Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PELATIHAN PERILAKU HIDUP BERSIH SEHAT MANDIRI PENDERITA TUBERKULOSIS (TB) DALAM MASA PANDEMI COVID-19 DI DESA TENGAH KABUPATEN MINAHASA SELATAN Elne Vieke Rambi; Grace Kerly Lony Langi; Linda A. Makalew; Jonas E. Sumampouw; Ketrina Konoralma
Abdimas Galuh Vol 4, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v4i2.8609

Abstract

Tuberkulosis paru sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, karena merupakan salah satu penyakit infeksi menular yang dapat menyerang ke orang lain. Penyakit ini tidak hanya meyerang golongan sosial ekonomi rendah saja, tetapi dapat menyerang semua golongan umur dari jenis kelamin. Mengingat penyakit TB menular dengan cepat melalui droplet infection, sehingga diperlukan edukasi dan pelatihan tentang bagaimana cara perilaku hidup bersih sehat mandiri penderita TB dalam masa pandemi covid-19 di desa Tengah Kabupaten Minahasa Selatan. Metode pelatihan ini menggunakan  foccus group discussion dengan media penyuluhan booklet dan leaflet tentang cara mencuci tangan 6 langkah, Peserta yang  berpartisipasi ialah kader, tokoh masyarakat, penderita,  keluarga dan masyarakat di desa Tengah berjumlah 36 orang. Hasil pelaksanaan pelatihan ditemukan pengetahuan peserta tentang TB, pencegahan dan pengobatan sebesar 22 (61%) dan hasil post test sebesar 29 (84,59%) telah memahami tentang cara pencegahan penularan dan pengobatan TB..  Terjadi peningkatan pengetahuan tentang TB, pencegahan dan pengobatannya. Jenis kelamin perempuan 24 (66,67%), umur terbanyak ialah 45-64 tahun 19 (25%), Pendidikan SMA sebanyak 30 (83,33%), dan pekerjaan Ibu Rumah Tangga sebanyak 17 (47,22%). Disarankan kepada petugas kesehatan di Puskesmas untuk tetap memonitoring hasil kegiatan pengabmas ini dengan melakukan penyuluhan yang intensif kepada masyarakat. DIharapkan juga hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat mengkontribusi penurunan angka kejadian kasus TB di desa Tengah.