Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Implementasi Augmented Reality Pada Media Pembelajaran Sekolah Menengah Kejuruan Tata Boga Berbasis Android Ivan Despriaryandi; Yuli Asriningtias
JurTI (Jurnal Teknologi Informasi) Vol 7, No 2 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36294/jurti.v7i2.3770

Abstract

Berdasarkan data Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, di Indonesia terdapat 14.265 Sekolah Menengah Kejuruan bidang Tata Boga (SMK). Dengan banyaknya jumlah SMK tersebut, metode pembelajaran yang dilakukan masih didominasi menggunakan metode konvensional. Sementara teknologi pembelajaran saat ini telah menerapkan teknologi AR (Augmented Reality). Tentu hal ini menjadi sebuah peluang untuk menerapkan teknologi tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan membangun aplikasi Augmented Reality berbasis Android yang memungkinkan siswa berinteraksi dengan objek tiga dimensi secara real time. Metode penelitian yang dilakukan meliputi: analisis persyaratan, desain, implementasi dan pengujian. Hasil penelitian berupa program aplikasi Augmented Reality khusus untuk Sekolah Menengah Kejuruan bidang Tata Boga, diharapkan penerapan Augmented Reality membawa nilai tambah dalam pengajaran di SMK bidang Tata Boga dan membuka peluang untuk mengembangkan materi pembelajaran yang lebih menarik.
Implementasi Algoritma Selection Sort pada Aplikasi To-Do List Berbasis Android untuk Manajemen Waktu Mahasiswa Muhammad Rayhan Permana; Yuli Asriningtias
Voteteknika (Vocational Teknik Elektronika dan Informatika) Vol 12, No 4 (2024): Vol. 12, No 4, Desember 2024
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/voteteknika.v12i4.131085

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan algoritma selection sort pada aplikasi to-do list berbasis Android untuk manajemen waktu mahasiswa. Aplikasi to-do list dikembangkan dengan metode Rapid Application Development (RAD) untuk memungkinkan pengembangan yang cepat dan berulang, sehingga pengembangan aplikasi dapat diselesaikan dalam waktu yang relatif singkat. Aplikasi ini dilengkapi dengan fitur pengurutan aktivitas berdasarkan tenggat waktu, sehingga mahasiswa dapat mengutamakan aktivitas yang harus diselesaikan terlebih dahulu. Selain itu, aplikasi ini mampu mendeteksi tabrakan jadwal, memungkinkan pengguna menambah aktivitas tanpa khawatir akan konflik waktu. Pengujian aplikasi menunjukkan bahwa algoritma selection sort dapat mengurutkan aktivitas dengan akurasi 100% berdasarkan tenggat waktu, sehingga membantu mahasiswa dalam manajemen waktu. Aplikasi ini diharapkan dapat membantu mahasiswa dalam mengatur jadwal aktivitas.Kata kunci : To-Do List, Selection Sort, Android, Aktivitas, Rapid Application DevelopmentThis research aims to apply the selection sort algorithm to an Android-based to-do list application for student time management. The to-do list application was developed using the Rapid Application Development (RAD) method to enable rapid and iterative development, so that application development can be completed in a relatively short time. The app is equipped with an activity sorting feature based on deadlines, so that students can prioritise activities that must be completed first. In addition, the app is able to detect schedule collisions, allowing users to add activities without worrying about time conflicts. Application testing shows that the selection sort algorithm can sort activities with 100% accuracy based on deadlines, thus helping students in time management. This application is expected to help students in organising activity schedules.Keywords: To-Do List, Selection Sort, Android, Activity, Rapid Application Development
Pengembangan Aplikasi Pelayanan Servis Mobil Berbasis Mobile Septian Yogi Kurniawan; Yuli Asriningtias
Voteteknika (Vocational Teknik Elektronika dan Informatika) Vol 12, No 4 (2024): Vol. 12, No 4, Desember 2024
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/voteteknika.v12i4.131042

