Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Internalisasi Nilai-nilai Religius dalam Membentuk Kemandirian dan Kedisiplinan Siswa di SMK Negeri 2 Sangatta Utara Mahrus; Bahrani; Fathul Jannah
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 2 (2026): August: Women and Children Welfare in Indonesian Context (IN PRESS)
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i2.692

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis internalisasi nilai-nilai religius dalam membentuk kemandirian dan kedisiplinan siswa di SMK Negeri 2 Sangatta Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam, wali kelas, dan siswa. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai-nilai religius dilakukan melalui pembiasaan ibadah, penanaman nilai moral, keteladanan guru, dan integrasi nilai religius dalam pembelajaran. Pembiasaan ibadah dilaksanakan melalui doa bersama dan kegiatan keagamaan rutin yang membentuk kesadaran spiritual siswa. Penanaman nilai moral dilakukan dengan menekankan kejujuran, tanggung jawab, dan disiplin dalam proses pembelajaran. Keteladanan guru menjadi media penting dalam internalisasi nilai karena siswa cenderung meniru perilaku guru dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, integrasi nilai religius dalam pembelajaran membantu siswa memahami hubungan antara nilai agama, karakter, dan kehidupan nyata. Penelitian ini menyimpulkan bahwa internalisasi nilai-nilai religius yang dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan mampu membentuk siswa yang lebih disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab
Internalization of Religious Tolerance Values through Islamic Religious Education in Multicultural Schools Indra Wijaya; Fathul Jannah
Urwatul Wutsqo: Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman Vol. 15 No. 2 (2026): Sociocultural Islamic Education
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) IAI Al Urwatul Wutsqo - Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54437/urwatulwutsqo.v15i2.3152

Abstract

This study aims to analyze the internalization of religious tolerance values in Islamic Religious Education at SMP Negeri 8 Samarinda and SMP Negeri 1 Bontang. The research employed a qualitative multisite approach involving observations, in-depth interviews, and documentation techniques. The participants included Islamic Religious Education teachers, school principals, vice principals, and students from diverse religious backgrounds. Data were analyzed using interactive analysis techniques through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that the internalization of tolerance values was implemented through contextual learning, teacher exemplification, habituation activities, multicultural interaction, and inclusive school culture. Islamic Religious Education teachers integrated values of justice, empathy, equality, and peaceful coexistence into classroom instruction and daily social interaction. Teachers also functioned as moral role models who demonstrated inclusive attitudes toward students from diverse religious backgrounds. Habituation programs such as collaborative extracurricular activities, social service, and school cultural programs strengthened students’ awareness of diversity and social harmony. Supporting factors included teachers’ commitment, positive school culture, and multicultural interaction among students, while inhibiting factors involved social media influence, exclusive family environments, and limited instructional time. The study concludes that tolerance education becomes more effective when cognitive understanding, social interaction, and moral exemplification are integrated simultaneously within educational practices. Therefore, schools play strategic roles in strengthening multicultural harmony and preventing intolerance among students in pluralistic societies