Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PELATIHAN POLA SATU PINTU DENGAN MODEL EDWARD III DI KABUPATEN GORONTALO ENDI TRIYANTO MANYO’E
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v2i3.1599

Abstract

The purpose of writing the article is to determine the effectiveness of the one-stop integrated training policy from the perspective of policy formulation. The writing in this article uses a qualitative approach with the category of library research. This research stage begins with determining the research topic, followed by reviewing the latest literature, reducing literature, organizing literature, reviewing literature and drawing conclusions. The results of the study indicate that the implementation of the one-door pattern training policy in Gorontalo Regency has not been effective in its implementation, especially in the aspects of communication, resources (training and training facilities) and disposition (commitment of partner regional apparatus). Meanwhile, for the aspect of bureaucratic structure, it has shown good performance. To further optimize the one-door pattern training policy, it is necessary to improve the existing regulations into Regional Regulations so that these policies have more "coercive" powers for all regional apparatus organizations. ABSTRAKTujuan dari penulisan artikel adalah untuk mengetahui efektivitas kebijakan pelatihan terpadu pola satu pintu dari perspektif rumusan kebijakan. Penulisan dalam artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan kategori penelitian kepustakaan (library research). Tahapan penelitian ini diawali dengan penentuan topik penelitian yang dilanjutkan dengan meninjau literatur terkini, reduksi literatur, pengorganisasian literatur, review literatur dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi kebijakan pelatihan pola satu pintu di Kabupaten Gorontalo belum efektif pelaksanaannya, khususnya pada aspek komunikasi, sumberdaya (sarana prasarana diklat) dan disposisi (komitmen OPD mitra). Sementara untuk aspek struktur birokrasi, sudah menunjukan kinerja yang sudah baik. Untuk lebih mengoptimalkan kebijakan pelatihan pola satu pintu, perlu ditingkatkan regulasi yang sudah ada (Peraturan Bupati) menjadi Peraturan Daerah (PERDA) sehingga kebijakan tersebut lebih memiliki kekuatan yang bersifat “memaksa” bagi seluruh OPD.
INTERNALISASI NILAI-NILAI RELIGIUS PANCASILA GUNA PENCEGAHAN KORUPSI PADA PELAKSANAAN PELATIHAN DASAR (LATSAR) CPNS ENDI TRIYANTO MANYO’E
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v3i1.2128

Abstract

The State Civil Apparatus (ASN) as a holder of good moral accountability and must be an example for society through the internalization of religious values in realizing public accountability. The writing of this article aims to determine the relevance of Pancasila religious values in an effort to prevent corruption in the Basic Training (LATSAR) for Candidates for Civil Servants (CPNS) and to find out the strategy for internalizing Pancasila religious values in efforts to prevent corruption in Basic Training (LATSAR) Candidates Civil Servants (CPNS). This study uses a qualitative approach with the category of library research, which begins with the stages of determining the research topic followed by reviewing the latest literature, reducing literature, organizing literature, reviewing literature and finally drawing conclusions. The results of the study show that 1) Religious values are the most relevant values used as a source to prevent corruption because of belief in the existence of Allah SWT so that it will lead to a strong commitment to always provide the best for the nation and the growth of spiritual accountability always remembering the responsibility of every human being to Allah SWT; 2) The strategy of internalizing religious values in an effort to prevent corruption in learning Basic Training (LATSAR) for Prospective Civil Servants (CPNS), which can be carried out in the form of storytelling models, leaderless group discussions, modeling, case analysis, instilling contextual and strengthening educational values existing values. In order to optimize the internalization of religious values to prevent corruption among participants in the Basic Civil Servants Candidate Training (LATSAR), periodically monitor and evaluate the attitudes and behavior shown after the implementation of the CPNS LATSAR activities ABSTRAKAparatur Sipil Negara (ASN) sebagai pemegang akuntabilitas moral yang baik dan harus menjadi teladan bagi masyarakat melalui internalisasi nilai-nilai religius dalam dalam mewujudkana akuntabilitas publik. Penulisan dari artikel ini bertujuan untuk mengetahui relevansi nilai-nilai religius Pancasila dalam upaya pencegahan korupsi pada Pelatihan Dasar (LATSAR) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan mengetahui strategi internalisasi nilai-nilai religius Pancasila dalam upaya pencegahan korupsi pada Pelatihan Dasar (LATSAR) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan kategori penelitian kepustakaan,yang diawali dengan tahapan penentuan topik penelitian yang dilanjutkan dengan meninjau literatur terkini, reduksi literatur, pengorganisasian literatur, review literatur dan terakhir adalah pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) Nilai religius adalah nilai paling relevan digunakan sebagai sumber untuk mencegah korupsi karena keyakinan terhadap keberadaan Allah SWT sehingga akan menimbulkan komitmen kuat untuk selalu memberikan yang terbaik untuk bangsa serta tumbuhnya akuntabilitas spiritual selalu mengingat pertanggungjawaban setiap manusia dengan Allah SWT; 2) Strategi internalisasi nilai-nilai religius dalam upaya pencegahan korupsi pada pembelajaran Pelatihan Dasar (LATSAR) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), yang dapat dilakukan berupa model storrytelling, leaderless group discussion, modelling, analisa kasus, penanaman nilai edukatif yang kontekstual dan penguatan nilai-nilai yang ada. Dalam rangka optimalisasi internalisasi nilai-nilai agama untuk mencegah korupsi di kalangan peserta Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (LATSAR), secara berkala dilakukakn pemantauan dan mengevaluasi sikap dan perilaku yang ditunjukkan setelah pelaksanaan kegiatan LATSAR CPNS