Azis Abdul Sidik
Pondok Pesantren Ar-Raudloh Cileunyi Bandung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Ideologi Kalam dalam Tafsir Al-Qur’an: Studi Komparasi Tafsir Sunni dan Syi’ah tentang Kepemimpinan Azis Abdul Sidik
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol 2, No 4 (2022): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v2i4.18956

Abstract

Penelitian ini bertujuan membahas tentang konsep kepemimpinan antara kelompok sunni dan syiah dengan analisis komparasi tafsir Al-Qur’an yang dijadikan hujjah oleh ulama sunni-syiah. Metode dalam penelitian ini bersifat kualitatif dengan kajian Pustaka dan pendekatan sejarah kajian naskah tafsir. pembahasan penelitian ini meliputi kepemimpinan dalam prespektif kelompok sunni-syiah dan Analisa perbandingan antara ulama sunni dan syiah. Selanjuntya hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa pemahaman konsep kepemimpinan antara sunni-syiah berbeda dimulai dari siapa yang lebih pantas mengantikan kepemimpinan Rasulullah SAW. seteelah wafat, syiah mengkaliam bahwa Ali Bin Abi Thalib merupakan pemimpin yang sah yang ditunjuk langsung oleh nabi untuk menggantikan kepemimpinan setelah nabi wafat dengan hujjah Q.S al-Maidah 67 yang berkaitan dengan sabda nabi di Ghadir Khum, sedangkan ulama sunni menganggap bahwa Abu Bakar ash- Shiddiq adalah pemimpin yang sah yang dipilih dan hasil musyawarah di Majlis al-Syura di bani Saqifah, pembukaan ini berlanjut sampai pada konsep imamah yang dianut oleh syiah, syiah memahami imamah merupakan pemimpin yang dipilih langsung oleh Allah SWT. pemimpin yang maksum yang wajib ditaati dan diimani oleh umat, sedangkan sunni menganggap bahwa hanya manusia biasa hasil pilihan umat dan tidak maksum. Hujjah dalil Al-Qur’an yang dipakai oleh sunni-syiah berbeda juga batasannya, hal ini terjadi karena untuk memperkuat pemahaman dari kelompoknya masing-masing.
Analisis Penafsiran Tokoh Feminis Terhadap Ayat-Ayat Nusyuz dalam Al-Qur’an Azis Abdul Sidik; Ihsan Imaduddin
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol 3, No 1 (2023): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v3i1.23771

Abstract

Penelitian ini membahas tentang penafsiran nusyuz oleh tokoh feminis dengan metode deskriptif analitik dan berbasis library research, hasil dari penelitian ini adalah bahwa penafsiran dua teks Al-Qur’an tentang penanganan nusyuz yang dilakukan oleh suami dan istri selama ini dipahami secara terpisah. Nusyuz oleh istri ditangani menggunakan tafsiran surat annisa ayat 34 sedangkan nusyuz oleh suami ditangani oleh tafsiran surat Annisa ayat 128. Studi pada beberapa literatur memperlihatkan bahwa perbedaan penanganan ini terkesan lebih berpihak kepada laki-laki, dimana wanita ditempatkan dalam posisi yang lemah dan berada pada pihak yang harus lebih banyak berkorban. Dalam periode awal, penafsiran pernikahan dipahami sebagai akad peralihan kepemilikan (aqd tamlik) lelaki atas wanita. Peralihan kepemilikan wanita dari walinya kepada suami dalam konteks saat ini dapat dimaknai bahwa wanita adalah properti yang bisa dimiliki lelaki. Qiraah mubadalah menawarkan kosep kesetaraan antara suami dan istri di atas lima pilar pernikahan yaitu mitsaqon ghlidzo, zawaj, taradhin, mu’asyarah bil ma’ruf, dan musyawarah. Prinsip kesetaraan yang ditawarkan qiraah mubadalah membawa penelitian ini untuk membaca kembali annisa ayat 34 dan 128 dengan semangat emansipatoris. Hasilnya menunjukan bahwa penanganan nusyuz pada kedua ayat tersebut bersifat komplementer dan berlaku secara bersamaan untuk suami dan istri. Annisa ayat 34 merupakan penangan bertahap atas prilaku nusyuz, sedangkan ayat 128 merupakan petunjuk dalam rangka resolusi konflik dengan renegoisasi atas kesepahaman dan kesepakatan dalam pernikahan.