Eliyana Lulianthy
Politeknik 'Aisyiyah Pontianak

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) REMAJA DENGAN DISMENOREA Dwi Khalisa Putri; Eliyana Lulianthy
Jurnal Kebidanan Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2022): Jurnal Kebidanan Khatulistiwa
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jkk.v8i2.970

Abstract

Latar belakang: Kejadian dismenorea di Indonesia saat ini belum dapat diketahui secara pasti. Dismenorea primer tanpa adanya patologis pelvis yang dialami oleh sekitar 50% wanita serta mengalami nyeri hebat sehingga menyebabkan ketidakmampuan wanita untuk beraktivitas selama 1 sampai 3 hari setiap bulannya. Faktor resiko dari dismenorea pada remaja sering berhubungan dengan menarche usia dini, riwayat keluarga dengan keluhan dismenore, dan indeks masa tubuh (IMT) yang tidak normal. Wanita dengan IMT kurang dari berat normal dapat menjadi salah satu faktor konstitusi yang dapat disebabkan oleh kurangnya daya tahan tubuh terhadap rasa nyeri sehingga dapat terjadi dismenorea. Tujuan: untuk mengetahui hubungan Indeks Masa Tubuh Massa Tubuh (IMT) Remaja dengan Dismenorea. Metode: penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan Total Sampling dengan jumlah 55 responden. Intrumen penelitian kuantitatif dengan kuesioner. Analisis data kuantitatif menggunakan chi-square. Hasil: didapatkan sebagian besar responden mengalami intensitas nyeri dengan kategori ringan yaitu sebesar 29 (52,7%). sebagian besar responden memiliki indeks massa tubuh yang normal yaitu sebesar 38 (69,1%). Kesimpulan: tidak terdapat hubungan antara IMT dengan kejadian dismenorea pada remaja. Penelitian selanjutnya disarankan mengkombinasikan variabel-variabel lainnya yang dapat dinilai dan berhubungan dengan faktor penyebab terjadinya dismimore dengan responden yang lebih luas agar dapat menilai secara keseluruhan.
PENTINGNYA NUTRISI WANITA MASA PRAKONSEPSI UNTUK STATUS GIZI ANAK DI MASA MENDATANG Eliyana Lulianthy; Puji Astuti; Tilawati Aprina
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 6, No 2 (2020): JULI 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.928 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v6i2.455

Abstract

Stunting merupakan permasalahan global yang dialami oleh 150,8 juta balita di dunia. Kalimantan Barat memiliki 40% balita yang terindikasi stunting. Upaya penangananstunting terfokus pada perbaikan nutrisi anak. Padahal, kondisi ibu seperti tinggi badan juga dapat mempengaruhi kejadian stunting pada anak. Indonesia dengan 1.300 etnis,memiliki keberagaman sik dan genetik. Oleh sebab itu, penelitian tentang korelasi tinggibadan orang tua dari etnis tertentu pada kejadian stunting perlu dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi korelasi antara tinggi badan ibu dan kejadian stuntingpada anak di masyarakat Sambas, Kalimantan Barat. Penelitian ini bersifat deskriptif cross sectional dengan menggunakan metode consecutive sampling. Sebanyak 86 pasang ibu dan balita (5-59 bulan) yang tinggal di Desa Tengguli, Kabupaten Sambas diambil sebagai sampel. Status gizi balita diukur berdasarkan rasio Tinggi Badan/Usia balita dan dico- cokkan dengan Z-score WHO. Data diuji menggunakan uji Chi square. Hasil penelitian menunjukkan sekitar 92% balita yang lahir dari ibu pendek (< 150 cm) merupakan balita kelompok “pendek” dan “sangat pendek” atau stunting. Terdapat korelasi positif antara ibu pendek dengan balita stunting dengan p-value 0,038. Pada masyarakat Sambas, ibu bertubuh pendek cenderung memiliki keturunan bertubuh pendek.