p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal INTELEKTIVA
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HAMBATAN KOMUNIKASI DALAM PERKULIAHAN DARING PADA MAHASISWAILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS BOYOLALI DI MASA PANDEMI COVID-19 SRI HARTINI; TOPAN SETIAWAN
JURNAL EKONOMI, SOSIAL & HUMANIORA Vol 3 No 11 (2022): INTELEKTIVA : JURNAL EKONOMI, SOSIAL DAN HUMANIORA - EDISI JULI 2022
Publisher : KULTURA DIGITAL MEDIA ( Research and Academic Publication Consulting )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi efektif menjadi sangat penting dalam kegiatan Perkuliahan secara daring untuk memastikan pesan-pesan dapat disampaikan dengan baik oleh komunikator dan diterima dengan baik pula oleh komunikan. Dalam Perkuliahan daring, tidak hanya komunikator dan komunikan yang harus fokus dalam proses komunikasi yang berlangsung, tetapi media yang menjadi saluran komunikasi pun harus mendukung proses komunikasi daring yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menjelaskan tentang hambatan komunikasi yang terjadi antara dosen dan mahasiswa dalam pelaksanaan kegiatan Perkuliahan secara online pada mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Boyolali. Berdasarkan hasil wawancara, didapatkan hasil bahwa hambatan komunikasi yang terjadi dalam perkuliahan daring ini terpetakan pada 4 jenis hambatan komunikasi yaitu hambatan personal, budaya, fisik dan lingkungan. Hambatan-hambatan komunikasi yang terjadi pada mahasiswa Ilmu Komunikasi dalam perkuliahan daring adalah kejenuhan, tidak fokus, berkurang rasa percaya diri, keterbatasan interaksi, keterbatasan, ruang, waktu, dan gangguan jaringan komunikasi.
BUDAYA POPULER DAN SELUBUNG KEKUASAAN TOPAN SETIAWAN; WAHYUNING CHUMAESON
JURNAL EKONOMI, SOSIAL & HUMANIORA Vol 6 No 01 (2024): INTELEKTIVA : JURNAL EKONOMI, SOSIAL DAN HUMANIORA - EDISI JANUARI-APRIL 2024
Publisher : KULTURA DIGITAL MEDIA ( Research and Academic Publication Consulting )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budaya popular yang mengutamakan kemasan daripada substansi, menjadi semakin tipis lagi ‘’ruh’’-nya, terutama pada saat penumpang lain disusupkan kedalam tubuhnya yang ringkih. Keringkihan itu membuka peluang yang lebar bagi akomodasi kepentingan lain, yang selalu ada dalam kehidupan masyarakat. Budaya popular sendiri sudah miskin substansi, akan menjadi semakin banal / dangkal dengan relasi-relasi dengan bidang lain. Jadi relasi budaya popular dengan politik masuk dalam ‘’ideologi’’ tak-terelakkan. Pembacaan dari berbagai sisi tentang politik dan budaya popular memungkinkan temuan- temuan lain, namun dalam kajian ini melihat bahwa manusia secara instingtif mempunyai hasrat untuk berkuasa, dia cemas jika hal itu tak tercapai. Sublimasi dilakukan agar pembebasan kecemasan tetap bisa dilakukan, sehingga hasrat kekuasaan terlepaskan. Budaya popular memberi ruang untuk itu.