Emmanuel Kurniawan
Graduate Program in Cultural Studies, Sanata Dharma University

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Literasi Informasi di Komunitas Belajar Qaryah Thayyibah: Pendekatan konsep literasi, teori empat wacana lacan, dan pedagogi kritis Emmanuel Kurniawan
Retorik: Jurnal Ilmu Humaniora Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Sanata Dharma University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/ret.v10i1.5130

Abstract

Komunitas Belajar Qaryah Thayyibah (KBQT) merupakan lembaga pendidikan non-formal (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat, PKBM) dengan metode non-mainstream Freirean dan Ivan Illich daripada kurikulum konvensional, sehingga unik dalam perspektif pedagogi kritis. Dengan adanya fenomena banjir informasi dan munculnya digital natives di KBQT, muncul pertanyaan seperti (1) bagaimanakah praktik literasi informasi kritis di KBQT; (2) bagaimanakah peran dan posisi guru dalam pembelajaran yang memengaruhi literasi tersebut; dan (3) bagaimana sudut pandang pedagogi kritis melihat fenomena tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan metode etnografi melalui pendekatan kualitatif, berlokasi di KBQT, Desa Kalibening, Kec. Tingkir, Salatiga, Jawa Tengah dari Desember 2016–Juni 2017. Hasilnya, anak-anak KBQT sudah melakukan literasi informasi kritis, meskipun belum optimal dan tidak sampai ideal. Faktor yang sangat memengaruhi adalah adanya budaya berdiskusi dan mengemukakan pendapat serta pembelajaran berbasis karya. Upaya pengelola untuk tetap berada di jalur sekolah bebas sampai pada tahap tertentu—dibandingkan sekolah formal—membebaskan komunitas ini untuk menentukan metode yang paling sesuai dengan visi pedagogi kritis KBQT, salah satunya menggunakan praktik literasi informasi kritis. Kendati demikian, interaksi pendamping-murid dalam pembelajaran didominasi oleh Wacana Histeris, hanya samar menunjukkan Wacana Analis yang merupakan faktor penting dalam pedagogi kritis. Terlepas dari kekurangan tersebut, KBQT sudah menunjukkan langkah maju untuk mempraktikkan pedagogi kritis dalam literasi informasi.