoral ministry has an important role in determining the progress and retreat of a church. Shepherding is an activity that does many good things, such as helping sick congregations, praying for them, and caring for those in need. This research aims to descriptively describe pastoral ministry in John 21:15-17 to answer the basic needs of pastoral care today. Pastoral ministry in the perspective of the Gospel of John 21:15-17 is that pastoral ministry must be able to influence the life of the congregation as a whole. Pastoral service is carried out on a continuous basis accompanied by sincere love as the basis for pastoral care. In fact, pastoral ministry must provide a sense of comfort and security for the members of the congregation like a sheep that is lovingly protected by its shepherd. Therefore a shepherd must have some competencies such as having a Christian character, having a heart that loves all his sheep or his group, serving faithfully, serving voluntarily and serving by example.Keywords: John 21; Service; Pastoral; Implication; Grazing; Church; today.ABSTRAKPelayanan pastoral memiliki peranan penting dalam menentukan maju mundurnya sebuah gereja. Pengggembalaan adalah kegiatan yang melakukan banyak hal baik, seperti menolong jemaat yang sakit, mendoakan mereka, dan memperhatikan mereka yang membutuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan secara deskritif pelayanan pastoral dalam Yohanes 21:15-17 untuk menjawab kebutuhan dasar pengembalaan masa kini. Pelayanan pastoral dalam persepektif Injil Yohanes 21:15-17 adalah penggembalaan harus dapat mempengaruhi kehidupan jemaat secara keseluruhan. Pelayanan pastoral dilakukan secara bekelanjutan yang disertai dengan kasih yang tulus sebagai dasar penggembalaan. Sejatinya pelayanan pastoral harus memberikan rasa nyaman dan keamanan bagi anggota jemaat sebagaimana domba yang dilindungi dengan kasih oleh gembalanya. Karena itu Seorang gembala harus memiliki beberapa kompetensi seperti memiliki karakter Kristu,s memiliki hati yang mengasihi semua dombanya atau kelompoknya, melayani dengan setia, melayani dengan sukarela dan melayani dengan keteladanan.Kata Kunci: Yohanes 21; Pelayanan; Pastoral; Implikasi; Penggembalaan; Gereja; Masa Kini.
Studi Komparatif Hukuman Mati Berdasarkan Alkitab Dan Sistem Hukum Pidana Di Indonesia Kandou, Metsie; Ibrahim, Ibrahim
EULOGIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 4, No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Blessing Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62738/ej.v4i1.75

Abstract

Abstract:The idea of the death penalty is still a hot and interesting topic to discuss. There is an impact in the execution of the death penalty, where the death penalty is closely related to the right to life or human rights. The purpose of this study is to see a comparison of the death penalty from the legal view in Indonesia and the Biblical view. This study uses qualitative research methods that are descriptive. This research is based on data with references from various journals and books as sources in this paper. The results of this study show that the positive law of the State of Indonesia still recognizes and applies the death penalty. The death penalty is carried out through rigorous and meticulous procedures, considering the various reasons why the death penalty is a last resort for convicting people who commit serious crimes. From a Biblical perspective, law enforcement must not violate the value of justice. God is very concerned about the value of justice, so when judges choose someone who commits a serious offense, they must consider these elements and principles of justice. If God were truly just, He would not let those who make mistakes go unpunished. It is possible for further studies to find the best alternative as punishment for perpetrators of crimes as much as possible, but on the other hand does not eliminate and still respect the right to life of every individual.Keywords: comparative; Law; Punishment; Die; Bible; PunishmentAbstrak: Gagasan mengenai hukuman mati sampai saat ini masih menjadi topik yang hangat dan menarik untuk dibahas. Adanya dampak dalam eksekusi hukuman mati, dimana hukuman mati sangat berkaitan erat dengan hak hidup atau hak asasi manusia. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat perbandingan hukuman mati dari pandangan hukum di Indonesia dan pandangan Alkitab. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Penelitian ini didasarkan pada data-data dengan acuan dari berbagai jurnal dan buku-buku sebagai sumber dalam tulisan ini. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa hukum positif Negara Indonesia masih mengakui dan menerapkan hukuman mati. Hukuman mati dilaksanakan melalui prosedur yang ketat dan cermat, mempertimbangkan berbagai alasan mengapa hukuman mati menjadi pilihan terakhir untuk memvonis orang yang melakukan kejahatan berat. Dari perspektif Alkitab, Penegakan hukum tidak boleh melanggar nilai keadilan. Allah sangat memperhatikan nilai keadilan, jadi ketika hakim memilih seseorang yang melakukan pelanggaran berat, mereka harus mempertimbangkan elemen dan prinsip keadilan ini. Jika Allah benar-benar adil, Dia tidak akan membiarkan orang yang melakukan kesalahan bebas dari hukuman. Dimungkinkan adanya kajian lanjutan untuk mencari alternatif terbaik sebagai ganjaran hukuman bagi pelaku kejahatan semaksimal mungkin, namun di sisi lain tidak menghilangkan dan tetap menghormati  hak hidup setiap individu.
MODEL KEPEMIMPINAN KRISTEN YANG KREATIF DAN INOVATIF DALAM MENGHADAPI TANTANGAN ERA VUCA DENGAN ANALISIS SMART-PLS Tiyow, Herby Calvin Paskal; Ibrahim, Ibrahim
Inculco Journal of Christian Education Vol 5, No 1 (2025): Vol 5, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59404/ijce.v5i1.238

