Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI USIA 0-6 BULAN DI WILAYAH KELURAHAN PAKOJAN II JAKARTA BARAT TAHUN 2020 Pratiwi, Rizki; Febriyanty, Deasy; Heryana, Ade; Mustikawati, Intan Silviana
Health Publica Vol 2, No 01 (2021): Health Publica Jurnal kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/hp.v2i01.4100

Abstract

Berdasarkan data Target Rencana Strategis Kementerian Kesehatan (Renstra) tahun 2018 Secara Nasional, cakupan bayi yang mendapatkan ASI Eksklusif tahun 2018 dengan presentasi yaitu; sebesar (68,74%). Berdasarkan data cakupan ASI Eksklusif di Wilayah kelurahan Pakojan II Jakarta Barat Tahun 2020 sebesar (41,17%) masih jauh dibawah cakupan target nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Pemberian ASI Eksklusif Pada Bayi Usia 0-6 Bulan Di Wilayah Kelurahan Pakojan II Jakarta Barat Tahun 2020. Penelitian ini menggunakan desain Cross Sectional dengan besar sampel 85 ibu yang memiliki bayi usia 7-12 bulan, teknik pengambilan sampel menggunakan metode Total Sampling dianalisis dengan uji chi-Square. Penelitian ini dilakukan bulan Juli–September tahun 2020. Hasil univariat yaitu proporsi tertinggi pada ibu yang memberikan ASI Eksklusif (55,3%), pengetahuan baik (64,7%), usia baik (72,9%), pendidikan rendah (56,5%), tidak bekerja (71,8%), sikap baik (58,8%), paritas baik (65,9%), terpapar informasi susu formula (62,4%), tidak terpapar informasi susu formula (50,6%), keluarga mendukung (52,9%). Terdapat hubungan antara pengetahuan ibu (PR = 2,270, 95% CI: 1,577-3,268), usia (PR = 1,829, 95% CI: 1,312-2,550), pendidikan (PR = 2,248, 95% CI: 1,369-3,692), pekerjaan (PR = 1,883, 95% CI: 1,349-2,628), sikap (PR = 2,521, 95% CI: 1,674-3,769), paritas (PR = 1,851, 95% CI: 1,298-2,639), keterpaparan informasi ASI Eksklusif (PR = 2,236, 95% CI: 1,534-3,258 ), keterpaparaninformasi susu formula (PR = 2,184, 95% CI: 1,404-3,398), keluarga mendukung (PR = 1,985,95% CI: 1,310-3,008) dengan perilaku pemberian ASI Eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan di Wilayah Kelurahan Pakojan II Jakarta Barat. Diharapkan dapat menambahkan materi dan melakukan tanya jawab setelah penyuluhan
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU SAFETY RIDING PADA KOMUNITAS OJEK ONLINE DI KOTA BEKASI TAHUN 2020 Nusa, Shanon Trivena; Febriyanty, Deasy; Rahmah Rusdy, Mirta Dwi
Health Publica Vol 2, No 02 (2021): Health Publica Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/hp.v2i02.4175

