p-Index From 2021 - 2026
0.835
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal e-Komunikasi
Megawati Wahjudianata
Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Kristen Petra

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Representasi Posfeminisme dalam Drama Korea “Vincenzo” Meiliana Sukwanto; Daniel Budiana; Megawati Wahjudianata
Jurnal e-Komunikasi Vol 10, No 2 (2022): VOL 10, NO 2 SEPTEMBER 2022
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Drama Korea “Vincenzo” merupakan drama bergenre dark, crime, dan dark comedy, garapan sutradara perempuan Kim Hee Won, yang tayang di tahun 2021. Dalam drama ini, posfeminisme direpresentasikan lewat karakter perempuan, yang diceritakan sebagai sosok dominan, tidak lemah, dan memiliki pengaruh besar dalam setiap masalah. Belakangan ini produk Hallyu, termasuk drama, sering kali menggambarkan posfeminisme melalui karakter perempuan sebagai sosok yang percaya diri dan memiliki eksistensi, serta dapat mengekspresikan diri tanpa terjerat konsep superior-inferior. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui representasi posfeminisme dalam drama Korea Vincenzo.Metode yang digunakan adalah semiotika milik John Fiske, yang terdiri dari 3 level yaitu, level realitas, level representasi, dan level ideologi. Dengan hasil, perempuan sebagai posfeminisme dalam drama Korea Vincenzo, merupakan perempuan yang aktif di ruang publik dan memiliki intelegensi intrapersonal. 
Representasi Disfungsi Keluarga dalam Film Disney “Encanto” Michielle Erica Wilson; Daniel Budiana; Megawati Wahjudianata
Jurnal e-Komunikasi Vol 10, No 2 (2022): VOL 10, NO 2 SEPTEMBER 2022
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana disfungsi keluarga direpresentasikan melalui film Disney “Encanto”. Pendekatan yang dilakukan adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Metode yang digunakan adalah metode semiotika televisi John Fiske melalui tiga level yaitu level realitas, representasi dan ideologi. Peneliti menggunakan karakteristik disfungsi keluarga milik Donna F. LaMar dan Michele Meleen untuk menemukan penggambaran disfungsi keluarga, yaitu nonexistent or poor support for individuals, conditions for care, ineffective communication, excessive criticism, excessive expectations, dan the use of blame. Keluarga Madrigal digambarkan sebagai keluarga magis yang dapat diandalkan namun tertekan oleh tuntutan Kepala Keluarga. Hal ini dapat dilihat dari bagaimana kepala keluarga yang konservatif sebagai feminisme dengan pola asuh otoriter, dan dampak pada anggota keluarganya.
Pemeliharaan Hubungan Pasangan Jarak Jauh pada Masa Persiapan Pernikahan Joanna Belinda; Desi Yoanita; Megawati Wahjudianata
Jurnal e-Komunikasi Vol 10, No 2 (2022): VOL 10, NO 2 SEPTEMBER 2022
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemeliharaan hubungan pasangan jarak jauh merupakan sebuah fenomena komunikasi yang kompleks terlebih lagi pada masa persiapan pernikahan. Dalam implementasinya, HJJ membutuhkan pemeliharaan hubungan yang efektif karena dinilai sebagai pondasi utama dalam sebuah ikatan terutama pada jenjang yang lebih serius yakni mempersiapkan pernikahan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan metode fenomenologi milik Cresswell. Penelitian ini menggunakan teori pemeliharaan hubungan milik Ledbetter yang terdiri dari sebelas komponen utama. Selain itu penelitian menggunakan dua pasang subjek penelitian yang memiliki latar belakang perbedaan negara, budaya, usia, dan keluarga. Hasil penelitian menemukan bahwa proses pemeliharaan hubungan pasangan jarak jauh dalam masa persiapan pernikahan membutuhkan kepercayaan, kesetiaan, dan pengandalan diri satu sama lain. Perbedaan latar belakang, usia, waktu, dan geografis mempengaruhi stigma pernikahan.
