Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pentingnya Pemeriksaan Ante Natal Care (ANC) dan Penggunaan Alat Kontrasepsi selama Pandemi COVID-19 di Puskesmas Moncoloe Maros Nour Sriyanah; Suradi Efendi; Halmina Ilyas; Fitriani Fitriani; Armiyati Nur
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Peduli Masyarakat: Juni 2022
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v4i2.1163

Abstract

Antenatal care (ANC) adalah asuhan yang diberikan untuk ibu hamil yang bertujuan untuk mengamankan kehamilan agar tetap aman dan bayi yang dikandung sehat , menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hampir ¾ dari kematian ibu di negara miskin dapat di cegah 26% dengan perawatan prenatal yang memadai 48% dengan peningkatan akses keperawatan obstetrik yang berkualitas penggunaan alat kontrasepsi di bulan Maret 2020 di bandingkandengan bulan sebelumnya, dengan berkurangnya partisipasi KB maka kan berimbas kepada meningkatnya kelahiran bayi atau biasa disebut “baby boom” setelah pandemi covid 19. Tujuan diharapkan peserta mampu mengetahui pentingnya pemeriksaan antenatal care dan penggunaan alat kontrasepsi selama pandemi COVID-19. Metode dari pengabdian ini yaitu metode ceramah. Sasaran dari pengabdian ini yaitu ibu hamil sejumlah 37 orang. Hasil dari pengabdian masyarakat menemukan bahwa ibu hami akan mengaplikasikan pentingnya pemeriksaan ANC dan penggunaan alat kontrasepsi pada ibu hamil. Kesimpulannya adalah pengabdian masyarakat yang dilakukan berhasil untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengaplikasikan pentingnya pemeriksaan ANC dan penggunaan alat kontrasepsi di Moncongloe.
Analisis Efektivitas Model Asuhan Berbasis Holistik dalam Meningkatkan Kesejahteraan Ibu dan Bayi Mildaratu; Raehan; Halisah; Fyzria Qudratullah; Armiyati Nur
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2816

Abstract

Model asuhan kebidanan yang berfokus secara biomedis sering kali belum mampu menjawab kebutuhan menyeluruh ibu dan bayi dalam periode perinatal. Pendekatan holistik dipandang mampu meningkatkan kesejahteraan dengan memperhatikan aspek fisik, emosional, sosial, dan spiritual secara terpadu. Menilai efektivitas model asuhan berbasis holistik dalam meningkatkan kesejahteraan ibu dan bayi pascapersalinan. Penelitian ini merupakan studi quasi-eksperimental dengan desain pretest-posttest kelompok kontrol. Sampel terdiri dari 60 ibu bersalin yang dibagi menjadi kelompok intervensi (asuhan holistik) dan kelompok kontrol (asuhan konvensional). Asuhan holistik meliputi pijat relaksasi, konseling emosional, aromaterapi, dan dukungan spiritual. Data dikumpulkan melalui kuesioner depresi postnatal (EPDS), kepuasan pasien (CSQ-8), dan bonding ibu-bayi (MIBS), kemudian dianalisis menggunakan uji paired dan independent t-test. Hasil analisis menunjukkan peningkatan signifikan dalam aspek kesejahteraan ibu dan bayi pada kelompok intervensi dibandingkan kelompok kontrol, dengan penurunan skor depresi postnatal (p=0,001), peningkatan kepuasan pelayanan (p=0,000), dan perbaikan ikatan ibu-anak (p=0,004). Model asuhan berbasis holistik efektif dalam meningkatkan kesejahteraan ibu dan bayi, serta layak diintegrasikan ke dalam pelayanan kebidanan sebagai pendekatan komplementer terhadap model konvensional.
Tingkat Keberhasilan Relaktasi pada Ibu Nifas Terhadap Pemijatan Tulang Belakang pada Costa Ke 5-6 Sampai ke Scapula untuk Merangsang Hipofise Posterior Rika Asmirah; Armiyati Nur; Agustini Liviana Dwi Rahmawati; Cici Pratiwi; Sri Rahmah Haruna
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3268

