Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

TANGGUNG JAWAB HUKUM BIRO PERJALANAN UMRAH DALAM HAL RISIKO KEGAGALAN KEBERANGKATAN PADA MASA PANDEMI Aufa Fajrul Hikmah
Kumpulan Jurnal Mahasiswa Fakultas Hukum Sarjana Ilmu Hukum, Juli 2022
Publisher : Kumpulan Jurnal Mahasiswa Fakultas Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aufa Fajrul Hikmah, Reka Dewantara, Shanti Riskawati Fakultas Hukum Universitas Brawijaya e-mail: aufa.hikmah@gmail.com ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengenai tanggung jawab hukum biro perjalanan umrah terhadap calon Jemaah umrah atas kegagalan keberangkatan pada masa pandemi. Pilihan tema tersebut dilatarbelakangi oleh ketidak pastian hukum yang terjadi mengenai tanggung jawab biro perjalanan umrah atas calon Jemaahnya yang gagal diberangkatkan pada saat pandemi. Hal ini juga merugikan calon jemaah, kerugian yang dialami calon jemaah umrah berupa kerugian secara waktu maupun finansial, tidak sedikit calon jemaah umrah sudah mempersiapkan berbagai hal sebelum keberangkatan umrah. Pasal 4 huruf h UUPK menjelaskan hak konsumen untuk mendapatkan kompensasi, ganti rugi dan/atau penggantian, apabila barang dan/atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau tidak sebagaimana mestinya. Kemudian penulisan karya tulis ini menggunakan metode yuridis normatif dengan metode pendekatan perundang-undangan (statuteapproach) dan pendekatan analitis (analytical approach). Bahan hukum yang diperoleh penulis akan dianalisis dengan menggunakan Teknik analisis deskriptif analitis yaitu suatu metode analisis bahan hukum dengan cara melakukan menentukan isi atau makna aturan hukum dari segi perlindungan konsumen, penyelenggaraan ibadah umrah, serta Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Dari hasil penelitian dengan metode diatas Adanya Covid-19 termasuk dalam force majeure relative bagi biro perjalanan umrah. Force majeure relative yakni pemenuhan atas prestasi tidak mungkin dilaksakan hanya untuk sementara waktu saja, karena disaat suatu peristiwa itu berakhir, debitur dapat melaksanakan prestasinya. Biro perjalanan umrah juga selaku sebagai penyedia jasa harus bertanggung jawab untuk melakukan negosiasi dengan calon Jemaah selaku konsumen mengenai penyesuaian waktu serta prosedur baru hingga overmacht berakhir atau dengan mengakhiri perjanjian tergantung kesepakatan antara calon Jemaah umrah dengan biro perjalanan umrah. Kata Kunci: tanggung jawab hukum, umrah, pandemi ABSTRACT This research aims to find out the liabilities of a travel agency responsible for an umrah program over umrah trip cancellation during the pandemic. This research topic departed from the uncertainty of law regarding the liabilities that the travel agency has to hold following the cancellation of the umrah trip that participants have to face during the pandemic. This cancellation certainly disadvantages the participants of the program in terms of finance and time since they have prepared for everything needed in the program before they have to know that they fail to go for umrah. Article 4 letter h of Consumer Protection sets forth the right of the consumers to get compensation, redress, and/or replacement in case of goods and/or services irrelevant to the agreement made. This research employed normative-juridical methods, statutory, and analytical approaches. Legal materials were analyzed using descriptive-analytical techniques where the contents or meaning of the law is determined regarding consumer protection, the umrah program, and the Civil Code. The research results conclude that Covid-19 is deemed to be in the category of relative force majeure, meaning that the program is impossible to take place only in a certain period, and when the pandemic is over and when it is declared safe to go, debtors can still go for umrah. In this case, the travel agency is responsible to hold a negotiation with the participants as consumers regarding the reschedu
THE URGENCY OF REGULATING THE FORM OF WRITTEN AGREEMENT FOR UMRAH Aufa Fajrul Hikmah; Chanifah, Nur; Widhiyanti, Hanif Nur
International Journal of Educational Review, Law And Social Sciences (IJERLAS) Vol. 3 No. 6 (2023): November
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/ijerlas.v3i6.1111

Abstract

This research aims to discover the urgency of regulating written agreements for Umrah pilgrimage departures. The chosen theme is motivated by the absence of positive law governing written agreements for Umrah pilgrimage departures. Numerous issues have arisen, including cases where Umrah travel agencies fail to fulfill their obligation of sending prospective pilgrims or provide facilities and services as promised to the prospective pilgrims. This study adopts a juridical-normative method with the statutory approach and analytical approach. Legal materials obtained by the author will be analyzed using a descriptive-analytical technique, which involves determining the content and meaning of the legal rules regarding the organization of Umrah pilgrimages and the Civil Code. Based on the results of the research using the aforementioned method, an urgent written agreement is proposed with the aim of facilitating smooth cooperation between travel agencies and Umrah pilgrims, while also reducing the risk of fraud or any detrimental actions to either party. The written agreement serves as a guide for both the travel agencies and pilgrims to act in accordance with the promises made in the agreement and the established regulations.
EDUKASI HUKUM PREVENTIF MENGATASI KETIDAKSESUAIAN GAMBAR UKUR DALAM PROGRAM PENDAFTARAN TANAH SISTEMATIS LENGKAP (PTSL) DI KELURAHAN TLOGOANYAR, KABUPATEN LAMONGAN Aizahra Dafa Salsabila; Aufa Fajrul Hikmah; Ilma Lailia Yusvida
Jurnal Abadimas Adi Buana Vol 10 No 01 (2026): Jurnal Abadimas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/abadimas.v10.i01.a11718

