p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal INTELEKTIVA
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM DI KALANGAN IBU – IBU DI DESA/KELURAHAN BAKULAN KECAMATAN CEPOGO KABUPATEN BOYOLALI WAHYUNING CHUMAESON
JURNAL EKONOMI, SOSIAL & HUMANIORA Vol 3 No 11 (2022): INTELEKTIVA : JURNAL EKONOMI, SOSIAL DAN HUMANIORA - EDISI JULI 2022
Publisher : KULTURA DIGITAL MEDIA ( Research and Academic Publication Consulting )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan jejaring social Instagram pada ibu rumah tangga di Desa Bakulan Kecamatan Cepogo Kabupaten Boyolali. fenomena ibu rumah sangat aktif menggunakan jejaring sosial. kegiatan mengakses sosial media sudah menjadi rutinitas, dengan adanya fenomena tersebut, peneliti ingin mengetahui apa alasan ibu rumah tangga mengakses jejaring sosial, bentuk interaksi seperti apa, serta bagaimana pemaknaan atau implikasi dari penggunaan sosial media. peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi khalayak (audience etnography). teknik yang digunakan adalah observasi langsung dan wawancara mendalam. Temuan dalam penelitian menunjukan bahwa jejaring sosial digunakan oleh para ibu rumah tangga untuk kesenangan, yang meliputi terpenuhinya eksistensi diri bagi pengguna dan hiburan disaat merasa jenuh, dengan Instagram mereka gunakan untuk berinteraksi dengan dunia luar, Instagram mampu memenuhi kebutuhan informasi yang berkembang. Bisa dikatakan Instgram adalah ajang silaturahmi bagi ibu rumah tangga di Desa Bakulan Kecamatan Cepogo Kabupaten Boyolali yang menjadi informan dalam penelitian ini.
BUDAYA POPULER DAN SELUBUNG KEKUASAAN TOPAN SETIAWAN; WAHYUNING CHUMAESON
JURNAL EKONOMI, SOSIAL & HUMANIORA Vol 6 No 01 (2024): INTELEKTIVA : JURNAL EKONOMI, SOSIAL DAN HUMANIORA - EDISI JANUARI-APRIL 2024
Publisher : KULTURA DIGITAL MEDIA ( Research and Academic Publication Consulting )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budaya popular yang mengutamakan kemasan daripada substansi, menjadi semakin tipis lagi ‘’ruh’’-nya, terutama pada saat penumpang lain disusupkan kedalam tubuhnya yang ringkih. Keringkihan itu membuka peluang yang lebar bagi akomodasi kepentingan lain, yang selalu ada dalam kehidupan masyarakat. Budaya popular sendiri sudah miskin substansi, akan menjadi semakin banal / dangkal dengan relasi-relasi dengan bidang lain. Jadi relasi budaya popular dengan politik masuk dalam ‘’ideologi’’ tak-terelakkan. Pembacaan dari berbagai sisi tentang politik dan budaya popular memungkinkan temuan- temuan lain, namun dalam kajian ini melihat bahwa manusia secara instingtif mempunyai hasrat untuk berkuasa, dia cemas jika hal itu tak tercapai. Sublimasi dilakukan agar pembebasan kecemasan tetap bisa dilakukan, sehingga hasrat kekuasaan terlepaskan. Budaya popular memberi ruang untuk itu.