Wiwiek Zainar Sri Utami
Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi Universitas Pendidikan Mandalika

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH KONSELING INDIVIDU TERHADAP POTENSI DIRI ANAK TUNARUNGU DI SEKOLAH INKLUSI Wiwiek Zainar Sri Utami
Realita : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 6, No 2 (2021): Volume 6 Nomor 2 Edisi Oktober 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/realita.v6i2.4491

Abstract

Konseling individu merupakan salah satu pemberian bantuan psikis secara perseorangan. Sasarannya pada siswa tunarungu yang memiliki keterbatasan serta mengakibatkan penurunan prestasi. Pengaruh konseling dan peningkatan perlakuan konseling pada siswa tunarungu dapat meningkatkan potensi diri. Peneliti menemukan adanya pengaruh dari kasus dan permasalahan yang di alami dari siswa tunarungu pada kelas X dan Xl di sekolah inklusi SMKN 5 Mataram. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui apakah ada pengaruh konseling individu terhadap potensi diri anak tunarungu disekolah SMKN 5 Mataram. Penggunaa metode ini adalah metode kualitatif dengan Pre-experiental design (nondesign) atau eksperimen tidak murni, desain eksperimen One group Pretest–Posttest design, cara pengambilan sampel dengan teknik porpusive sampling dan di temukan 30 siswa, kemudian di tetapkan 7 siswa menggunakan hasil pre-test, setelahnya dilakukan treatment, pengumpulan data dengan metode angket, wawancara, dan observasi. Teknik analisis data menggunakan tabel t-test. Berdasarkan hasil analisis data penelitian yaitu: (t hitung4.321 > t tabel2.447)Kata Kunci: Konseling Individu, Potensi diri, dan Tunarungu
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT SOSIAL EKONOMI ORANG TUA DENGAN KEMANDIRIAN PADA SISWA SMA Alfarizin Alfarizin; Farida Herna Astuti; Wiwiek Zainar Sri Utami
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.9966

Abstract

ABSTRACT This study is motivated by the persistent issue of low levels of independence among some students, which is presumed to be related to the socioeconomic conditions of their parents. The purpose of this study is to analyze the relationship between parents’ socioeconomic status and the independence of eleventh-grade students at SMA Negeri 1 Sanggar. This research employs a quantitative approach with a correlational design. The subjects consisted of 29 students selected from a population of 116 using proportional random sampling. Data were collected באמצעות questionnaires and analyzed using the product moment correlation technique. The results indicate a significant relationship between parents’ socioeconomic status and students’ independence, with a correlation coefficient of 0.582, which falls into the moderate category. These findings suggest that family socioeconomic conditions contribute to the development of student independence, but are not the sole determining factor. Therefore, appropriate parenting practices and supportive learning environments are needed to optimize the development of student independence. The findings of this study are expected to serve as a basis for developing educational programs oriented toward enhancing student independence in a sustainable manner. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya rendahnya tingkat kemandirian pada sebagian siswa yang diduga berkaitan dengan kondisi sosial ekonomi orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat sosial ekonomi orang tua dengan kemandirian siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Sanggar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian berjumlah 29 siswa yang dipilih dari populasi 116 siswa melalui teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket dan dianalisis dengan teknik korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat sosial ekonomi orang tua dengan kemandirian siswa dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,582 yang berada pada kategori sedang. Temuan ini menegaskan bahwa kondisi sosial ekonomi keluarga berkontribusi terhadap pembentukan kemandirian siswa, namun bukan sebagai satu-satunya faktor penentu. Oleh karena itu, diperlukan dukungan pola asuh dan lingkungan belajar yang tepat untuk mengoptimalkan perkembangan kemandirian siswa. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan program pendidikan yang berorientasi pada peningkatan kemandirian siswa secara berkelanjutan.