Ayesie Natasa Zulka
Universitas Muhammadiyah Jember

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Evaluasi Pelaksanaan Learning From Home (LFH): Blended Learning dengan Emotional Resilience dan Kemampuan Manajemen Belajar Mahasiswa Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jember Ayesie Natasa Zulka
The Indonesian Journal of Health Science Vol 13, No 1 (2021): The Indonesian Journal of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/ijhs.v13i1.5017

Abstract

Mahasiswa keperawatan menghadapi perubahan adaptasi pembelajaran dari jenjang SMA ke perguruan tinggi, selain itu mahasiswa menjalani sistem pembelajaran jarak jauh dengan skema blended learning. Ketidakpastian akhir pandemi dan meningkatnya penggunaan pembelajaran online dapat berdampak negatif pada kesehatan mental siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran dari rumah: blended learning dengan emotional resiliencedan kemampuan manajemen belajar mahasiswa. Desain penelitian menggunakan studi cross sectional dengan total sampling sebanyak 120 mahasiswa tahun pertama Program Studi Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jember yang bersedia. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner pelaksanaan learning from home, kuesioner emotional resilience remaja, dan kuesioner kemampuan manajemen belajar. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis korelasi Spearman. Hasil analisis korelasi menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pelaksanaan LFH dengan emotional resilience mahasiswa (0,004 0,005) dengan kekuatan hubungan sangat lemah (r = 0,224). Faktor-faktor lain berkontribusi dalam kondisi emotional resilience dan kemampuan manajemen belajar mahasiswa. Kondisi emotional resilience mahasiswa perlu menjadi perhatian bagi institusi di masa pandemi dan pelaksanaan learning from home
Evaluasi Manajemen Penyakit dan Psychological Well Being Lansia di Masa Pandemi Covid 19 Ayesie Natasa Zulka; Yeni Suryaningsih; Putri Nofia Martha Wulandari; Dita Apriliya Putri
The Indonesian Journal of Health Science Vol 14, No 1 (2022): The Indonesian Journal of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/ijhs.v14i1.7648

Abstract

Latar Belakang dan Tujuan: Pandemi COVID 19 tidak hanya berpengaruh bagi kondisi fisik tetapi juga kesejahteraan psikologis lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi manajemen penyakit dan psychological well being lansia dimasa pandemi. Keterbatasan pelayanan kesehatan selama pandemi seperti posyandu lansia yang dijadikan garda utama pemantauan kesehatan lansia dan ketidakpastian berakhirnya kondisi pandemi menjadi urgensi penelitian ini dilakukan. Metode: Desain studi menggunakan eksplanative survey dengan pendekatan cross sectional. sampel lansia dari desa Dukuh Mencek kecamatan Sukorambi. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi didapatkan 102 responden yang bersedia. Pengambilan data menggunakan kuesioner karakteristik lansia, MMAS-8 item, dan kuesioner psychological well being. Hasil: Hasil analisis regresi multinomial menunjukkan bahwa variabel yang memiliki korelasi dengan manajemen penyakit adalah Usia (0,012 0,05). Variabel yang berhubungan dengan Psychological well being adalah jenis kelamin (0,006), status tinggal (0,020), pendidikan (0,000), pekerjaan (0,047), status pernikahan (0,009) (P0,05). Kedua variabel menunjukkan korelasi namun tidak signifikan. Simpulan dan Implikasi: Teridentifikasi bahwa manajemen penyakit dan psychological well being lansia dalam kategori cukup dan sedang. Hal ini menunjukkan keterlibatan berbagai faktor yang berkaitan dengan kondisi tersebut. Pengembangan sistem pelayanan kesehatn perlu dibentuk sebagai langkah antispasi kesehatan fisik dan mental lansia di masa pandemi COVID 19.
Analisis Faktor Determinan Peningkatan Resiko Sedentary lifestyle Mahasiswa Dengan Pendekatan Health belief model Ayesie Natasa Zulka; Yeni Suryaningsih; Nadia Lestika Wahyuningtiyas; Netin Wina Oktaviani; Putri Ayu Budi Arifinda
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol 5 No 2 (2024): Juni
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i2.434

Abstract

Sedentary lifestyle menjadi salah satu resiko buruk akibat perubahan gaya hidup selama pandemi COVID-19. Melalui pendekatan teori health belief model peneliti ingin mengidentifikasi dan mengetahui faktor prioritas penting yang berdampak bagi pengambilan keputusan individu secara rasional berkaitan perilaku kesehatan individu dalam hal ini adalah sedentary lifestyle. Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis faktor determinan peningkatan resiko sedentary lifestyle pada mahasiswa. Perubahan perilaku kesehatan selama pandemi yang dialami mahasiswa tidak hanya bersifat positif namum ada beberapa adaptasi kebiasaan baru yang meninggalkan dampak negatif. Sedentary lifestyle pada masa pandemi mengalami peningkatan. Desain studi menggunakan eksplanatif survei dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik multistage random sampling. dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Pengambilan data menggunakan kuesioner karakteristik mahasiswa, sedentary lifestyle dengan pendekatan health belief model. Analisis data menggunakan uji chie square (p <0,005). Analisis bivariat didapatkan responden yang terlibat dalam penelitian ini berusia di rentang 17-20 tahun (100%), dengan mayoritas perempuan (81%), serta status tinggal kos atau kontrak (60%). Hasil uji bivariat didapatkan bahwa faktor yang berhubungan dengan peningkatan resiko sedentary lifestyle responden adalah Perceived Barier (P=0,014) serta Cues to action: event: event (P=0,032). Perceived barriersss yang tinggi dalam melakukan aktivitas fisik ataupun tindakan pencegahan lain yang membuat individu enggan melakukan hal tersebut akan membuat individu menjadi rentan terhadap peningkatan resiko sedentary lifestyle. kesadaran individu dapat mempengaruhi keberlanjutan dari perilaku sedentari yang dilakukan.