Abstract

Perilaku safety riding atau dikenal dengan keselamatan berkendara merupakan kegiatan untuk menciptakan keamanan dan keselamatan selama berkendara bagi diri sendiri dan orang lain sehingga dapat mengurangi tingkat bahaya saat berlalu lintas. Berdasarkan hasil survei pendahuluan mengenai perilaku safety riding pada anggota komunitas ojek online Bekasi didapati bahwa dari 10 responden dari 16 responen berperilaku unsafety saat berkendara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku safety riding pada komunitas ojek online di Kota Bekasi tahun 2020. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Metode pengambilan sample menggunakan purposive sampling  dengan jumlah sampel yang diperlukan sebanyak 75 responden. Data dianalisis dengan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil analisis univariat menunjukkan proporsi tertinggi perilaku tidak aman sebesar 53,3%, usia tua sebesar 52%, pengetahuan baik sebesar 65,3%, sikap positif sebesar 53,3%, dan penggunaan APD yang tidak lengkap sebesar 66,7%.Hasil bivariat menunjukkan tidak ada hubungan antara usia (PR = 1,19; 95% CI = 0,78-1,83), pengetahuan (PR = 1,01; 95% CI = 0,65-1,58), kelengkapan penggunaan APD (PR = 1,03; 95% CI = 0,65-1,63) dengan perilaku safety riding, tetapi ada hubungan antara sikap (PR = 2,12; 95% CI = 1,33-3,37)dengan perilaku safety riding pada komunitas ojek online di Kota Bekasi tahun 2020. Dengan banyak yang melakukan perilaku tidak aman saat berkendara maka diharapkan perusahaan ojek online dapat melakukan safety talk dengan mengirimkan pesan otomatis ke akun pengendara ojek online, melakukan monitoring dan evaluasi 3 bulan sekali, dan menyediakan sarung tangan dan pelindung mata.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Merokok Pengunjung di Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Rumah Sakit X Briandanu Bintoro; Ira Marti Ayu; Cri Sajjana Prajna Wekadigunawan; Deasy Febriyanty
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 14 No 2 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 2, Mei 2022
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v14i2.327

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Konsumsi rokok masih menjadi masalah baik di dunia maupun di Indonesia. Indonesia merupakan peringkat tertinggi di ASEAN. Salah satu perlindungan terhadap ancaman bahaya rokok yaitu dengan diterapkannya Kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) termasuk di fasilitas kesehatan. Studi pendahuluan menemukan bahwa pengunjung yang merokok sebanyak 43,3% di Rumah Sakit (RS) X, padahal RS X sudah menerapkan KTR. Selain itu, setiap harinya ditemukan banyak puntung rokok yang berserakan di jalan dan terlihat juga perokok di area parkiran. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku merokok pengunjung di KTR di Rumah Sakit X Tahun 2021. Metode: Studi cross-sectional pada sebagian pengujung RS X sebanyak 67 orang dilakukan bulan November 2020-Maret 2021. Variabel yang diteliti yaitu perilaku merokok (variable dependen) dan pengetahuan, sikap, peran satgas anti rokok (variabel independen). Data dikumpulkan dengan data primer menggunakan kuesioner yang sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi Square. Hasil: Uji Chi Square menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan (PR=1,11; 95%CI=0,63-1,30), sikap (PR=1,05; 95%CI=0,79-1,39) dan peran satgas anti rokok (PR=1,03; 95%CI=0,78-1,36) dengan perilaku merokok di KTR. Kesimpulan: Dengan banyak yang melakukan perilaku merokok di KTR, maka diharapkan rumah sakit dapat mengedukasi kepada pengunjung untuk tidak merokok di KTR dan Rumah sakit melakukan program konseling berhenti merokok kepada orang yang ditemukan merokok di KTR. Selain itu, perlu dilakukan pengawasan oleh satgas anti rokok secara rutin dan berkelanjutan setiap hari. Kata Kunci: Pengetahuan, Peran satuan tugas anti rokok, Perilaku merokok, Sikap Abstract Background: Cigarette consumption is still a problem in globally and in Indonesia. Indonesia was the most significant number of smokers in ASEAN. Implementing a Non-Smoking Area (NSA), such as in the hospital area, is one of the protections against the threat of cigarettes. Preliminary studies found that 43,3% of people smoked in Hospital X, even though Hospital X has implemented NSA. In addition, there are many cigarette butts strewn on the street every day, and there are people who smoke in the hospital's parking area. The study objective is to determine factors associated with the visitor's smoking behavior in the NSA at X Hospital year 2021. Methos: A cross-sectional was performed 67 hospital X visitor in November 2020-March 2021. The smoking behavior is as dependent variable and and knowledge, attitudes, also roles of the non-smoking task force officer are as independent variable. Data used primary data using a questionnaire that has been tested for validity and reliability. Data analyzed using univariate and bivariate analysis with chi square test. Result: Bivariate results show that there are no association between knowledge (PR=1.11; 95%CI=0.63-1.30), attitude (PR=1.05; 95%CI=0.79-1.39), and role of non-smoking task force (PR=1.03; 95%CI=0.78-1.36) with smoking behaviour in NSA. Conclusion: It is expected that hospitals can educate visitors to behave such as do not smoke in NSA and Hospital X have smoking cessation counseling programs for people who found to smoke in NSA well. Moreover, it is necessary to supervise the non-smoking task force regularly and continuously every day. Keywords: Attitude, Knowledge, Role of non-smoking task force officer, Smoking behaviour
Determinants of Leprosy Incidence in The Work Area of The Kebon Jeruk Health Center in 2019 Rizky Aliyani Putri; Deasy Febriyanty
Muhammadiyah International Public Health and Medicine Proceeding Vol. 1 No. 1 (2021): PROCEEDING MUHAMMADIYAH INTERNATIONAL PUBLIC HEALTH AND MEDICINE CONFERENCE - F
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.165 KB) | DOI: 10.53947/miphmp.v1i1.147

