The State Civil Apparatus (ASN) as a holder of good moral accountability and must be an example for society through the internalization of religious values in realizing public accountability. The writing of this article aims to determine the relevance of Pancasila religious values in an effort to prevent corruption in the Basic Training (LATSAR) for Candidates for Civil Servants (CPNS) and to find out the strategy for internalizing Pancasila religious values in efforts to prevent corruption in Basic Training (LATSAR) Candidates Civil Servants (CPNS). This study uses a qualitative approach with the category of library research, which begins with the stages of determining the research topic followed by reviewing the latest literature, reducing literature, organizing literature, reviewing literature and finally drawing conclusions. The results of the study show that 1) Religious values are the most relevant values used as a source to prevent corruption because of belief in the existence of Allah SWT so that it will lead to a strong commitment to always provide the best for the nation and the growth of spiritual accountability always remembering the responsibility of every human being to Allah SWT; 2) The strategy of internalizing religious values in an effort to prevent corruption in learning Basic Training (LATSAR) for Prospective Civil Servants (CPNS), which can be carried out in the form of storytelling models, leaderless group discussions, modeling, case analysis, instilling contextual and strengthening educational values existing values. In order to optimize the internalization of religious values to prevent corruption among participants in the Basic Civil Servants Candidate Training (LATSAR), periodically monitor and evaluate the attitudes and behavior shown after the implementation of the CPNS LATSAR activities ABSTRAKAparatur Sipil Negara (ASN) sebagai pemegang akuntabilitas moral yang baik dan harus menjadi teladan bagi masyarakat melalui internalisasi nilai-nilai religius dalam dalam mewujudkana akuntabilitas publik. Penulisan dari artikel ini bertujuan untuk mengetahui relevansi nilai-nilai religius Pancasila dalam upaya pencegahan korupsi pada Pelatihan Dasar (LATSAR) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan mengetahui strategi internalisasi nilai-nilai religius Pancasila dalam upaya pencegahan korupsi pada Pelatihan Dasar (LATSAR) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan kategori penelitian kepustakaan,yang diawali dengan tahapan penentuan topik penelitian yang dilanjutkan dengan meninjau literatur terkini, reduksi literatur, pengorganisasian literatur, review literatur dan terakhir adalah pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) Nilai religius adalah nilai paling relevan digunakan sebagai sumber untuk mencegah korupsi karena keyakinan terhadap keberadaan Allah SWT sehingga akan menimbulkan komitmen kuat untuk selalu memberikan yang terbaik untuk bangsa serta tumbuhnya akuntabilitas spiritual selalu mengingat pertanggungjawaban setiap manusia dengan Allah SWT; 2) Strategi internalisasi nilai-nilai religius dalam upaya pencegahan korupsi pada pembelajaran Pelatihan Dasar (LATSAR) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), yang dapat dilakukan berupa model storrytelling, leaderless group discussion, modelling, analisa kasus, penanaman nilai edukatif yang kontekstual dan penguatan nilai-nilai yang ada. Dalam rangka optimalisasi internalisasi nilai-nilai agama untuk mencegah korupsi di kalangan peserta Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (LATSAR), secara berkala dilakukakn pemantauan dan mengevaluasi sikap dan perilaku yang ditunjukkan setelah pelaksanaan kegiatan LATSAR CPNS