Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hubungan Konsep Diri Dengan Strategi Koping Penderita Kanker Serviks Yang Menjalani Kemoterapi Eva Nuraini; Asfeni Asfeni; Vella Yovinna Tobing
Jurnal Keperawatan Hang Tuah (Hang Tuah Nursing Journal) Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Keperawatan Hang Tuah (Hang Tuah Nursing Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jkh.Vol2.Iss2.490

Abstract

Kanker serviks adalah suatu keganasan akibat terjadinya pertumbuhan sel-sel tidak normal pada lapisan serviks. Wanita yang mengalami kanker serviks akan menjalani pengobatan salah satunya kemoterapi. Kemoterapi dapat menimbulkan efek samping terhadap fisik dan psikologis, dimana apabila tidak diatasi dengan tepat akan memengaruhi konsep diri. Konsep diri yang dimiliki individu akan menentukan cara individu tersebut menerima, merasakan, dan merespon lingkungan yang merupakan upaya untuk beradaptasi mengatasi stresor yang dihadapi (strategi koping). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsep diri dengan strategi koping penderita kanker serviks yang menjalani kemoterapi. Jenis dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif metode deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 47 responden yang dipilihl dengan menggunakan teknik non probability sampling (purposive sampling). Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner konsep diri yang diadaptasi oleh Sugo et al dan strategi koping menggunakan The Cancer Coping Questionnaire. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil uji statistik fisher’s exact test didapat p-value 0,028 (<0,05) yang berarti ada hubungan bermakna antara konsep diri dengan strategi koping penderita kanker serviks yang menjalani kemoterapi. Petugas pelayanan kesehatan, terutama perawat diharapkan untuk melakukan pengkajian terkait konsep diri dan koping serta memberikan informasi dan memotivasi pasien dalam menjalani pengobatan. Responden dalam penelitian diharapkan dapat meningkatkan konsep diri dan strategi koping dengan meningkatkan informasi dan melakukan teknik relaksasi seperti nafas dalam, mendengarkan musik, dan memikirkan hal-hal positif.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Pemantauan Gerakan Janin Pada Ibu Hamil Dian Roza Adila; Vella Yovinna; Asfeni Asfeni
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2153

Abstract

Kematian janin dalam kandungan atau disebut juga dengan Intrauterine Fetal Death (IUFD) adalah kematian yang terjadi saat usia kehamilan > 20 minggu dan janin sudah mencapai ukuran 500 gram atau lebih. Untuk Mencegah terjadinya IUFD, salah satu cara yang bisa dilakukaan adalah pemantauan janin atau Fetal Movement Count. Kesadaran ibu dalam memantau gerakan janin dipengaruhi oleh pengetahuan. Pengetahuan ibu yang baik tentang Gerakan janin akan berpengaruh pada kesehatanan janin selama kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara tingkat pengetahuan dengan pemantauan gerak janin pada ibu hamil. Penelitian ini merupakan penelitian cros sectional dengan teknik pengumpulan data accidental sampling pada 51 responden di wilayah kerja Puskesmas Simpang Tiga. Hasil Analisa univariat didapatkan bahwa responden berada pada kelompok dewasa awal yaitu sebanyak 42 (82,4%) responden, menurut status pendidikan mayoritas responden adalah tingkat pendidikan menengah yaitu sebanyak 30 (58,8%) responden,menurut karakteristik responden untuk pekerjaan adalah IRT (ibu rumah tangga) yaitu sebanyak 44 (86,3%) responden, menurut jumlah anak yang lahir mayoritas adalah multigravida sebanyak 26 (51%) responden dan menurut karakteristik sumber informasi mayoritas adalah dari tenaga Kesehatan yaitu 47 (92,2%). Mayoritas renponden 23 (45,1%) responden memiliki pengetahuan cukup. Pada variabel Pemantauan gerak janin pada ibu hamil terdapat 30 (58,8%) responden melakukan pemantauan gerak janin pada masa kehamilan. Hasil uji statsistik dengan chi square didapatkan bahwa nilai P value 0,102 >0,005, yang artinya tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan pemantauan gerak janin pada ibu hamil. Disarankan untuk tetap memberikan informasi terkait kehamilan, karena dengan informasi yang diberikan dapat meningkatkan pengetahuan ibu terkait proses kehamilan.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Perawat Terhadap Pelaksanaan Pendokumentasian Edukasi Kesehatan di Ruangan Irna Surgical Fadhila Putri; Susi Erianti; Asfeni Asfeni
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.33653

Abstract

Incomplete documentation of health education as well as lack of information about the patient's condition have a negative impact on the key performance indicator (KPI) score, which is an assessment of nurse performance in the hospital. Those situations can also cause anxiety and worry in patients. This study aims to determine the relationship between nurses' knowledge and attitude with the implementation of health education documentation at Arifin Achmad Regional Hospital of Riau Province. This study used a correlation design with a cross-sectional approach, involving 57 samples selected using the Consecutive Sampling technique. The instruments of this study were questionnaires and observation sheets. The data obtained were then analyzed using the chi-square test. The results showed that there was a relationship between nurses' attitudes and the implementation of health education documentation with a p-value of 0.000. On the other hand, the results showed that there was no relationship between nurses' knowledge and the implementation of health education documentation, with a p-value of 0.064. It can be concluded that nurses' attitudes are one of many factors, namely motivation, skills, and psychology, that influence the implementation of health education documentation in surgical inpatient installations. Nurses are expected to be knowledgeable about health education documentation and show a proper attitude while implementing it..Keywords: Knowledge, Attitudes And Educational Documentation.
Analisis Implementasi Program Bulan Imunisasi Anak Sekolah Di Puskesmas Sidomulyo Kota Pekanbaru Anggi Wahyuni; Kiswanto Kiswanto; Jasrida Yunita; Budi Hartono; Dedi Widodo; Asfeni Asfeni
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 11 No 3 (2025): Jurnal Kesehatan Komunitas
Publisher : Universitas Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/keskom.Vol11.Iss3.2406

Abstract

The School Children Immunization Month program aims to protect children against Immunization-Preventable Diseases until school age. In percentage terms, BIAS achievement is far from the target, with the highest immunization coverage of only around 18% Measless Rubella, and the lowest 6.3% Diphterie Tetanus 2. Sidomulyo Community Health Center and it was the lowest coverage in the city. The success of the BIAS program policy implementation is influenced by various interrelated factors. This study aims to analyze the implementation of the School Children Immunization Month Program at the Sidomulyo Community Health Center in Pekanbaru City in 2025. This qualitative study was conducted in July 2025 with 14 informants. Research variables include communication, resources, implementer attitudes, bureaucratic structure, environment, and policy standards and targets. The results show that communication is not optimal even though the program is running, good technical implementation is supported by adequate facilities and professional staff, and the attitudes of officers influence parental trust. The program involves the Community Health Center, Health Office, Education Office, schools, and community leaders, but participation is still low due to religious, social, cultural, and hoax factors. Despite clear SOPs, vaccination targets have not been achieved for the past three years. It is recommended to improve interactive communication strategies, strengthen education and cross-sector coordination, and map areas for evaluation and improvement of program implementation.