Abstract

Abstrak : Model kepemimpinan Kristen yang kreatif dan inovatif menjadi kunci dalam menghadapi tantangan era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity). Penelitian ini bertujuan mengembangkan model kepemimpinan Kristen yang relevan, menggunakan pendekatan Smart-PLS untuk menganalisis hubungan antara kreativitas, inovasi, dan efektivitas kepemimpinan. Data diperoleh melalui survei terhadap para pemimpin Gereja YHS di Makassar. Dari hasil olahan data dengan analisa statistik Smart-PLS diperoleh Model final yang dihasilkan dari analisis SmartPLS, menunjukkan hubungan antara Kreativitas, Inovasi, dan Efektivitas dalam menghadapi tantangan era VUCA. Visualisasi model memperlihatkan jalur signifikan : Kreativitas - Efektivitas (Path Coefficient = 0.75, T-value = 3.2 ) menunjukkan bahwa kreativitas memiliki pengaruh positif yang sangat signifikan. Inovasi - Efektivitas (Path Coefficient = 0.60, T-value = 2.5) menegaskan bahwa inovasi juga berperan penting dalam mendukung efektivitas kepemimpinan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kreativitas memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap efektivitas kepemimpinan, dengan inovasi berperan sebagai mekanisme penghubung untuk implementasi ide-ide kreatif. Kombinasi kreativitas dan inovasi terbukti mampu meningkatkan respons pemimpin Kristen terhadap dimensi VUCA, seperti volatilitas dan kompleksitas, tanpa mengorbankan prinsip-prinsip teologis.Kata Kunci: Kepemimpinan, Kreativitas, Inovasi, Era VUCA, Smart-PLS. Abstract: A creative and innovative Christian leadership model serves as the key to addressing the challenges of the VUCA era (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity). This study aims to develop a relevant Christian leadership model by employing a Smart-PLS approach to analyze the relationships between creativity, innovation, and leadership effectiveness. Data were collected through surveys conducted with leaders of YHS Church in Makassar. The statistical analysis using Smart-PLS produced a final model illustrating the relationships between Creativity, Innovation, and Effectiveness in addressing the challenges of the VUCA era. The model visualization revealed significant paths: Creativity - Effectiveness (Path Coefficient = 0.75, T-value = 3.2), indicating that creativity has a highly significant positive influence. Innovation - Effectiveness (Path Coefficient = 0.60, T-value = 2.5) confirmed that innovation also plays a critical role in supporting leadership effectiveness. The results show that creativity has a direct significant impact on leadership effectiveness, with innovation acting as a bridging mechanism for the implementation of creative ideas. The combination of creativity and innovation has been proven to enhance Christian leaders' responsiveness to VUCA dimensions, such as volatility and complexity, without compromising theological principles.Keywords: Leadership, Creativity, Innovation, VUCA Era, Smart-PLS
Kajian Teologis Sola Gratia Dari Perspektif Paulus Serta Implementasinya Bagi Jemaat Masa Kini Malan, Aprianus; Ibrahim, Ibrahim; Leatemia, Yurico A.W.
EULOGIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 5, No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Blessing Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62738/ej.v5i1.118

