Dita Apriliya Putri
Universitas Muhammadiyah Jember

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi Manajemen Penyakit dan Psychological Well Being Lansia di Masa Pandemi Covid 19 Ayesie Natasa Zulka; Yeni Suryaningsih; Putri Nofia Martha Wulandari; Dita Apriliya Putri
The Indonesian Journal of Health Science Vol 14, No 1 (2022): The Indonesian Journal of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/ijhs.v14i1.7648

Abstract

Latar Belakang dan Tujuan: Pandemi COVID 19 tidak hanya berpengaruh bagi kondisi fisik tetapi juga kesejahteraan psikologis lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi manajemen penyakit dan psychological well being lansia dimasa pandemi. Keterbatasan pelayanan kesehatan selama pandemi seperti posyandu lansia yang dijadikan garda utama pemantauan kesehatan lansia dan ketidakpastian berakhirnya kondisi pandemi menjadi urgensi penelitian ini dilakukan. Metode: Desain studi menggunakan eksplanative survey dengan pendekatan cross sectional. sampel lansia dari desa Dukuh Mencek kecamatan Sukorambi. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi didapatkan 102 responden yang bersedia. Pengambilan data menggunakan kuesioner karakteristik lansia, MMAS-8 item, dan kuesioner psychological well being. Hasil: Hasil analisis regresi multinomial menunjukkan bahwa variabel yang memiliki korelasi dengan manajemen penyakit adalah Usia (0,012 0,05). Variabel yang berhubungan dengan Psychological well being adalah jenis kelamin (0,006), status tinggal (0,020), pendidikan (0,000), pekerjaan (0,047), status pernikahan (0,009) (P0,05). Kedua variabel menunjukkan korelasi namun tidak signifikan. Simpulan dan Implikasi: Teridentifikasi bahwa manajemen penyakit dan psychological well being lansia dalam kategori cukup dan sedang. Hal ini menunjukkan keterlibatan berbagai faktor yang berkaitan dengan kondisi tersebut. Pengembangan sistem pelayanan kesehatn perlu dibentuk sebagai langkah antispasi kesehatan fisik dan mental lansia di masa pandemi COVID 19.
Hubungan Beban Kerja dengan Kinerja Perawat dalam Melakukan Asuhan Keperawatan di Instalasi Rawat Inap RSD Balung Berbasis Theory Kopelman Dita Apriliya Putri; Asmuji Asmuji; Yeni Suryaningsih
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 3 (2024): Mei
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i3.51

Abstract

Beban kerja dapat digambarkan sebagai keseluruhan susunan pekerjaan yang dialami dihari itu termasuk organisasi, lingkungan, pribadi (fisik, psikologis dan psikologi) dan faktor situasional. Beban kerja harus diperhatikan untuk mendapatkan keserasian dan produktifitas kerja yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan beban kerja dengan kinerja perawat dalam melakukan asuhan keperawatan di Instalasi Rawat Inap RSD Balung. Desain penelitian model kolerasional dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 40 responden yang diambil menggunakan teknik Proportionate Random Sampling. Analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah Spearman rho dengan α = 0,05. Hasil yang didapatkan perawat yang memiliki beban kerja ringan dengan kinerja baik sebanyak 19 orang (47,5%), beban kerja ringan dengan kinerja cukup sebanyak 12 Orang (30%), beban kerja sedang dengan kinerja baik 1 orang (2,5%), beban kerja sedang dengan kinerja cukup 7 orang (17,5%), dan beban kerja berat dengan kinerja kurang 1 orang (2,5%). %). Hasil statistik menunjukkan perawat memiliki beban kerja ringan dan kinerja baik dengan tingkat signifikasi ρ = 0,003 dan nilai koefisien korelasi negatif 0,463 dengan kekuatan hubungan sedang yang artinya terdapat hubungan signifikan antara beban kerja dengan kinerja perawat. Diharapkan adanya evaluasi beban kerja, situasi lingkungan yang kondusif, serta upaya perawat meningkatkan kinerja sehingga kepuasan pasien mendapatkan mutu pelayanan yang baik dapat tercapai