Abstract

Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) merupakan kebijakan pemerintah dalam mewujudkan kepastian hukum hak atas tanah melalui pendaftaran tanah secara sistematis. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi permasalahan berupa ketidaksesuaian gambar ukur yang berpotensi menimbulkan sengketa batas tanah, ketidakakuratan data fisik, serta rendahnya pemahaman masyarakat mengenai mekanisme penyelesaian administratif yang tersedia. Kondisi tersebut ditemui di Kelurahan Tlogoanyar, Kabupaten Lamongan yang sedang melaksanakan Program PTSL. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran hukum masyarakat melalui edukasi hukum preventif mengenai langkah-langkah penyelesaian ketidaksesuaian gambar ukur sebelum menempuh penyelesaian sengketa secara nonlitigasi maupun litigasi. Metode yang digunakan meliputi edukasi hukum, diskusi interaktif, pembagian booklet, konsultasi hukum, serta pendampingan pemasangan patok permanen. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terdapat 20 peserta yang mengikuti rangkaian edukasi hukum dan menerima booklet edukatif sebagai media pembelajaran mandiri. Kegiatan juga menghasilkan sesi konsultasi hukum yang dimanfaatkan oleh peserta, serta tindak lanjut berupa pendampingan pemasangan patok permanen pada bidang tanah milik peserta sebagai implementasi langsung materi yang diberikan. Temuan tersebut menunjukkan bahwa model edukasi hukum preventif berbasis 3 (tiga) solusi administratif, yaitu koordinasi melalui Kelurahan/Pokmas, penataan batas pasca PTSL, dan pemasangan patok permanen, mampu mendorong masyarakat untuk memanfaatkan mekanisme administrasi pertanahan sebagai upaya perlindungan hukum preventif sebelum menempuh penyelesaian sengketa.
PENINGKATAN LITERASI HUKUM UMKM DALAM KERJA SAMA PROMOSI DIGITAL DENGAN INFLUENCER MELALUI PENDAMPINGAN INDIVIDUAL DI DESA KASRI, KECAMATAN BULULAWANG, KABUPATEN MALANG Aufa Fajrul Hikmah; Ilma Lailia Yusvida; Aizahra Dafa Salsabila
Jurnal Abadimas Adi Buana Vol 10 No 01 (2026): Jurnal Abadimas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/abadimas.v10.i01.a11719

Abstract

  Pemanfaatan media sosial dan influencer sebagai sarana promosi membuka peluang perluasan pasar bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), tetapi perkembangan tersebut belum selalu diikuti kesiapan pelaku usaha dalam menghadapi risiko hukum. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi hukum lima pelaku UMKM di Desa Kasri, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, melalui model pendampingan individual yang disesuaikan dengan karakter usaha dan tingkat paparan digital masing-masing peserta. Peserta dipilih secara purposif berdasarkan keaktifan pemasaran digital, perkembangan jangkauan usaha, serta potensi keterlibatan dengan influencer atau kreator konten. Kegiatan dilaksanakan melalui identifikasi peserta, asesmen awal, pemetaan kebutuhan, pendampingan individual, studi kasus dan konsultasi, serta evaluasi akhir. Perubahan pemahaman diukur menggunakan enam indikator yang mencakup kesadaran terhadap risiko promosi melalui influencer, kejelasan kesepakatan, unsur yang perlu diperiksa atau disepakati, penyimpanan bukti digital, respons terhadap informasi yang berpotensi merugikan usaha, dan langkah preventif sebelum kerja sama. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pada seluruh indikator. Tiga indikator meningkat dari 20% menjadi 100%, sedangkan tiga indikator lainnya meningkat dari 0% menjadi 100%. Kebaruan kegiatan terletak pada penggunaan pendampingan individual berbasis profil risiko digital, yang memungkinkan materi dan konsultasi disesuaikan dengan kebutuhan konkret setiap usaha. Model ini dapat dikembangkan sebagai pendekatan edukasi hukum preventif bagi UMKM yang aktif dalam pemasaran digital atau berencana bekerja sama dengan influencer.
PENYULUHAN HUKUM MENGENAI ASAS-ASAS UMUM PEMERINTAHAN YANG BAIK SEBAGAI INSTRUMEN PENGENDALI KEKUASAAN ADMINISTRATIF: ANALISIS PUTUSAN PTUN DI INDONESIA Yusvida, Ilma; Aufa Fajrul Hikmah; Aizahra Dafa Salsabila
Jurnal Penamas Adi Buana Vol 10 No 01 (2026): Jurnal Penamas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/penamas.vol10.no01.a11720

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahman aparatur pemerintahan dan masyarakat mengenai Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik (AAUPB) sebagai instrumen pengendali kekuasaan administratif melalui penyuluhan hukum berbasis analisis putusan PTUN. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi interaktif, dan pembahasan studi kasus. Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini sekitar 30 orang yang terdiri dari aparatur kecamatan, aparatur desa/kelurahan, serta unsur masyarakat. Pemahaman peserta mengalami peningkatan yang dibuktikan dari post-test yang diberikan sebelum dilakukan penyuluhan, 60% peserta belum memahami AAUPB. Setelah dilakukan penyuluhan, 95% peserta memahami sunstansi materi yang disampaikan. Hal yang menjadi kepuasan dari pemateri adalah banyak peserta yang merasa sangat puas tentang kegiatan yang dilakukan. Luaran yang dibagikan dalam penyuluhan hukum tersebut adalah Booklet. Pemateri memberi contoh Putusan PTUN sebagai analisis dari penyuluhan hukum ini.