Abstract

Abstrak: Doktrin Sola Gratia merupakan salah satu dari lima prinsip utama Reformasi Protestan abad ke-16 yang menegaskan bahwa keselamatan hanya datang dari kasih karunia Allah, bukan dari usaha atau perbuatan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara teologis doktrin Sola Gratia dari sudut pandang rasul Paulus dan mengeksplorasi penerapan praktisnya dalam kehidupan bergereja saat ini. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan teologis-biblis, mengacu pada analisis teks-teks Alkitab dan literatur teologis terkait. yang didasarkan pada tulisan-tulisan Rasul Paulus dalam Surat-Surat Roma, Efesus, dan Galatia. Paulus, setelah pertobatannya, menegaskan bahwa keselamatan bukanlah hasil usaha manusia atau ketaatan pada hukum Taurat, tetapi hanya pemberian kasih karunia Allah yang diterima melalui iman kepada Yesus Kristus. Dalam Surat Roma, doktrin ini dijelaskan sebagai dasar pembenaran manusia dan pemberdayaan kehidupan baru yang membebaskan dari kuasa dosa. Surat Efesus menekankan kasih karunia sebagai dasar keselamatan, kesatuan orang percaya, dan panggilan untuk hidup dalam kekudusan dan kasih. Surat Galatia dengan tegas menolak pembenaran melalui hukum Taurat dan menegaskan kebebasan dalam Kristus yang diberikan oleh kasih karunia. Doktrin Sola Gratia dalam tulisan-tulisan Paulus menolak legalisme dan menegaskan universalitas kasih karunia Allah yang mempersatukan dan menguatkan orang percaya untuk hidup dalam ketaatan dan ucapan syukur sebagai tanggapan atas keselamatan yang diterima secara cuma-cuma. Kata Kunci: Sola Gratia; Kasih Karunia; Iman; Paulus; Gereja: Saat Ini. Abstrak: Doktrin Sola Gratia adalah salah satu dari lima prinsip utama Reformasi Protestan abad ke-16 yang menegaskan bahwa keselamatan hanya berasal dari anugerah Tuhan, bukan dari usaha atau perbuatan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara teologis doktrin Sola Gratia dalam perspektif rasul Paulus serta mengeksplorasi implementasi praktisnya dalam kehidupan jemaat masa kini. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan teologis-biblika, mengacu pada analisis teks Alkitab dan literatur teologi terkait. berdasarkan tulisan Rasul Paulus dalam Surat Roma, Efesus, dan Galatia. Paulus, setelah pertobatannya, menegaskan bahwa keselamatan bukan hasil usaha manusia atau ketaatan hukum Taurat, melainkan semata-mata pemberian kasih karunia Tuhan yang diterima melalui iman kepada Yesus Kristus. Dalam Surat Roma, doktrin ini dijelaskan sebagai dasar pembenaran manusia dan pemberdayaan hidup baru yang memerdekakan dari kuasa dosa. Surat Efesus menekankan anugerah sebagai dasar keselamatan, persatuan umat beriman, dan panggilan hidup dalam kekudusan dan kasih. Surat Galatia dengan tegas menolak pembenaran melalui hukum Taurat dan menegaskan kebebasan dalam Kristus yang diberikan oleh anugerah. Doktrin Sola Gratia dalam tulisan Paulus menolak legalisme dan menegaskan universalitas kasih karunia Tuhan yang mempersatukan serta memperkuat umat percaya untuk hidup dalam ketaatan dan ucapan syukur sebagai respons atas keselamatan yang diterima secara cuma-cuma. Kata kunci: Sola Gratia; Anugrah; Iman; Kasih Karunia; Paulus; Jemaat: Masa Kini.
Efektifitas Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen Terhadap Pertumbuhan Kerohanian Siswa Kelas IV-VI di SD Inpres Kiniar Malan, Aprianus; Ibrahim, Ibrahim; Leatemia, Yurico A. W.
REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 3 No. 2 (2025): REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAKPN Sentani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69748/jrm.v3i2.343

Abstract

Pendidikan Agama Kristen merupakan salah satu mata pelajaran penting dalam kurikulum sekolah, khususnya dalam membentuk karakter dan moral siswa. Namun, dalam praktiknya di lapangan, pembelajaran Pendidikan Agama Kristen sering dihadapkan pada berbagai kendala, seperti kurangnya minat siswa, metode pembelajaran yang monoton, serta keterbatasan guru dalam mengintegrasikan nilai-nilai iman secara kontekstual. Kondisi tersebut menyebabkan proses pembelajaran kurang optimal dan pertumbuhan kerohanian siswa tidak berkembang secara signifikan. Tujuan dari pembelajaran ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang agama serta membentuk mereka menjadi pribadi yang beriman, bertakwa, dan berakhlak baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pembelajaran Pendidikan Agama Kristen terhadap pertumbuhan kerohanian siswa kelas IV hingga VI di SD Inpres Kiniar. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan angket model Likert yang melibatkan 42 siswa. Pengujian validitas dilakukan dengan metode korelasi product moment Pearson, sedangkan pengujian reliabilitas menggunakan rumus Alpha Cronbach. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh pembelajaran Pendidikan Agama Kristen terhadap pertumbuhan kerohanian siswa kelas IV hingga VI di SD Inpres Kiniar, yang dapat dilihat dari Model Summary, di mana nilai R adalah 0,341. Dari output tersebut, koefisien determinasi (P square) sebesar 0,117 menunjukkan bahwa pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat adalah 11,7%, sementara sisanya 88,3% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.