Representasi Peran Ibu Sebagai Single Parent dalam Film “Yang Tak Tergantikan” Michell Nathazya Tjhandy; Agusly Irawan Aritonang; Megawati Wahjudianata
Jurnal e-Komunikasi Vol 10, No 2 (2022): VOL 10, NO 2 SEPTEMBER 2022
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluarga adalah sebuah unit terkecil dalam masyarakat yang memiliki peran penting. Saat ini, fenomena single parent menjadi marak, sejalan dengan berubahnya gaya hidup dan modernisasi. Fenomena orangtua tunggal di Indonesia menjadi salah satu tema yang diangkat oleh berbagai media sebagai sarana informasi yang terjadi saat ini. Salah satunya adalah film. Salah satu film yang penuh akan fenomena adalah film yang berjudul “Yang Tak Tergantikan” karya Herwin Novianto. Film Yang Tak Tergantikan mengangkat latar belakang cerita dimana seorang ibu yang hidup bersama ketiga anaknya dan terpaksa harus menjadi tulang punggung keluarga karena suami yang tidak bertanggung jawab. Kajian melalui ‘tanda’ dalam film dapat dilakukan dengan berbagai tinjauan dan metode penelitian, salah satunya semiotika. Semiotika merupakan ilmu dan metode yang dipakai guna menganalisis tanda-tanda. Permasalahan ini kemudian menjadi kajian representasi perjuangan ibu single parent dalam film “Yang Tak Tergantikan.” Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode semiotika. Berdasarkan temuan data, terdapat 19 adegan yang representatif dalam menjelaskan perjuangan ibu single parent dalam film. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa terdapat representasi peran ibu single parent dalam tanggung jawabnya terhadap keluarganya. Berdasarkan analisis dari level ideologi ditemukan ideologi feminisme, yang menjelaskan bahwa wanita memiliki kapabilitas yang mumpuni dalam mengambil peran dalam masyarakat dan keluarga
Representasi Peran Orangtua dalam Web Series “Little Mom” Lim Alicia Jessica Halim; Agusly Irawan Aritonang; Megawati Wahjudianata
Jurnal e-Komunikasi Vol 10, No 2 (2022): VOL 10, NO 2 SEPTEMBER 2022
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran orang tua dalam mendidik anak sangatlah krusial. Salah satu dampak dari kurangnya peran orang tua adalah permasalahn pergaulan bebas. Salah satu bentuk pergaulan bebas adalah perilaku seks bebas yang dilakukan oleh para remaja. Little Mom merupakan salah satu drama yang mengangkat isu kenakalan remaja salah satunya yaitu perilaku seks bebas beserta dampaknya. Web series dengan judul Little Mom ini menceritakan mengenai perjuangan Naura yang diperankan, seorang gadis 16 tahun yang cantik, berprestasi, dan menjadi kebanggaan orang tua namun hidupnya berantakan seketika akibat hamil diluar nikah dengan Yuda, pacarnya. Dalam drama ini banyak merepresentasikan peran orang tua, khususnya orang tua Naura dalam membantu Naura menghadapi masalah. Representasi peran orang tua dalam web series Little Mom dapat memunculkan berbagai persepsi. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk memberikan representasi peran orang tua Naura. Pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan cuplikan adegan yang berhubungan dengan peran orang tua. Data dianalisis dengan menggunakan analisa semiotika televisi John Fiske. Hasilnya dalam web series ini terdapat beberapa representasi peran orang tua yang direpresentasikan oleh orang tua Naura seperti peran orang tua dalam membantu anak menghadapi masalah, peran orang tua dalam mendidik dan melindungi anak, dan peranan orang tua dalam membentuk cita-cita anak. Selain itu dalam analisa juga ditemukan representasi patriarki dan liberalisme dalam peranan orang tua Naura.