Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

KAJIAN REDESAIN KAWASAN GOR SEGIRI SAMARINDA PENDEKATAN PADA LANDMARK KOTA Hatta Musthafa Adham Putra; Tumingan Tumingan; Joko Suryono
Jurnal Riset Inossa Vol. 4 No. 1 (2022): Juni
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kota Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54902/jri.v4i1.61

Abstract

The Segiri Sports Arena is an area that provides sports facilities for the people of Samarinda City and its surroundings. Various sports facilities are available, but as the city of Samarinda develops, the area has turned into a multifunctional area due to the activities carried out by the community. This transformation has caused the Segiri GOR area to look slum. In order to restore the main function and accommodate all these multifunctional activities with a better arrangement, as well as efforts to make a redesign that can become a landmark of the City of Samarinda, research is needed on the study of the redesign of the Segiri Samarinda GOR area with an approach to city landmarks. The parameters used are the landmarks and the characteristics of the sport building. This research would be useful for the government to improve and accommodate various functions of community needs for sports areas, and present new city landmarks for Samarinda City. This Samarinda City landmark brings elements of the distinctive character of the City of Samarinda in the form of the building.
PENGARUH TEMPURUNG KELAPA SEBAGAI BAHAN TAMBAH TERHADAP AGREGAT KASAR DALAM CAMPURAN BETON NORMAL Nawati Nawati; Tumingan Tumingan; Rafian Tistro
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 3, No 1 (2019): JTS Teknologi Sipil
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v3i1.2760

Abstract

Beton merupakan salah satu bahan kontruksi struktur jalan, jembatan dan bangunan lainnya. Penelitian ini menggunakan tempurung kelapa dipecah secara manual sebagai pengganti agregat kasar batu pecah ½ . Pemilihan tempurung kelapa sebagai bahan campuran beton karena strukturnya yang keras, tahan air, tidak fleksibel dan tidak mudah dibentuk sehingga mampu mempertahankan kekuatannya sendiri. Kekuatan yang dimiliki tempurung kelapa diharapkan dapat mempertahankan atau bahkan meningkatkan nilai kuat tekan dan kuat tarik belah beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tempurung kelapa terhadap nilai kuat tekan dan kuat tarik belah dalam campuran beton normal. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa penambahan tempurung kelapa sebesar 2,5% dapat meningkatkan nilai kuat tekan beton sebesar 7,7% dari beton normal. Sedangkan pada kuat tarik belah beton penambahan tempurung kelapa belum mempengaruhi kuat tarik hingga umur pengujian 28 hari, setelah umur beton 56 hari penambahan tempurung kelapa dengan kadar 2,5% dapat meningkatkan nilai kuat Tarik belah sebesar 0,08 MPa atau 1,7 % dari beton normal.Kata kunci : Tempurung Kelapa, Kuat Tekan Beton, Kuat Tarik Belah Beton.
T Ikatan Baja Tulangan Pada Beton Pond Ash Sebagai Pengganti Sebagian Pasir Tumingan Tumingan; Salma Alwi
Jurnal Poli-Teknologi Vol. 19 No. 1 (2020)
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/pt.v19i1.2730

Abstract

Pond ash concrete bond is expected to increase bond strength, because in previous studies pond ash concrete resulted in increased mechanical properties of concrete. Bond strength is the bonding mechanism between steel reinforcement and concrete in reinforced concrete construction as the main tool to transfer internal strength between reinforcement and concrete. In this study, a total of thirty-six cylinder concrete with a diameter of 15 cm and a height of 30 cm. Variations of the test parameters are three reinforcement diameters of 12 mm, 16 mm and 25 mm and two types of reinforcement namely plain reinforcement and deform reinforcement for normal concrete and pond ash concrete, using a 25 MPa normal concrete mix design and water cement ratio of 0.52. The results showed that the increase in bond strength on the plain reinforcement from 84.49 kg/cm2 to 91.33 kg/cm2 an increase of 8.09%, while for deform reinforcement there was in increase from 119.70 kg/cm2 in concrete normal to 131.32 kg/cm2 an increase of 9.71% in pond ash concrete. Split collapse occurs in deform reinforcement, whereas in plain reinforcement, slip collapse occurs. 
Analisis Kapasitas Balok Prategang Pci Girder Pada Jembatan Mainroad 4 Jalan Tol Yogyakarta – Bawen Paket 1 Seksi 6 Reswanda Ervaldi Saputra; Budi Nugroho; Tumingan Tumingan
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.2007

Abstract

Jembatan merupakan struktur yang berfungsi menghubungkan dua lokasi yang terpisah oleh suatu rintangan dengan mempertimbangkan aspek kekuatan, kestabilan, dan fungsionalitas. Jembatan Mainroad 4 pada Proyek Pembangunan Jalan Tol Yogyakarta–Bawen Paket 1 Seksi 6 merupakan jembatan non integral yang menggunakan beton prategang tipe penampang PCI Girder sebagai struktur atas. Analisis balok PCI Girder dilakukan menggunakan metode pascatarik (post-tensioning) dengan sistem bentang tunggal sederhana.Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aspek keamanan balok prategang yang meliputi kapasitas momen lentur dan kapasitas gaya geser, serta aspek kenyamanan yang meliputi lendutan jangka pendek dan jangka panjang. Penelitian menggunakan penampang PCI Girder dengan tinggi 1,6 m dan panjang bentang 25,3 m.Hasil analisis menunjukkan momen ultimit (Mu) sebesar 10833,599 kNm dengan momen nominal reduksi (ØMn) sebesar 6683,31 kNm, sehingga memenuhi persyaratan (ØMn > Mu). Nilai geser ultimit (Vu) sebesar 1367,827 kN dengan kapasitas geser (Vc) sebesar 1311,77 kN dan memenuhi persyaratan kapasitas geser (Vc> Vu). Lendutan jangka pendek diperoleh sebesar 0,00306 m, sedangkan lendutan jangka panjang pada umur 5–75 tahun berkisar antara 0,00921–0,00981 m. Nilai lendutan yang terjadi masih berada di bawah batas lendutan izin 0,03163 m, sehingga struktur dinyatakan memenuhi persyaratan kekuatan dan kinerja layan.