Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LAMANYA PROSES PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM PADA IBU NIFAS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MAJENE TAHUN 2021 Rika Asmirah
JURNAL FISIOTERAPI DAN ILMU KESEHATAN SISTHANA Vol. 2 No. 1 (2020): Januari : Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jufdikes.v2i1.167

Abstract

Lip balm merupakan sediaan yang diaplikasikan pada bibir yang berfungsi sebagai pelembab dan pencerah bibir. Tanaman Mentimun dan jeruk nipis dapat dimanfaatkan untuk mencerahkan kulit, khususnya kulit yang kering dan juga kulit yang menghitam akibat penggunaan kosmetik yang salah. Tujuan penelitian untuk mengetahui kombinasi perasan buah mentimun dan jeruk nipis sebagai pencerah bibir dan mengetahui formulasi dari kombinasi perasan buah mentimun dan jeruk nipis yang memiliki sifat yang baik. Metode penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen meliputi formulasi sediaan lip balm dengan konsentrasi perasaan buah mentimun (Cucumis sativus L.) dan buah jeruk nipis (Citrus aurantifolia) konsentrasi 5%, 6% dan 7%. Dengan bahan dasar oleum cacao dan cera flava. Pemeriksaan mutu fisik sediaan meliputi pemeriksaan organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, stabilitas, suhu lebur, dan iritasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa perasan buah mentimun dan buah jeruk nipis dapat diformulasikan kedalam bentuk sediaan lip balm dengan konsentrasi 5% (F1), 6% (F2), 7% (F3) dan telah memenuhi persyaratan uji homogenitas, titik lebur sediaan dan tidak mengiritasi kulit. Karakteristik buah mentimun dan buah jeruk nipis yang dapat membentuk sediaan lip balm yang baik yaitu sediaan ketiga karena dilihat dari hasilnya warna pada bibir lebih banyak menunjukan kecerahan dan juga kelembaban.
Tingkat Keberhasilan Relaktasi pada Ibu Nifas Terhadap Pemijatan Tulang Belakang pada Costa Ke 5-6 Sampai ke Scapula untuk Merangsang Hipofise Posterior Rika Asmirah; Armiyati Nur; Agustini Liviana Dwi Rahmawati; Cici Pratiwi; Sri Rahmah Haruna
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3268

Abstract

Relaktasi adalah proses mengembalikan kemampuan ibu untuk menyusui setelah sempat berhenti. Pemijatan tulang belakang pada daerah costa ke-5 hingga scapula diyakini dapat merangsang hipofise posterior untuk mengeluarkan hormon oksitosin yang berperan penting dalam proses laktasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat keberhasilan relaktasi pada ibu nifas dengan pemberian intervensi pemijatan tulang belakang pada daerah costa ke-5 sampai scapula. Metode penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest dengan kontrol. Sampel terdiri dari 30 ibu nifas yang mengalami penurunan produksi ASI. Intervensi diberikan selama 7 hari berturut-turut. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan peningkatan signifikan dalam produksi ASI pada kelompok intervensi (p = 0,001). Kesimpulan: Pemijatan tulang belakang pada daerah costa ke 5-6 sampai ke scapula efektif dalam meningkatkan keberhasilan relaktasi pada ibu nifas.