Retorik: Jurnal Ilmu Humaniora
Vol 10, No 1 (2022)

Strategi Literasi Informasi di Komunitas Belajar Qaryah Thayyibah: Pendekatan konsep literasi, teori empat wacana lacan, dan pedagogi kritis

Emmanuel Kurniawan (Graduate Program in Cultural Studies, Sanata Dharma University)



Article Info

Publish Date
16 Sep 2022

Abstract

Komunitas Belajar Qaryah Thayyibah (KBQT) merupakan lembaga pendidikan non-formal (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat, PKBM) dengan metode non-mainstream Freirean dan Ivan Illich daripada kurikulum konvensional, sehingga unik dalam perspektif pedagogi kritis. Dengan adanya fenomena banjir informasi dan munculnya digital natives di KBQT, muncul pertanyaan seperti (1) bagaimanakah praktik literasi informasi kritis di KBQT; (2) bagaimanakah peran dan posisi guru dalam pembelajaran yang memengaruhi literasi tersebut; dan (3) bagaimana sudut pandang pedagogi kritis melihat fenomena tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan metode etnografi melalui pendekatan kualitatif, berlokasi di KBQT, Desa Kalibening, Kec. Tingkir, Salatiga, Jawa Tengah dari Desember 2016–Juni 2017. Hasilnya, anak-anak KBQT sudah melakukan literasi informasi kritis, meskipun belum optimal dan tidak sampai ideal. Faktor yang sangat memengaruhi adalah adanya budaya berdiskusi dan mengemukakan pendapat serta pembelajaran berbasis karya. Upaya pengelola untuk tetap berada di jalur sekolah bebas sampai pada tahap tertentu—dibandingkan sekolah formal—membebaskan komunitas ini untuk menentukan metode yang paling sesuai dengan visi pedagogi kritis KBQT, salah satunya menggunakan praktik literasi informasi kritis. Kendati demikian, interaksi pendamping-murid dalam pembelajaran didominasi oleh Wacana Histeris, hanya samar menunjukkan Wacana Analis yang merupakan faktor penting dalam pedagogi kritis. Terlepas dari kekurangan tersebut, KBQT sudah menunjukkan langkah maju untuk mempraktikkan pedagogi kritis dalam literasi informasi.

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

Retorik

Publisher

Subject

Arts Humanities Education Languange, Linguistic, Communication & Media Social Sciences

Description

Retorik: Jurnal Ilmu Humaniora was founded in 2001 with the aim of seeking a new scientific ethos in the humanities with an interdisciplinary, political, and textual spirit. It was, and still remains, the aspiration of Retorik to foster humanities research with a scientific ethos capable of ...