Abstract

Relaktasi adalah proses mengembalikan kemampuan ibu untuk menyusui setelah sempat berhenti. Pemijatan tulang belakang pada daerah costa ke-5 hingga scapula diyakini dapat merangsang hipofise posterior untuk mengeluarkan hormon oksitosin yang berperan penting dalam proses laktasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat keberhasilan relaktasi pada ibu nifas dengan pemberian intervensi pemijatan tulang belakang pada daerah costa ke-5 sampai scapula. Metode penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest dengan kontrol. Sampel terdiri dari 30 ibu nifas yang mengalami penurunan produksi ASI. Intervensi diberikan selama 7 hari berturut-turut. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan peningkatan signifikan dalam produksi ASI pada kelompok intervensi (p = 0,001). Kesimpulan: Pemijatan tulang belakang pada daerah costa ke 5-6 sampai ke scapula efektif dalam meningkatkan keberhasilan relaktasi pada ibu nifas.
Efektivitas Kader Kesehatan Digital dalam Deteksi Dini Risiko Stunting pada Balita Sudirman; Armiyati Nur; Ardiana Batubara; Muslimin B; Nurhafizah Nasution
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7230

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak jangka panjang terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan kualitas hidup anak di masa depan. Deteksi dini risiko stunting menjadi salah satu langkah kunci dalam mencegah meningkatnya prevalensi kasus di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kader kesehatan digital dalam melakukan deteksi dini risiko stunting pada balita. Desain penelitian menggunakan kuasi-eksperimen dengan pendekatan pre-test dan post-test yang melibatkan 60 balita usia 6–59 bulan dan 30 kader kesehatan. Data dikumpulkan melalui pengukuran antropometri (BB/U, TB/U, BB/TB) yang dicatat secara manual dan melalui aplikasi digital. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan kemampuan kader kesehatan dalam mendeteksi risiko stunting setelah penggunaan aplikasi digital (p < 0,05), dengan tingkat akurasi data meningkat dari 78% (manual) menjadi 92% (digital). Selain itu, sebagian besar kader merasa aplikasi mudah digunakan dan membantu mempercepat pekerjaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kader kesehatan digital efektif dalam mendeteksi dini risiko stunting pada balita, sehingga disarankan untuk diimplementasikan secara luas dalam program percepatan penurunan stunting.
Quasi-Experimental Investigation of Nutritional Interventions and Cognitive Advancement in Stunted Children Dewi Anggriani Harahap; Fitri Apriyanti; Syukrianti Syahda; Armiyati Nur; Mustika Hana Harahap
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 4 (2025): April
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i4.10973

Abstract

Childhood nutrition is essential for optimum growth and cognitive development, particularly in populations with a significant incidence of stunting.  This research used a longitudinal cohort design to evaluate the effects of nutritional treatments on children's growth and cognitive development.  A quasi-experimental design was used to compare children who underwent structured nutrition treatments—micronutrient supplementation, dietary variety enhancement, and maternal nutrition education—with those who did not receive the interventions.  A total of 128 children, aged 6 months to 6 years, were recruited using stratified random selection and observed at various time intervals.  The study findings indicated a significant reduction in stunting rates within the intervention group (from 35% to 20%) in contrast to the control group, which saw just a marginal decline (to 32%). Cognitive assessments using the Bayley Scales of Infant Development (BSID) and the Wechsler Preschool and Primary Scale of Intelligence (WPPSI) indicated superior results in the intervention group (p < 0.05).  Socioeconomic variables, notably maternal education and family income, impact the intervention's efficacy, highlighting the need for a comprehensive strategy that merges nutritional assistance with educational initiatives for mothers.  This research underscores the need of comprehensive, evidence-based dietary policy to enhance children's growth and cognitive development.