R Romdon
State Islamie University (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sufi dan Penguasa Perilaku Politik Kaum Tarekat di Priangan Abad XIX-XX R Romdon
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 45 (1991)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.1991.045.65-79

Abstract

Dalam melakukan studi terhadap Aliran Kebatinan, penulis berpikir disiplin ilmu apakah gerangan yang dapat membidangi Aliran Kebatinan ini. Tetapi kelihatannya ilmu sosial maupun budaya menampung masalah-masalah yang berkenaan dengannya Ilmu Perbandingan Agama pun mempunyai tempat untuk obyek Aliran Kebatinan ini, apabila kita mengkategorikan Aliran Kebarinan sebagai aspek mistikisme Kepercayaan Masyarakat Jawa, karena Kepercayaan Masyarakat Jawa dapat digolongkan agama dalam arti luas. Ketentuan-ketentuan Metode Ilmu perbandingan Agama oleh karenanya dapat diberlakukan untuk studi penulis terhadap AIiran Kebatinan. Berikut ini akan penulis kemukakan beberapa ketentuan dalam Metode llmu Perbandingan Agama yang penulis pedomani dalam menstudi Aliran Kebatinan.
Filsafat Ilmu dan Studi Agama (Ulasan Terhadap Tulisan Frank Whaling, “Additional Note on the Philosophy of Science and the Study of Religion) R Romdon
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 50 (1992)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.1992.050.72-84

Abstract

Walaupun bermacam-macam, namun jelas bahwa apa yang dinamakan metode studi agama itu ada, baik metode studi agama yang belum ilmiah maupun metode studi agama yang sudah ilmiah. Memang baru lebih kurang pertengahan abad 19 Masehi studi agama itu dituntut untuk dihargai sebagai studi yang ilmiah dengan menggunakan metode perbandingn. Orang yang pertama-tama mengklaim studi agama dapat menjadi studi ilmiah adalah seorang sarjana Jerman yang bemama F. Max Muller (1823-1900 M.) dan studi agama yang ilmiah itu di namakan Ilmu agama atau Science of Religion untuk membedakannya dengan studi agama yang lain yaitu teologi filsafat. Memang ada Sarjana yaitu M. Kitagawa yang memisahkan studi agama yang dinamakan Science of Religion itu dengan studi agama yang nornatif dan studi agama yang deskriptif. Studi agama yang normatif itu katanya adalah filsafat dan teologi, dan studi agama yang deskriptif itu seperti misalnya studi antropologi dan sosiologi terhadap agama, jadi studi ilmu-ilmu deskriptif terhadap agama. Sedang studi agama yang dinamakan Ilmu Agama atau Science of Religion itu lain lagi, bukan yang normatif dan bukan pula yang deskriptif. Ilmu yang demikian itu dinamakannya Ilmu Agama atau Science of Religion atau History of Religion, atau Comparative of Religion atau dapat juga dinamakan Phenomenologi of Religion. Metode studi agama yang Science of Religion demikian itu tidak normatif dan tidak pula deskriptif, tetapi religio-scientifical.