hemawati
Sekolah Tinggi Agama Buddha Kertarajasa

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Tradisi Ngejot dalam Meningkatkan Kerukunan Antar-Umat Beragama di Desa Mareje Timur Kabupaten Lombok Barat: Perspektif Umat Buddha hemawati
SABBHATÃ YATRA : Jurnal Pariwisata dan Budaya Vol 3 No 1 (2022): SABBHATA YATRA : Jurnal Pariwisata dan Budaya
Publisher : STABN Raden Wijaya Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/sabbhatayatra.v3i1.461

Abstract

Abstrak Salah satu tradisi yang masih dipertahankan dan dijalankan sampai saat ini oleh masyarakat Desa Mareje Timur, Dusun Tendaun adalah tradisi Ngejot. Tradisi Ngejot merupakan salah satu tradisi yang ditandai sebagai wujud kedekatan dan eratnya persaudaraan antar-umat beragama khususnya umat Buddha dan umat Islam. Tradisi ini biasanya dilaksanakan pada saat hari-hari besar keagamaan seperti Waisak dan Pattidana masal bagi umat Buddha serta Idul Fitri bagi umat Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran tradisi Ngejot dalam meningkatkan kerukunan antar-umat beragama dalam perspektif umat Buddha. Penelitian ini menggunakan metode etnografi, pengumpulan data dilakukan melalui observasi (pengamatan), wawancara dan partisipasi langsung. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan konsep dari tokoh Miles dan Huberman melalui tiga tahap, yaitu kondensasi data, reduksi data dan kesimpulan atau verifikasi. Hasil dari penelitian ini, tradisi Ngejot merupakan tradisi yang bertujuan untuk menciptakan kerukunan antar-umat beragama dan tradisi Ngejot ini berperan sebagai perekat solidaritas sosial. Dalam hal ini, tradisi Ngejot terbukti memiliki peran yang strategis dalam menjaga keharmonisan antar-umat beragama dengan demikian kerukunan masyarakat di Dusun Tendaun semakin meningkat. Di samping itu, dalam kehidupan sehari-hari banyak kegiatan lain yang menjadi upaya pendukung untuk menciptakan kerukunan umat beragama seperti begawe, gotong royong dan baksos. Selain itu, dari hasil penelitian juga ditemukan fakta-fakta lain bahwa tradisi Ngejot ini selaras dengan ajaran Buddha, yaitu memberi atau berdana dan cinta kasih yang juga membawa pada kerukunan. Kata Kunci: Tradisi Ngejot, Kerukunan, Perspektif Umat Buddha Abstrak Salah satu tradisi yang masih dipertahankan dan dijalankan sampai saat ini oleh masyarakat Desa Mareje Timur, Dusun Tendaun adalah tradisi Ngejot. Tradisi Ngejot merupakan salah satu tradisi yang ditandai sebagai wujud kedekatan dan eratnya persaudaraan antar-umat beragama khususnya umat Buddha dan umat Islam. Tradisi ini biasanya dilaksanakan pada saat hari-hari besar keagamaan seperti Waisak dan Pattidana masal bagi umat Buddha serta Idul Fitri bagi umat Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran tradisi Ngejot dalam meningkatkan kerukunan antar-umat beragama dalam perspektif umat Buddha. Penelitian ini menggunakan metode etnografi, pengumpulan data dilakukan melalui observasi (pengamatan), wawancara dan partisipasi langsung. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan konsep dari tokoh Miles dan Huberman melalui tiga tahap, yaitu kondensasi data, reduksi data dan kesimpulan atau verifikasi. Hasil dari penelitian ini, tradisi Ngejot merupakan tradisi yang bertujuan untuk menciptakan kerukunan antar-umat beragama dan tradisi Ngejot ini berperan sebagai perekat solidaritas sosial. Dalam hal ini, tradisi Ngejot terbukti memiliki peran yang strategis dalam menjaga keharmonisan antar-umat beragama dengan demikian kerukunan masyarakat di Dusun Tendaun semakin meningkat. Di samping itu, dalam kehidupan sehari-hari banyak kegiatan lain yang menjadi upaya pendukung untuk menciptakan kerukunan umat beragama seperti begawe, gotong royong dan baksos. Selain itu, dari hasil penelitian juga ditemukan fakta-fakta lain bahwa tradisi Ngejot ini selaras dengan ajaran Buddha, yaitu memberi atau berdana dan cinta kasih yang juga membawa pada kerukunan. Kata Kunci: Tradisi Ngejot, Kerukunan, Perspektif Umat Buddha