Novariana SulsiaIsta’in Ningtyas
Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Pendidikan Mandalika

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IDENTIFIKASI KANDUNGAN TANNIN DAN SAPONIN HIJAUAN PAKAN SAPI POTONG DI DESA SENAYAN KABUPATEN SUMBAWA BARAT Apri Sanjani; Mashur; Dina Oktaviana; Novariana SulsiaIsta’in Ningtyas
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 9 No. 2 (2022): Juni 2022
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the levels of tannin and saponin compounds contained in lamtoro leaves, indigofera leaves and turi leaves used as forage for beef cattle in Senayan Village, Poto Tano District, West Sumbawa Regency. The research method used was laboratory observation using an Ultra Violet-Visible Spectroscopy (UV-VIS) Spectrophotometer at the Integrated Chemistry Laboratory, Faculty of Pharmacy, Stikes Bhakti Husada Mulia Madiun. The results showed that the tannin and saponin levels quantitatively in the three types of forage for beef cattle, namely lamtoro leaf tannins 5.41%, indigofera leaves 7.39% and turi leaves 13.83%. Saponin content of lamtoro leaf is 10.28%, indigofera leaf is 11.82% and turi leaf is 14.55%. Based on these data, it can be concluded that the tannin and saponin levels in turi leaves in this study were higher than indigofera leaves and lamtoro leaves.
IDENTIFIKASI KANDUNGAN TANIN DAN SAPONIN PADA HIJAUAN PAKAN TERNAK KERBAU DI DESA LOPOK KECAMATAN LOPOK KABUPATEN SUMBAWA Dandi Fibryansah; Mashur; Supriadi; Novariana SulsiaIsta’in Ningtyas
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 9 No. 3 (2022): September 2022
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerbau merupakan ternak ruminansia yang tidak terlepas dari gangguan berbagai penyakit yang dapat menghambat peningkatan produktivitasnya. Gangguan penyakit tersebut dapat berupa infeksi bakteri, virus, cendawan maupun agen parasitik seperti cacing. Untuk mengurangi kejadian penyakit cacing dan mengurangi biaya pengobatan ternak dapat menggunakan hijauan pakan ternak yang mengandung senyawa metabolit sekunder, yaitu tanin dan saponin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kandungan tanin dan saponin pada daun ubi kayu, daun pisang kepok dan daun katuk yang digunakan sebagai hijauan pakan ternak kerbau di Desa Lopok Kecamatan Lopok, Kabupaten Sumbawa. Sebanyak masing-masing 50 mg ekstrak hijauan dianalisis menggunakan metode spektrofotometri Ultra Violet-Visible Spectroscopy untuk menentukan kadar tanin dan saponin yang dikandungnya. Hasil penelitian menunjukkan kadar tanin daun ubi kayu 1,77% dan saponin 1,17%; kadar tanin daun pisang kepok 1,48% dan kadar saponin 2,34% dan kadar tanin daun katuk 3,44% dan kadar saponin 2,92%. Kesimpulannya ketiga jenis hijauan pakan ternak kerbau tersebut mengandung tannin dan saponin yang berbeda-beda.