Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STRATEGI PEMASARAN DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA PROVINSI SUMATERA UTARA TERHADAP DANAU TOBA SEBAGAI DESTINASI PARIWISATA SUPER PRIORITAS Nirwaty Tarigan; Rajin Sitompul; Syafina Salsabila
Jurnal Ilmiah Akomodasi Agung Vol 8 No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Akomodasi Agung
Publisher : Akademi Pariwisata Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumatera Utara adalah salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki banyak destinasi wisata yang menawarkan banyak keindahan alam bagi wisatawan dalam maupun luar negri. Salah satu destinasi tersebut yakni Danau Toba, keindahan alamnya yang menakjubkan dan merupakan salah satu danau terbesar di Asia Tenggara dan terdalam di dunia sehingga membuat Danau Toba menjadi destinasi pariwisata super prioritas salah satu di Indonesia. Ditetapkannya Danau Toba sebagai destinasi pariwisata prioritas, mengingat kawasan alam Danau Toba yang terbentang di antara 7 (tujuh) kabupaten yaitu Samosir, Simalungun, Toba Samosir, Dairi, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, dan Karo. Untuk itu, destinasi pariwisata Danau toba harus terus dikembangkan, dan dalam pengembangan yang dilakukan perlu adanya dilakukan pemasaran terhadap destinasi pariwisata Danau Toba ini. Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana kondisi Danau Toba sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas ?, bagaimana strategi pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara terhadap Danau Toba sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas ?, dan apa saja upaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara dalam pemasaran Danau Toba sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas? Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Dan dari hasil penelitian yang dilakukan, didapat kesimpulan bahwa Danau Toba adalah salah satu wisata super prioritas yang sangat tepat. Dan merupakan objek wisata yang berpotensi sebagai destinasi wisata kelas dunia, strategi pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara terhadap Danau Toba sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas yaitu dengan pemasaran pariwisata dan ekonomi kreatif berorientasi pada hasil dan berfokus pasar potensial, perluasan pangsa pasar bentuk produk ekonomi kreatif, meningkatkan citra pariwisata Indonesia yang berdaya saing dalam dan luar negri, dan pemanfaatan teknologi dalam mendukung pemasaran pariwisata dan ekonomi kreatif; serta upaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara dalam Danau Toba sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas dengan mengembangkan storynomic Tourism. Dan pada penelitian ini disarankan beberapa hal yaitu diharapkan pemerintah dan pihak yang terkait lainnya agar melakukan upaya pengembangan baik infrastruktur maupun peningkatan sumber daya manusia menghasilkan dampak bagi perekonomiannya di daerah danau toba; diharapkan pemerintah dapat menjalankan dengan baik strategi yang sudah di rencanakan untuk meningkatkan pemasaran pariwisata sumatera utara; dan diharapkan pemerintah untuk selalu memberikan inovasi/gaya baru dalam memasarkan pariwisata Sumatera Utara.
Pengaruh Aksessibilitas Jalan Bebas Hambatan (Tol) Medan-Parapat Terhadap Lama Tinggal Wisnu di Parapat Rajin Sitompul
Jurnal Ilmiah Akomodasi Agung Vol 13 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Akomodasi Agung
Publisher : Akademi Pariwisata Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51827/jiaa.v13i1.247

Abstract

Objek dan Daya Tarik Wisata (ODTW) atau destinasi wisata dan Atraksi wisata, tidak dapat disangkal merupakan komponen sistim kepariwisataan yang terpenting. Atraksi wisata di destinasi wisata menjadi motivator utama perjalanan wisata dan inti dari produk wisata. Tanpa keberadaan destinasi wisata tidak akan ditemui pelayanan penunjang kepariwisataan. Sudah barang tentu kegiatan kepariwisataan tidak akan ditemui atraksi wisata tanpa adanya aksessibilitas. Untuk mencapai destinasi wisata di ODTW dari kota asal suatu bagian dari industri pariwisata yang kompleks dan banyak hal yang harus dipersiapakan dan direncanakan. Beberapa fasilitas seperti, jalan umum dan jalan Tol atau jalan bebas hambatan, tata tertib atau peraturan, perhubungan dan kepolisian harus dipersiapkan secara matang dan konfrenhensif. Atraksi wisata akan dicapai bila kemauan pengunjung dapat terpenuhi.Akses ini akan menghubungkan pengunjung ke daya tarik wisata. Daya tarik wisata ini adalah “ segala sesuatu yang memiliki keunikan, keindahan, dan nilai yang berupa keanekaragaman kekayaan alam, budaya, dan hasil buatan manusia yang menjadi sasaran atau tujuan kunjungan wisatawan “. (UU RI No.10 Tahun 2009). Suatu tujuan ekscurtion yang dibangun permanent dengan tujuan utama untuk memberi akses bagi umum untuk hiburan, pemenuhan keingintahuan dan pendidikan ketimbang sebagai tempat belanja atau tempat olah raga maupun pertunjukan teater dan film. Tempat ini harus terbuka untuk umum tanpa pemesanan terlebih dahulu pada waktu yang telah ditentukan setiap tahunnya dan harus mampu menarik wisatawan, pengunjung harian maupun penduduk sekitarnya (Scottish Tourst Board , 1991. dikutip oleh Kelompok kerja kementrian Kebudayaan dan Pariwisata, 2003).