Wibowo N. Jati, Wibowo N.
Fakultas Teknobiologi Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peranan Bakteri Indigenus dalam Degradasi Limbah Cair Pabrik Tahu L. Indah Murwani Yulianti, Retno Ken R,, A. Wibowo Nugroho Jati
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 4, No 1 (2019): February 2019
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.52 KB) | DOI: 10.24002/biota.v4i1.2362

Abstract

Produksi tahu banyak dilakukan secara tradisional dan menghasilkan limbah cair serta padat dari proses pembuatannya. Kandungan bahan organik yang dihasilkan oleh limbah cair tahu sangat tinggi. Air limbah yang dibuang secara langsung ke air permukaan (sungai dan danau) dapat mencemari air, mengurangi oksigen dalam air dan akan mengganggu kehidupan organisme di dalamnya. Pengolahan limbah cair tahu perlu dilakukan misalnya dengan bioremidiasi menggunakan bakteri. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik bakteri indigenus dalam limbah cair tahu dan menggunakan bakteri tersebut untuk pengolahan limbah cair tahu. Karakteristik isolat R3 diperkirakan Pseudomonas sp., sedangkan bakteri R7 diperkirakan Bacillus sp. Perlakuan A (menggunakan isolat R3) mampu menurunkan COD 1%, BOD 33%, TSS 2,9% dan N-Total 12% serta meningkatkan TDS 21% dan amilum 1,9%. Perlakuan B (menggunakan isolat R7) mampu menurunkan COD 1%, BOD5 9%, amilum 46%, N-Total 5,2% serta meningkatkan TDS 21%. Perlakuan C dengan penambahan bakteri R3 dan R7 lebih banyak mendegradasi limbah organik yang ada di dalam limbah karena mampu menaikkan pH dan suhu paling cepat dan menurunkan COD sebesar ± 1%, kadar BOD5 sebesar ± 23%, kadar TDS sebesar 21%, TSS sebesar 8,1 %, N-Total sebesar 8,9% dan kadar karbohirat (amilum) sebesar  34%.
Kadar Logam Timbal (Pb) dan Sulfur (S) Pada Tanaman Ketapang Badak (Ficus lyrata Warb) Wibowo Nugroho Jati, Victoria Intan Sari Tukan, Indah Murwani
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 4, No 1 (2019): February 2019
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.746 KB) | DOI: 10.24002/biota.v4i1.2365

Abstract

Pencemaran udara semakin hari semakin bertambah parah seiring dengan bertambahnya jumlah kendaraan yang digunakan sehingga perlu memperbanyakjenis tanaman yang dapat menyerap bahan pencemar seperti Pb dan Sulfur. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengetahui kemampuan tanaman Ketapang Badak menyerap logam berat Pb dan Sulfur, (2) mengetahui pengaruh penyerapan logam berat Pb dan Sulfur terhadap kadar klorofil pada tanaman Ketapang Badak, dan (3) mengetahui pengaruh penyerapan logam berat Pb dan Sulfur terhadap stomata daun tanaman Ketapang Badak. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 3 kali pengulangan untuk setiap stasiun. Hasil uji dianalisis dengan program SPSS  Anava dan Korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman Ketapang Badak memiliki kemampuan menyerap Pb dan Sulfur namun tidak tergolong dalam tanaman yang memiliki kemampuan tinggi menyerap Pb dan Sulfur. Kemampuannya menyerap Pb sebesar 18,397 – 26,971 mg/kg dan menyerap Sulfur sebesar 0,117 - 0,130%. Kadar total klorofil tanaman menjadi kurang lebih sebesar 1,397 - 1,467 mg/g dan nilai indeks stomata tanaman menjadi kurang lebih sebesar 41,63 – 46,45.
Pemanfaatan Ekstrak Daun Tembelekan Dan Daun Pepaya Sebagai Pengendali Ulat Grayak (Spodoptera litura F.) Pada Tanaman Cabai Merah (Capsicum annum L. ) Yunita Lolodatu; Wibowo Nugroho Jati; Felicia Zahida
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 4, No 2 (2019): June 2019
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v4i2.2473

Abstract

Ulat grayak (Spodoptera litura F.) merupakan salah satu hama pada tanaman cabai merah (Capsicum annum L.). Daun tembelekan (Lantana camara L.) dan Daun pepaya (Carica papaya L.) memiliki kemampuan sebagai pestisida nabati. Tujuan dari penelitian ini ialah mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun tembelekan, esktrak daun pepaya dan kombinasi kedua daun terhadap mortalitas ulat grayak pada tanaman cabai merah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat potensi dari ekstrak daun tembelekan, ekstrak daun pepaya dan kombinasi kedua tanaman.Pelaksanaan Rangcangan percobaan  yang dilakukan ialah Rangcangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan diantaranya 3 kombinasi. Perlakuan yang dilakukan ialah Kontrol, tembelekan, pepaya, kombinasi daun tembelekan (25) : daun pepaya (75), kombinasi daun tembelekan (50) : daun pepaya (50) dan kombinasi daun tembelekan (75) : daun pepaya (25). Analisa data dievaluasi secara statistik dengan program SPSS 23 dan analisa data ANOVA. Perlakuan terbaik dalam membunuh  ulat grayak  ialah kombinasi daun tembelekan (25) : daun pepaya (75) dengan persentasi mortalitas ialah 96,7%.
Study Of The Morphological and Anatomical Character Of The Genus Cyclophorus (Gastropoda: Cyclophoridae) in Indonesia and Their Phenetic Relationships Fatimah Novianti; Felicia Zahida; Wibowo Nugroho Jati; Ayu Savitri Nurinsiyah
Jurnal Moluska Indonesia Vol. 7 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Masyarakat Moluska Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54115/jmi.v7i1.69

Abstract

Cyclophorus is one of the genera in terrestrial gastropods that inhabits forest floor, leaf litter, rocks, and decayed wood. This research aims to determine the morphological and anatomical characters of the genus Cyclophorus in Indonesia and its phenetic relationship. Descriptive method was applied by conducting observation of shell, operculum, as well as anatomical characters. Cluster analysis in Rstudio was conducted to analyze the morphological data and to see its phenetics relationship. Based on 214 shell and 21 genitalia, 12 Cyclophorus species and subspecies stored in the Museum Zoologicum Bogoriense (from the total of 20 species and subspecies in Indonesia) were identified. The morphological character of the Cyclophorus in Indonesia (shell and operculum) can be differentiated based on the shell shape, shell pattern, spiral bands, the number of whorls, shell diameter, and operculum. Diagnostic characters in the genitalia are the bursa copulatrix and oviduct (female), and penis (male). The cluster analysis shows the separation of adult shells and operculum into six (6) groups i.e. (1) C. nigricans from Sulawesi is allegedly a distinctive species of the eastern region in Indonesia; (2) C. rafflesi eximius from Sumatra and Java; (3) C. theobaldianus from Kalimantan; (4) C. rafflesi dan C. rafflesi rafflesi from Sumatra and Java; (5) C. schepmani and C. steveabbasorum from Sumatra which an allegedly the typical species of Sumatra; and (6) C. tuba plicifera, C. tuba, C. perdix, C. perdix perdix and C. perdix borneensis from Sumatra, Java and Kalimantan.