p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Sinestesia
Sabarrudin Sabarrudin
Institut Agama Islam Negeri Batusangkar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tes Psikologi: Tes Kecerdasan Individual dan Kelompok dalam Bimbingan dan Konseling Sabarrudin Sabarrudin; Wahidah Fitriani
Jurnal Sinestesia Vol. 12 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Individu atau kelompok tidak memahami dirinya sendiri secara jelas, yaitu individu siswa telah gagal untuk mengenali aspek-aspek yang ada dalam dirinya, terutama kemampuan mereka sendiri untuk menalar secara nalar dan logis, selain dari aspek diri, bakat, kemampuan atau potensi yang mereka miliki, merupakan bagian penting. Kepemimpinan adalah individu atau kelompok yang merencanakan masa depan, memilih pekerjaan dan posisi yang mendukung atau memimpin mereka, dan membuat keputusan karir yang terinformasi dan berhasil merangkul masa depan yang lebih baik.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tentang tes psikologi terkait tes kecerdasan individual dan tes kecerdasan kelompok dalam bimbingan dan konseling. Jenis penelitian yang peneliti gunakan adalah kajian kepustakaan dengan menggunakan sumber data primer dan sekunder. Literatur yang digunakan dalam bentuk Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia dalam waktu 10 tahun terakhir dan dapat diakses secara penuh. Berdasarkan hasil dari telaah pustaka yang dilakukan, ditemukan tes kecerdasan individual dalam bimbingan dan konseling yang sering digunakan yaitu Stanford-Bine, Skala Wechsler, Baterai Kaufman, Sistem Skor Kognitif Naglieri, Woodcock-Johnson sedangkan untuk tes kecerdasan kelompok yaitu tes kemampuan kognitif, tes eterampilan kognitif dan Otis – Tes Kemampuan Sekolah Lennon.
Perilaku Insecure Pada Anak Usia Dini Sabarrudin Sabarrudin; Orin Andariska; Wahidah Fitriani
Jurnal Sinestesia Vol. 12 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perasaan tidak aman (insecure) inilah yang pada akhirnya mendorong anak untuk membuat "topeng" untuk dirinya sendiri agar orang lain tidak dapat melihat sisi lain yang ingin ia sembunyikan. Dengan kata lain, dia berusaha menutupi sisi lain dengan melakukan sesuatu yang menurutnya bisa membuatnya terlihat lebih baik di mata orang lain. Di sinilah kita sering menjumpai anak kecil dengan kepribadian seperti kecemasan, pengecut, rasa bersalah, rasa malu, yang menurut para ahli sering disebut sebagai “neurotik” atau “ketidakamanan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perilaku insecure pada anak usia dini yaitu perilaku pemalu. Penelitian ini dibuat dalam bentuk literatur review dengan menggunakan database berupa Google scholar. Literatur yang digunakan dalam bentuk Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia dalam waktu 8 tahun terakhir dan dapat diakses secara penuh. Berdasarkan hasil dari literatur review, ditemukan Malu berasal dari kata malu, yang berarti merasa sangat buruk (hina, rendah diri, dll), karena telah melakukan sesuatu yang buruk (tidak baik, karena kebiasaan dan memiliki cacat atau cacat). Sedangkan pemalu artinya orang yang mudah bergaul (yang sifatnya pemalu).