Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Problem-based learning and case-based learning: which is more effective for fostering mathematical connection? Erlinda Rahma Dewi; Arifta Nurjanah
Jurnal Riset Pendidikan Matematika Vol 9, No 2: November 2022
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Matematika FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jrpm.v9i2.53276

Abstract

Problem-Based Learning (PBL) and Case-Based Learning (CBL) are two typical learning approaches that involve problem-solving activities, likely to encourage students' mathematical connection abilities. This study aimed to describe the differences in mathematical connection ability between students studying with the PBL and those who used the CBL approach. A quasi-experiment with a pretest-post-test non-equivalent group design was conducted for the purpose. The data collection method was non-routine problems about mathematical connections. The data was analyzed using inferential statistics. Paired sample t-tests adopted were to examine the difference between pretest and post-test data in each experimental class, and independent sample t-tests were to verify the difference in the effectiveness of the two learning approaches. The results showed that the PBL and CBL approach enhanced mathematical connection ability. However, there was no significant difference in the mathematical connection ability between students who studied with the PBL and CBL approaches. The results, furthermore, suggest teachers construct appropriate learning to foster mathematical connection ability.
ETHNOMATHEMATICAL EXPLORATION IN THE SURAKARTA HADININGRAT PALACE BUILDING Erlinda Rahma Dewi; Roid Muflih Ihsanuddin; Ayu Miftakhul Huda
MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN Vol 10, No 2 (2022): MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN: ETHNOMATEMATICS AND TEACHING PROCESS
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/mp.v10i2.3234

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis eksplorasi etnomatematika di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat agar diperoleh informasi untuk mengembangkan etnomatematika. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif kualitatif berjeni etnografis. Peneliti berusaha menggali informasi melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Lokasi penelitian di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Surakarta, Jawa Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di setiap bentuk bangunan maupun pada benda-benda peninggalan yang berada di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat ternyata terdapat unsur matematika yang ditemukan. Pada atap pintu masuk keraton memiliki bentuk trapesium sama kaki. Pintu masuk ndalem keraton memiliki bentuk persegi panjang. Pada ornamen hiasan pada lampu memiliki bentuk lingkaran, dan bentuk guci yang terdapat di museum berbentuk tabung. Unsur-unsur tersebut dapat digunakan oleh para pengajar sebagai bahan pembelajaran pada kegiatan belajar mengajar khususnya pada mata pelajaran matematika. Unsur etnomatematika di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran matematika, di antaranya konsep luas bangun datar, keliling bangun datar, luas permukaan bangun ruang, volume bangun ruang, dan transformasi geometri.
Pendampingan Penyusunan Instrumen Penilaian Berbasis AKM Literasi Numerasi bagi Guru MI Erlinda Rahma Dewi; Syamsul Huda Rohmadi; Kustiarini Kustiarini; Pratiwi Rahmah Hakim
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i1.6979

Abstract

Tujuan pengabdian pendampingan penyusunan instrumen berbasis AKM literasi numerasi adalah (1) Memberi fasilitas kepada guru MI dalam menyusun instrumen penilaian berbasis AKM literasi numerasi, dan (2) Memberi bantuan konsultasi kepada guru MI dalam hal penyusunan instrumen penilaian berbasis AKM literasi numerasi. Metode yang digunakan yaitu metode Community Based Participatory Research (CBPR). Langkah CBPR yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan. Subjek pengabdian ini yaitu sebanyak 82 guru MI dari 82 MI se-Kabupaten Sukoharjo. Pelaksanaan pendampingan dilaksanakan selama lima bulan, yaitu pada bulan April hingga September tahun 2022. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan mengusung tema pendampingan penyusunan instrumen AKM literasi numerasi bagi guru MI dalam rangka menunjang implementasi asesmen nasional telah berjalan dengan baik. Berdasarkan hasil analitis data yang dilakukan secara kuantitatif deskriptif dapat diketahui bahwa sebanyak 58,54% peserta telah mampu menyusun instrumen AKM literasi numerasi dengan sangat baik. Sebanyak 26,83% peserta dapat menyusun instrumen literasi numerasi dengan baik, selebihnya terdapat 14,63% peserta memiliki kemampuan cukup dalam menyusun instrument AKM literasi numerasi. Adanya pendampingan penyusunan instrumen literasi numerasi bagi guru MI di Kabupaten Sukoharjo sangat efektif dalam meningkatkan kemampuan guru MI dalam penyusunan instrumen AKM literasi numerasi.The assistance service's objectives for preparing AKM-based reading literacy instruments are (1) To provide facilities for MI teachers in preparing AKM-based reading literacy assessment instruments and (2) To provide consultation assistance to MI teachers in the preparation of AKM-based reading literacy assessment instruments. The Community Based Participatory Research (CBPR) method is used in this community service. CBPR steps are planning, implementation, and reporting. The subject of this service is as many as 82 MI teachers from all MI in Sukoharjo Regency. The assistance was carried out for five months, from April to September 2022. The implementation of community service activities with the theme of assisting in the preparation of numeracy literacy AKM instruments for MI teachers to support the implementation of the national assessment has gone well. Based on the results of the data analysis, as many as 58.54% of the participants were able to construct the numeracy literacy AKM instrument very well. As many as 26.83% of participants could construct numeracy literacy instruments well, and the remaining 14.63% had sufficient ability to develop numeracy literacy AKM instruments. The assistance in preparing numeracy literacy instruments for MI teachers in Sukoharjo Regency was very effective in improving the ability of MI teachers to compile AKM arithmetic instruments.