Daniel Dike
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

INSTRUMEN PENILAIAN TES BERORIENTASI HOTS PADA PEMBELAJARAN TEMATIK DI SEKOLAH DASAR Daniel Dike; Fitriana Fitriana; Adpriyadi Adpriyadi
Edumedia : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol 6, No 2 (2022): EDUMEDIA : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/edumedia.v6i2.667

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan tes Ulangan Akhir Semester Genap dan persentase penerapan soal HOTS pada tema Lingkungan Sahabat Kita di Sekolah Dasar kelas V. Manfaat penelitian ini adalah memberi konstribusi khususnya dalam bidang analisis dan pengembangan instrumen tes berbasis HOTS khususnya di SD. Bentuk penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif jenis analisis dokumen. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 01 Sepauk dan SDN 02 Lengkenat. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi. Alat pengumpul data adalah dokumen. Data dianalisis menggunakan program Anates V4.09 dan program Excel. Hasil analisis kelayakan menunjukan bahwa di SDN 01 Sepauk terdapat 12 butir valid dan 28 butir tidak valid. Sementara di SDN 02 Lengkenat terdapat 15 butir valid dan 25 soal tidak valid. Analisis reliabilitas tes di SDN 01 Sepauk menunjukan angka 0,66 untuk soal pilihan ganda dan 0,11 pada soal uraian, dan analisis tes di SDN 02 Lengkenat menunjukan angka 0,71 pada soal pilihan ganda dan 0,17 pada soal uraian. Analisis Tingkat Kesukaran SDN 01 Sepauk terdapat 21 butir sedang dan 19 butir mudah . Hasil analisis di SDN 02 Lengkenat 10 butir kategori sukar, 19 butir kategori sedang dan 11 butir kategori mudah. Hasil analisis Daya Pembeda di SDN 01 Sepauk terdapat 12 butir baik sekali, 10 butir baik, 3 butir cukup dan 15 butir jelek. Sementara di SDN 02 Lengkenat diperoleh hasil 21 butir baik sekali, 1 butir soal baik, dan 11 butir soal jelek. Hasil analisis efektifitas pengecoh soal tes di SDN 01 Sepauk sebanyak 12 butir soal kategori sangat baik, 15 butir soal kategori cukup, 7 kategori buruk, 1 butir soal kategori sangat buruk. Sementara hasil analisis efektifitas pengecoh soal tes di SDN 02 Lengkenat terdapat 15 butir sangat baik, 10 butir kategori cukup, 6 butir soal kategori buruk dan 4 butir soal kategori sangat buruk. Terdapat 12 butir soal yang layak digunakan di SDN 01 Sepauk dan 13 butir soal yang layak digunakan di SDN 02 Lengkenat. Analisis HOTS menunjukan bahwa 20 butir atau 50% termasuk dalam kategori HOTS.
INSTRUMEN PENILAIAN TES BERORIENTASI HOTS PADA PEMBELAJARAN TEMATIK DI SEKOLAH DASAR Daniel Dike; Fitriana Fitriana; Adpriyadi Adpriyadi
Edumedia : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol 6 No 2 (2022): Edumedia: Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/edumedia.v6i2.667

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan tes Ulangan Akhir Semester Genap dan persentase penerapan soal HOTS pada tema Lingkungan Sahabat Kita di Sekolah Dasar kelas V. Manfaat penelitian ini adalah memberi konstribusi khususnya dalam bidang analisis dan pengembangan instrumen tes berbasis HOTS khususnya di SD. Bentuk penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif jenis analisis dokumen. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 01 Sepauk dan SDN 02 Lengkenat. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi. Alat pengumpul data adalah dokumen. Data dianalisis menggunakan program Anates V4.09 dan program Excel. Hasil analisis kelayakan menunjukan bahwa di SDN 01 Sepauk terdapat 12 butir valid dan 28 butir tidak valid. Sementara di SDN 02 Lengkenat terdapat 15 butir valid dan 25 soal tidak valid. Analisis reliabilitas tes di SDN 01 Sepauk menunjukan angka 0,66 untuk soal pilihan ganda dan 0,11 pada soal uraian, dan analisis tes di SDN 02 Lengkenat menunjukan angka 0,71 pada soal pilihan ganda dan 0,17 pada soal uraian. Analisis Tingkat Kesukaran SDN 01 Sepauk terdapat 21 butir sedang dan 19 butir mudah . Hasil analisis di SDN 02 Lengkenat 10 butir kategori sukar, 19 butir kategori sedang dan 11 butir kategori mudah. Hasil analisis Daya Pembeda di SDN 01 Sepauk terdapat 12 butir baik sekali, 10 butir baik, 3 butir cukup dan 15 butir jelek. Sementara di SDN 02 Lengkenat diperoleh hasil 21 butir baik sekali, 1 butir soal baik, dan 11 butir soal jelek. Hasil analisis efektifitas pengecoh soal tes di SDN 01 Sepauk sebanyak 12 butir soal kategori sangat baik, 15 butir soal kategori cukup, 7 kategori buruk, 1 butir soal kategori sangat buruk. Sementara hasil analisis efektifitas pengecoh soal tes di SDN 02 Lengkenat terdapat 15 butir sangat baik, 10 butir kategori cukup, 6 butir soal kategori buruk dan 4 butir soal kategori sangat buruk. Terdapat 12 butir soal yang layak digunakan di SDN 01 Sepauk dan 13 butir soal yang layak digunakan di SDN 02 Lengkenat. Analisis HOTS menunjukan bahwa 20 butir atau 50% termasuk dalam kategori HOTS.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CHILDREN LEARNING IN SCIENCE (CLIS) TERHADAP HASIL DAN PENGALAMAN BELAJAR PADA MATERI BESARAN DAN PENGUKURAN Heri Junawan Purba; Daniel Dike; Heri Wahyudi
JURNAL PENDIDIKAN DASAR PERKHASA: Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar Vol 12, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Dasar Perkhasa: Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpdp.v12i1.6156

Abstract

This study aims to improve students’ learning outcomes and learning experiences through the implementation of the Children Learning in Science (CLIS) model in the topic of measurements and physical quantities. This research employed an experimental design involving all seventh-grade students, divided into two classes: VII-A and VII-B. Class VII-A, consisting of 21 students, was assigned as the experimental group, while Class VII-B, with 22 students, served as the control group.The results of the independent sample t-test revealed a significance value of 0.000 < 0.05, indicating a significant difference in learning outcomes between the experimental group taught using the CLIS model and the control group taught using conventional instruction. The average learning outcome score of the experimental group was 74.86, whereas the control group scored 66.77. These findings demonstrate that the CLIS model is more effective in enhancing students’ learning outcomes. In addition, the independent sample t-test results for learning experience also showed a significance value of 0.000 < 0.05, indicating a significant difference between the two groups. The average learning experience score of the experimental group was 81.61, while the control group obtained only 54.11. These results indicate that the CLIS model fosters a more meaningful, engaging, and enjoyable learning experience for students.In conclusion, the Children Learning in Science (CLIS) model is effective in improving both students’ learning outcomes and learning experiences in the topic of measurements and physical quantities.