Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

THE USE OF DISCUSSION ACTIVITY FOR IMPROVING SPEAKING SKILLS IN THIRD SEMESTER STUDENTS Dede Narawaty
Pujangga: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 8, No 2 (2022): Volume 8 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/pujangga.v8i2.1975

Abstract

AbstractThis research was conducted at Indraprasta University PGRI, majoring in English. In additon, this research focuses on students in the third semester. This research was conducted based on the idea that speaking is one of the skills in English that every student must have. This is because speaking is a language skill that has a deep bond with human life. This research uses descriptive qualitative method. The researcher uses the listening method, asfollows in the form of tapping techniques to collect data, then the results of the researchers' observation in observing Researchers using the listening technique and  tapping techniques to see the difference in the scores of the students before and after this research. Then, the results of the researchers'will be taken from the observations in observing their discussion activities. Based on the observations, the lecturer has implemented steps to conduct discussions. The researchers used four stages in their research to see the differences in students' abilities. As for the results of the study, the students were able to increase the score of their English speaking abilities in four research cycles, using discussion techniques. Their success cannot be separated from their ability to overcome worries of making mistakes in EnglishKeyword: students, speaking, abilities, discussion, score AbstrakPenelitian ini dilaksanakan di Universitas Indraprasta PGRI, jurusan bahasa Inggris. In additon, penelitian ini fokus pada para mahasiswa di semester tiga. Penelitian ini diadakan berdasarkan pemikiran, bahwa berbicara adalah salah satu skills dalam bahasa Inggris yang harus dimiliki setiap mahasiswa. Hal ini disebabkan, karena berbicara adalah suatu keterampilan berbahasa yang memiliki ikat an yang mendalam dengan kehidupan manusia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Kemudian Peneliti menggunakan teknik menyimak dan sadap untuk mengumpulkan data, kemudian hasil simakan peneliti dalam mengamati Peneliti menggunakan metode simak yaitu berupa teknik sadap untuk mengumpulkan data, kemudian hasil simakan peneliti dalam mengamati  untuk melihat perbedaan nilai para mahasiswa sebelum dan sesudah penelitian. Berdasarkan hasil pengamatan, dosen sudah menerapkan langkahlangkah untuk melakukan diskusi. Para peneliti menggunakan empat stages dalam penelitiannya guna melihat perbbedaan kemampuan para mahasiswa. Adapaun hasil penelitian adalah para mahasiswa mampu menaikkan score their English speaking abilities dalam masa empat siklus penelitian, denagn menggunakan teknik diskusi. Keberhasilan mereka tidak lepas dari kemampuan mereka mengatasi kekhawatiran membuat kesalahan dalam baerbahasa InggrisKata kunci: siswa, berbicara, kemampuan, diskusi, nilai
PERGESERAN DAN PEMERTAHANAN BAHASA DI TIMOR-LESTE: SUATU KAJIAN SOSIOLINGUISTIK Dede Narawaty
Pujangga: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 9, No 1 (2023): Volume 9 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/pujangga.v9i1.2568

Abstract

AbstrakBerbicara tentang sosiolinguistik tidak terlepas dari penggunaan bahasa dalam konteks masyarakat tutur (speech community). Salah satu fenomena sosiolinguistik yang menarik di Timor-Leste adalah pergeseran dan pemertahanan bahasa (language shift and maintenance) sebagai akibat dari kontak bahasa (language contact).  Tujuan dari penelitian ini mendeskripsikan pergeseran bahasa Tetun, Portugis, dan Indonesia di Timor-Leste secara kualitatif. Metode penelitian ini deskriptif-kualitatif dengan teknik studi kepustakaan dan studi lapangan. Temuan penelitian menunjukkan adanya pergeseran dan pemertahanan bahasa yang sangat menarik terjadi di Timor-Leste. Sebelum integrasi dengan Republik Indonesia (tahun 1975 dan sebelumnya), bahasa Portugis digunakan sebagai bahasa resmi kenegaraan, bahasa liturgi keagamaan, sementara bahasa Tetun sebagai bahasa daerah (vernacular). Pada masa integrasi dengan Indonesia (1975 – 1999), bahasa Indonesia berkedudukan sebagai bahasa resmi kenegaraan dan lingua franca/bahasa persatuan, sedangkan bahasa Tetun tetap sebagi bahasa daerah, dan bahasa Portugis sebagai bahasa asing. Dewasa ini bahasa Tetun dan Portugis berstatus sebagai bahasa resmi kenegaraan, sedangkan bahasa Indonesia sebagai bahasa kerja (asing). Kata kunci: pergeseran bahasa, pemertahanan bahasa, kontak bahasa, lingua franca, vernacular AbstractTalking about sociolinguistics, it is inseparable from the use of language in the context of speech communities. One of the interesting sociolinguistic phenomena in Timor-Leste is the language shift and maintenance as a result of language contact. The purpose of this study is to describe the language shift and maintenance of Tetun, Portuguese and Indonesian in Timor-Leste qualitatively. This research method is a descriptive-qualitative research using library research techniques and field studies. The findings of the study indicate a shift and very interesting language maintenance took place in Timor-Leste.  Before integration period with the Republic of Indonesia (1975 and earlier), Portuguese was used as the official state language, religious liturgical language, while Tetun was the vernacular language. When East Timor got integrated with Indonesia (1975 - 1999), Indonesian language was used as the official language of the state and the lingua franca, while Tetun remained as a vernacular language, Portuguese as a foreign language. Today Tetun and Portuguese are used as official state languages, while Indonesian is one of (foreign) working languages. Keywords: language shift, language maintenance, language contact, lingua franca, vernacular   
A Comparison of Two Stories of People Motivated by the Rejection of the Love of Roro Jonggrang and Sangkuriang and its Implications in Narrative Text Language Learning Dede Narawaty
Scope : Journal of English Language Teaching Vol 8, No 1 (2023): Scope: Journal of English Language Teaching
Publisher : Pusat Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Inggris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/scope.v8i1.17752

Abstract

The focus of this research is the study of two folklores entitled Roro Jonggrang (the origin of Prambanan temple) from Central Java and Sangkuriang (the origin of Tangkuban Perahu Mountain) from West Java. This research was a qualitative research with comparative study techniques. The method used in this research was a descriptive method. Data were analyzed using a qualitative approach to content analysis techniques.The research findings indicate that there are some similarities and differences between the folklores in terms of characters, characterizations, settings, themes and moral values.