Farida Herna Astuti
Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi Universitas Pendidikan Mandalika

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH TEKNIK ROLE PLAYING TERHADAP SIKAP TANGGUNG JAWAB PADA SISWA KELAS XI DI SMAN 7 MATARAM Ruhil Kusmawati; Farida Herna Astuti; Khairul Huda
Realita : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 7, No 2 (2022): Volume 7 Nomor 2 Edisi Oktober 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/realita.v7i2.6179

Abstract

Teknik role playing merupakan suatu model penguasaan bahan-bahan pembelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa dengan memerankannya sebagai tokoh hidup. Sikap tanggung jawab dapat dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Dari faktor internal seperti dari diri siswa atau keluarga itu sendiri seperti anak tidak mendapat kasih sayang, orang tua tidak memiliki waktu karena terlalu sibuk, tidak memberikan kasih sayang yang sepenuhnya dan kurangnya motivasi, dan dari faktor eksternal seperti faktor ekeonomi orang tua yang kurang mampu, sering tidak masuk sekolah karena membantu orang tua, waktu luang tidak digunakan dengan baik, dan lingkungan tempat bergaul. Oleh karena itu untuk merubah sikap tanggung jawab yang tidak baik maka diberikan treatment bimbingan kelompok dalam teknik role playing. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh teknik role playing terhadap sikap tanggung jawab pada siswa kelas XI di SMAN 7 Mataram Tahun Pelajaran 2021/2022. Desain penelitian ini menggunakan one group pre-test-post-test design. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas XI SMAN 7 Mataram yang berjumlah 41 siswa, dan sampel dalam penelitian ini sebanyak 7 siswa yang terindikasi memiliki tingkat sikap tanggung jawab rendah berdasarkan hasil pre-test. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan rumus t-test. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh nilai t-hitung sebesar (5,474), sedangkan untuk nilai t tabel dengan db (N-1)= 7-1=6 pada taraf signifikansi 5% sebesar (2,447) maka Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini: Ada Pengaruh Teknik Role Playing Terhadap Sikap Tanggung Jawab Pada Siswa Kelas XI di SMAN 7 Mataram Tahun Pelajaran 2021/2022, sehingga dapat di simpulkan hasil penelitian ini “Signifikan”.
PENERAPAN KONSELING KELOMPOK BERBASIS PENDEKATAN REALITA UNTUK MENINGKATKAN SELF CONFIDENCE SISWA Sopiana Nisa Aini; Farida Herna Astuti
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i4.9813

Abstract

ABSTRACT Self-confidence is an important aspect of student development as it influences their ability to interact, make decisions, and face various challenges in the learning process. Low self-confidence can be influenced by both internal and external factors, such as lack of family support, low learning motivation, and an unsupportive social environment. These conditions highlight the importance of effective guidance and counseling services to help students develop optimal self-confidence. This study aimed to analyze the effect of group counseling using the reality approach on students’ self-confidence at SMPN 3 Keruak in the 2023/2024 academic year. The research employed a one-group pre-test post-test design. The population consisted of all eighth-grade students totaling 61 students, with a sample of 13 students who had low levels of self-confidence based on the pre-test results selected through purposive sampling. Data were analyzed using the t-test to determine differences in self-confidence levels before and after the intervention. The results showed that the calculated t value (28.738) was greater than the t table value (2.179) at the 5% significance level, indicating that Ho was rejected and Ha was accepted. These findings indicate that group counseling with a reality approach is effective in improving students’ self-confidence and can be used as an intervention strategy in school guidance and counseling services. ABSTRAK Sikap percaya diri merupakan aspek penting dalam perkembangan siswa karena memengaruhi kemampuan mereka dalam berinteraksi, mengambil keputusan, dan menghadapi berbagai tantangan pembelajaran. Rendahnya kepercayaan diri dapat dipengaruhi oleh faktor internal maupun eksternal, seperti kurangnya perhatian keluarga, rendahnya motivasi belajar, serta lingkungan pergaulan yang kurang mendukung. Kondisi ini menunjukkan pentingnya layanan bimbingan dan konseling yang efektif untuk membantu siswa mengembangkan kepercayaan diri secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konseling kelompok dengan pendekatan realitas terhadap kepercayaan diri siswa di SMPN 3 Keruak Tahun Pelajaran 2023/2024. Metode penelitian menggunakan desain one group pre-test post-test. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII yang berjumlah 61 siswa, dengan sampel sebanyak 13 siswa yang memiliki tingkat kepercayaan diri rendah berdasarkan hasil pre-test dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji t untuk mengetahui perbedaan tingkat kepercayaan diri sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan nilai t hitung sebesar 28,738 lebih besar daripada t tabel sebesar 2,179 pada taraf signifikansi 5%, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Temuan ini menunjukkan bahwa konseling kelompok dengan pendekatan realitas efektif dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa dan dapat digunakan sebagai strategi intervensi dalam layanan bimbingan dan konseling di sekolah.
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT SOSIAL EKONOMI ORANG TUA DENGAN KEMANDIRIAN PADA SISWA SMA Alfarizin Alfarizin; Farida Herna Astuti; Wiwiek Zainar Sri Utami
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.9966

Abstract

ABSTRACT This study is motivated by the persistent issue of low levels of independence among some students, which is presumed to be related to the socioeconomic conditions of their parents. The purpose of this study is to analyze the relationship between parents’ socioeconomic status and the independence of eleventh-grade students at SMA Negeri 1 Sanggar. This research employs a quantitative approach with a correlational design. The subjects consisted of 29 students selected from a population of 116 using proportional random sampling. Data were collected באמצעות questionnaires and analyzed using the product moment correlation technique. The results indicate a significant relationship between parents’ socioeconomic status and students’ independence, with a correlation coefficient of 0.582, which falls into the moderate category. These findings suggest that family socioeconomic conditions contribute to the development of student independence, but are not the sole determining factor. Therefore, appropriate parenting practices and supportive learning environments are needed to optimize the development of student independence. The findings of this study are expected to serve as a basis for developing educational programs oriented toward enhancing student independence in a sustainable manner. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya rendahnya tingkat kemandirian pada sebagian siswa yang diduga berkaitan dengan kondisi sosial ekonomi orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat sosial ekonomi orang tua dengan kemandirian siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Sanggar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian berjumlah 29 siswa yang dipilih dari populasi 116 siswa melalui teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket dan dianalisis dengan teknik korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat sosial ekonomi orang tua dengan kemandirian siswa dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,582 yang berada pada kategori sedang. Temuan ini menegaskan bahwa kondisi sosial ekonomi keluarga berkontribusi terhadap pembentukan kemandirian siswa, namun bukan sebagai satu-satunya faktor penentu. Oleh karena itu, diperlukan dukungan pola asuh dan lingkungan belajar yang tepat untuk mengoptimalkan perkembangan kemandirian siswa. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan program pendidikan yang berorientasi pada peningkatan kemandirian siswa secara berkelanjutan.