Darussalam Gontor Modern Islamic Institution merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam di Indonesia yang menerapkan kurikulum dengan bahasa Arab dan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dalam proses pembelajaran. Melalui sistem tersebut, para santri dituntut untuk mengembangkan kemampuan berbahasa mereka secara optimal. Salah satu disiplin ilmu yang memiliki peran penting dalam penguasaan bahasa Arab adalah ilmu Nahwu. Ilmu Nahwu tidak hanya berfungsi sebagai sarana untuk meningkatkan keterampilan berbahasa Arab, tetapi juga berpengaruh terhadap prestasi belajar santri. Hal ini disebabkan karena banyak mata pelajaran di Gontor yang menggunakan bahasa Arab, baik sebagai bahasa pengantar maupun sebagai bahasa yang digunakan dalam materi pelajaran itu sendiri. Namun demikian, masih ditemukan sejumlah santri yang mengalami kesulitan dalam mempelajari ilmu Nahwu, terutama santri kelas VI. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi dan menganalisis berbagai permasalahan yang mereka hadapi dalam pembelajaran Nahwu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Dalam pengumpulan data, peneliti menerapkan tiga teknik utama, yaitu observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan mengacu pada model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, serta verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor yang menyebabkan kesulitan belajar Nahwu pada santri kelas VI, yaitu: (1) rendahnya kemampuan santri dalam memahami penjelasan materi Nahwu; (2) kurangnya minat belajar terhadap ilmu Nahwu; (3) lemahnya motivasi belajar; (4) kurangnya perhatian santri dalam memahami kaidah-kaidah Nahwu; (5) kurangnya latihan dalam menerapkan i‘rab; (6) tingkat kesulitan bahasa yang digunakan dalam kitab atau buku pelajaran; serta (7) penjelasan guru yang belum sepenuhnya dipahami oleh santri. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, peneliti berharap para guru, khususnya guru Nahwu, dapat memberikan perhatian dan bimbingan yang lebih intensif kepada santri dalam mempelajari ilmu Nahwu, sehingga berbagai kesulitan yang mereka hadapi dapat diatasi secara efektif. Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi peneliti selanjutnya untuk melakukan kajian yang lebih mendalam mengenai pembelajaran Nahwu, sehingga kekurangan yang masih terdapat dalam penelitian ini dapat disempurnakan dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi pengembangan pendidikan bahasa Arab.