Abstract

Pemanfaatan teknologi mobile dapat mempermudah semua orang dalam berbagai bidang, salah satunya adalah bidang otomotif. Banyak bengkel yang perlahan mengadopsi teknologi mobile dengan penggunaan aplikasi mobile. Salah satu bengkel tersebut adalah Bengkel Integral, saat ini Bengkel Integral menggunakan aplikasi WhatsApp untuk berkomunikasi dengan pelanggan, baik itu konsultasi mengenai mobil, pemberitahuan status servis, pemesanan antrian servis mobil, maupun pembelian sparepart. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi berbasis mobile yang memfasilitasi pelanggan dalam pemesanan servis dan pembelian sparepart, serta meningkatkan efisiensi pelayanan bengkel. Aplikasi ini dikembangkan menggunakan framework Flutter untuk platform mobile, dengan integrasi Google Maps API untuk memudahkan pelanggan dalam menentukan lokasi pengambilan mobil. Metode pengembangan yang digunakan adalah Model Waterfall dengan tahapan analisis kebutuhan, desain, implementasi, pengujian, dan maintenance. Hasil penelitian ini berupa aplikasi yang menyediakan fitur pemesanan servis, fitur pemesanan servis dengan pengambilan mobil di rumah, serta fitur pembelian sparepart secara online. Aplikasi dapat menampilkan lokasi pengguna dengan akurat sehingga pengambilan mobil oleh mekanik bengkel dapat dilakukan dengan mudah. Aplikasi ini memiliki implikasi praktis bagi bengkel dalam meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi waktu tunggu pelanggan, menyediakan platform terintegrasi untuk pengelolaan layanan servis dan penjualan sparepart.Kata kunci : Aplikasi, Bengkel, Flutter, Google Maps API, PelayananThe utilization of mobile technology can simplify various fields, including the automotive sector. Many workshops are gradually adopting mobile technology through the use of mobile applications. One such workshop is Bengkel Integral, which currently uses WhatsApp to communicate with customers for car consultations, service status updates, service appointment bookings, and spare part purchases. This study aims to develop a mobile-based application that facilitates customers in booking services and purchasing spare parts, as well as improving the efficiency of workshop services. The application is developed using the Flutter framework for the mobile platform, integrated with Google Maps API to help customers specify the location for vehicle pick-up. The development method used is the Waterfall Model, which includes the stages of requirements analysis, design, implementation, testing, and maintenance. The result of this study is an application that provides features for service booking, service booking with home vehicle pick-up, and online spare part purchases. The application accurately displays the user's location, allowing easy vehicle pick-up by the workshop mechanic. This application has practical implications for workshops in improving operational efficiency, reducing customer waiting times, and providing an integrated platform for managing service and spare part sales.Keywords: Application, Workshop, Flutter, Google Maps API, Service
Implementation of Augmented Reality as an Interactive Medium for Firearms Education Muhammad Nazar Darman; Yuli Asriningtias
International Journal Software Engineering and Computer Science (IJSECS) Vol. 5 No. 2 (2025): AUGUST 2025
Publisher : Lembaga Komunitas Informasi Teknologi Aceh (KITA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/ijsecs.v5i2.4285

Abstract

Augmented Reality (AR) has been utilized as an interactive educational tool to support safer and more effective learning about various firearms. The application was created with Unity3D and C#, and its functionality was evaluated through black box testing. Findings show that the application operates successfully on targeted devices, though some performance issues were observed, including extended loading times and occasional lag during navigation. AR visual and interactive features enable users to explore firearm components and operational procedures without exposure to real-world risks, as the use of physical firearms is not required. The inclusion of offline access further enables users to engage with the learning materials at their convenience. AR demonstrates considerable promise for improving the quality of firearm training and may be further adopted in technical instruction, military education, and the broader development of digital learning environments.