Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERILAKU PENCEGAHAN COVID-19 PADA MASYARAKAT DI PERUMAHAN X, KABUPATEN TANGERANG Olga Novita; Ira Marti Ayu; Ade Heryana; Deasy Febriyanty
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 18 No 1 (2023): Media Kesehatan
Publisher : Direktorat Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v18i1.435

Abstract

Penularan COVID-19 masih ditemukan di masyarakat. Hal ini berkaitan dengan masih kurangnya perilaku pencegahan. Data dari Ketua Rukun Tetangga (RT) menunjukkan sejak awal pandemi hingga Juli 2021 terdapat 15 kasus COVID-19 yang terjadi pada masyarakat di perumahan ini. Studi pendahuluan yang telah menunjukkan bahwa sebanyak 13 warga dari 25 warga (52%) memiliki perilaku pencegahan COVID-19 yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan COVID-19 di Perumahan X, Kabupaten Tangerang. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan sampel sebanyak 70 warga. Teknik pengambilan sampel ialah purposive sampling dengan analisis data univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil univariat menunjukkan proporsi tertinggi yaitu perilaku pencegahan baik (52,9%), kerentanan yang dirasakan berupa persepsi rentan (57,1%)., keparahan yang dirasakan berupa persepsi parah (65,7%), manfaat yang dirasakan berupa persepsi bermanfaat (80%), hambatan yang dirasakan berupa persepsi hambatan kurang baik (65,7%). Hasil bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan antara kerentanan yang dirasakan (PR=1,41, CI 95%=0,86-2,31), keparahan yang dirasakan (PR=1,24, CI 95%= 0,76-2,04), manfaat yang dirasakan (PR=1,50, CI 95%=0,91-2,45), dan hambatan yang dirasakan (PR=1,20, CI 95%=0,68-2,09) dengan perilaku pencegahan COVID-19. Sebaiknya masyarakat setempat tetap menerapkan protokol kesehatan dan sebisa mungkin tidak menghabiskan waktu terlalu lama di ruang publik. Kata kunci : Hambatan yang dirasakan, keparahan yang dirasakan, kerentanan yang dirasakan, manfaat yang dirasakan, perilaku pencegahan COVID-19
GAMBARAN BUDAYA KESELAMATAN PASIEN PADA PERAWAT DI RUMAH SAKIT X. BEKASI TAHUN 2022 Adella Dwi Ayu Ningsih; Ira Marti Ayu; Putri Handayani; Devi Angeliana Kusumaningtiar; Ahmad Irfandi
MOTORIK Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 18 No 2 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/motorik.v18i2.933

Abstract

The implementation of a culture of patient safety is crucial in hospitals so that patients do not experience unwanted or unexpected hazards during hospitalization. Hospital X. Bekasi has a quality unit, but incident reporting at Hospital X. Bekasi is not going well. This illustrates the implementation of a patient safety culture that is not running well. This study aims to look at the culture of patient safety among nurses in RSX. The year 2022 is seen in the 12 dimensions of the culture of patient safety, according to the Association for Health Care and Research Quality (AHRQ). This research uses a cross-sectional design. The population in this study is the nurse who directly serves the patient. A large sample in this study of 90 nurses was taken with total sampling techniques. The instrument used in this study is the Hospital Survey on Patient Safety Culture (HSOPSC), which has 12 dimensions. The results showed average positive responses from 12 dimensions of patient safety culture (62.5%), Higher Expectations and Action in Promoting Patient Safety (53.3%), Learning for Organizational Continuous Improvement (64.8%), Unit Collaboration (57.5%), Open Communication (61.1), Feedback and Communication on Errors (63.2%), Non-Positive Response (79.6%), Staffing (69.4%), Management Support Dimension for Patient Security (92.2%), Inter-Units Cooperation (64.4%), Overall Perception of Patients Safety (50.2%), Incident Reporting Frequency (50.7%) and Incident Reports Frequencies (50.7%). Hospital X. Bekasi is expected to continue and maintain patient safety programs, evaluate the number of existing staff, improve incident reporting motivation, and conduct comprehensive and periodic patient safety culture measurements.