Amir Hamzah
Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Romantisisme Potret Pangeran Diponegoro: Sebuah Penciptaan Lukisan Setyo Priyo Nugroho; Amir Hamzah
Journal of Contemporary Indonesian Art Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jocia.v9i1.8278

Abstract

Wajah Pangeran Diponegoro yang kita ketahui sekarang ternyata merupakan adaptasi dari karya seorang hakim Belanda AJ Bik yang di buat secara langsung di Balai Kota Batavia, dipopulerkan kemudian oleh pelukis Basoeki Abdullah, wajah ketika sang pangeran sakit malaria itulah yang identik dengan wajah Diponegoro. Untuk menghadirkan alternatif kehadiran lukisan wajah Diponegoro harus di representasikan dalam konteksnya, salah satunya adalah kehadirannya sebagai Abdul Rahim, sang santri lelono. Melalui pendekatan representasi berdasarkan dari observasi beberapa dokumen gambar baik yang dibuat secara langsung atau rekaan seniman, kehadiran Diponegoro muda mendekati wajah cucu keturunanya yang ke 8, dihadirkan dalam gaya romantisme, didukung oleh atribut-atribut yang mewakili keberadaanya saat itu, suasananya dibuat menjelang senja untuk meningkatkan nilai dramatis pada karya. Melalui proses penciptaan, persiapan, inkubasi, inspirasi, pemunculan dan evaluasi, sosok Pangeran Diponegoro sebagai santri Lelono Erucokro memiliki perbedaan dengan paras yang umum saat ini, hal ini berkaitan dengan konteks masanya yang berbeda, tentu dapat menjadi inspirasi bagi penciptaan selanjutnya.
Juxtaposisi Dalam Penciptaan Apropriasi Lukisan Basoeki Abdullah Amir Hamzah
CILPA Vol 11 No 2 (2026): July
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/cilpa.v11i2.22115

Abstract

Abstrak Apropriasi merupakan bagian dari kreatifitas yang berkembang pada masa Kontemporer, yaitu sesorang seniman memakai karya yang sudah ada untuk menghasilkan bentuk kreatifitas yang baru. Jukstaposisi Melalui karya lukisan pemandangan Basoeki Abdullah penciptaan karya ini mewakili gagasan yang penulis tekuni dalam melukis hingga saat ini, mengangkat persoalan dua hal yang bertentangan (oposisi biner) dan pensejajaran (juxtaposisi) dua hal yang bertentangan, penciptaan karya ini bertujuan mengetengahkan keindahan dan kekerasan sekaligus dalam sebuah karya. Karya ini representasi dari seorang maestro yang flamboyan, menyukai keindahan dan kematiannya yang tragis di akhir hidupnya dalam penggambaran objek positif dan negatif, baik idiomatik maupun artistiknya. Metode penelitian artistik ini menggunakan pendekatan Practice Base Research, dan tahapan proses penciptaan karya adalah pesiapan, inkubasi, inspirasi, pemunculan dan evaluasi. Proses kreatif kerja studio untuk alih wahana karya lukisan menjadi karya drawing dengan mempertimbangkan harmoni, representasi jukstaposisi melalui aproriasi, mengapresiasi lukisan naturalistik atau pemandangan karya Basoeki Abdulah yang indah sekaligus mensejajarkan dengan senjata sebagai benda idiomatik menjadi sarana ekspresi yang menarik dan memiliki nilai interpretasi bagi penikmatnya. Abstract Appropriation is a form of creativity that has emerged in the contemporary era, in which an artist uses existing works to produce new forms of creativity. Juxtaposition: Through Basoeki Abdullah’s landscape paintings, the creation of this work embodies the ideas the artist has pursued in his painting to this day, addressing the issue of two opposing elements (binary opposition) and the juxtaposition of these opposites. The aim of this work is to highlight both beauty and violence simultaneously within a single piece. This work is a representation of a flamboyant maestro who loved beauty and met a tragic death at the end of his life, depicted through both positive and negative elements both idiomatic and artistic. This artistic research method employs a Practice Based Research approach, and the stages of the creative process include preparation, incubation, inspiration, emergence, and evaluation. The creative studio process involves transforming a painting into a drawing, taking into account harmony and the representation of juxtaposition through appropriation. It involves appreciating the beautiful naturalistic landscapes in Basoeki Abdulah’s paintings while juxtaposing them with weapons as idiomatic objects to create a compelling means of expression that holds interpretive value for the viewer.