Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perbandingan Keterampilan Proses Sains dan Hasil Belajar IPA Melalui Model Pembelajaran RADEC dan Discovery Learning Siswa Kelas V UPT SPF SDN Parang Tambung I Makassar Sri Wahyuni; Khaeruddin Khaeruddin; A. Husniati
EDUTECH Vol 8, No 2 (2022): EduTech: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : EduTech: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ilmu Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/edutech.v8i2.11279

Abstract

Diskursus model pembelajaran dalam dunia pendidikan telah berkembang sedemikian rupa, dan telah menyumbangkan baik inovasi model maupun alat pembelajaran. Namun demikian, pedagogi guru yang berkaitan dengan kreativitas dan inovasi masih belum terlalu mengalami progresivitas yang signifikan, terutama dalam hal mengembangkan model pembelajaran. Dengan menerapkan model pembelajaran RADEC dan Discovery Learning. Penelitian kuantitaif berjenis Quasi Eksperimental Design dengan desain Non-equivalent Control Group ini, diupayakan untuk mengetahui dan dengan demikian, juga membandingkan antara keterampilan proses sains dan hasil belajar IPA siswa kelas V UPT SPF SDN Parang Tambung I Makassar, sekaligus mengukur sejauh mana efektivitas penerapan kedua model pembelajaran tersebut, terhadap keterampilan proses sains dan hasil belajar. Hasil yang telah diperoleh menunjukkan, bahwa penggunaan model pembelajaran RADEC memberikan perbedaan angka hasil yang cukup signifikan secara statistik, baik dalam keterampilan proses sains maupun hasil belajar para siswa daripada siswa yang menggunakan model pembelajaran Discovery Learning. Setelah diberikan perlakuan, rata-rata keterampilan proses sains siswa kelas Eksperimen yang menggunakan model pembelajaran RADEC lebih tinggi dengan angka 85,52 daripada kelas Kontrol, yang menggunakan model pembelajaran discovery learning, di mana rata-rata keterampilan proses sains hanya 81,29. Sementara untuk hasil belajar kelas Eksperimen, siswa juga memperoleh rata-rata nilai lebih tinggi sekitar 84,66 dibandingkan dengan kelas Kontrol yang hanya mendapatkan angka 81,07
Pengaruh Peran Ganda dan Dukungan Sosial terhadap Kineja Karyawan Perempuan (Studi Kasus PT Angkasa Pura Suport) Nurhikmah Nurhikmah; Nurinaya Nurinaya; Sri Wahyuni
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8642

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh peran ganda dan dukungan sosial terhadap kinerja karyawan perempuan pada PT Angkasa Pura Suport. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah seluruh karyawan perempuan di PT Angkasa Pura Suport, dengan sampel sebanyak 67 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner menggunakan skala Likert. Teknik analisis data yang digunakan meliputi uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi (R²) dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel peran ganda memiliki pengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap kinerja karyawan perempuan dengan nilai signifikansi sebesar 0,223 > 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan peran ganda cenderung menurunkan kinerja, namun pengaruhnya tidak terlalu kuat. Sementara itu, variabel dukungan sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan perempuan dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi dukungan sosial yang diterima dari keluarga, rekan kerja, maupun atasan, maka semakin meningkat kinerja karyawan perempuan. Secara simultan, peran ganda dan dukungan sosial berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan perempuan di PT Angkasa Pura Suport. Penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan sosial menjadi faktor penting dalam membantu karyawan perempuan menghadapi tuntutan peran ganda dan mempertahankan kinerja kerja secara optimal.