Abstract

Leprosy or leprosy is an infectious disease caused by infection with the bacterium Mycobacterium leprae (M. leprae) which attacks various parts of the body including nerves and skin. Based on data obtained from the Kebon Jeruk Health Center, leprosy cases were still found, namely from 2016 5 cases, then there was a very significant increase in 2017 to 16 cases, in 2018 to 14 cases, and 2019 until April 7 cases were found. This study aims to determine the factors related to the incidence of leprosy in the working area of ​​the Kebon Jeruk Public Health Center in 2019. This study used a case-control design with a sample size of 90 respondents. Sampling in this study used a simple random sampling technique for the case group and purposive sampling for the control group and analyzed with the chi-square test which was conducted from December 2019 to January 2020. In the results of this study, there were 30 respondents (33.3%) who suffered from leprosy. There is a significant relationship between age (ρ = 000), personal hygiene (ρ = 0.000) with the incidence of leprosy. It is recommended that respondents maintain personal hygiene and improve a clean and healthy lifestyle (PHBS).
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Kepatuhan Petugas Non Medis Terhadap Protokol Kesehatan 3M di Rumah Sakit XYZ Jakarta Barat Tahun 2021 Freddy Ginanjar Syafaat; Deasy Febriyanty; Dwi Nurmawaty; CSP Wekadigunawan
Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JKMM) Vol.4 No.1 Juli (2022) : Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JKMM)
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jkmm.v4i1.7258

Abstract

Latar Belakang & Tujuan: Upaya preventif dalam protokol kesehatan yang diterapkan masyarakat dalam memutuskan mata rantai Covid-19 pada masa Kembali normal yaitu dengan membiasakan diri memakai masker, mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, menjaga jarak (social distancing), menjauhi keramaian dan menghindari berpergian ke luar daerah. Peningkatan jumlah penderita secara signifikan ini dikaitkan dengan perilaku ketidakpatuhan atau ketidak disiplinan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik perilaku kepatuhan petugas non medis dengan protokol Kesehatan 3M di Rumah Sakit XYZ Tahun 2021. Metode: Adapun dalam penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Metode dalam pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 87 responden. Data analisis pada penelitian ini yaitu analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji chi square. Hasil: Hasil penelitian didapatkan karakteristik jenis kelamin p-value = 0,909 >α 0,05 & PR 0,922, usia p-value = 0,277 >α 0,05 & PR 2,135, tingkat pendidikan p-value = 1,000 >α 0,05 & PR 0,970, sikap p-value = 0,123 >α 0,05 & PR 1,521, motivasi p-value = 0,113 >α 0,05 & PR 1,540, dukungan komite PPI p-value = 0,471 >α 0,05 & PR 1,250, Kesimpulan: Tidak ada hubungan yang signifikan secara statistik antara jenis kelaim, usia,tingkat pendidikan, sikap, motivasi dan dukungan komite PPI dengan perilaku kepatuhan terhadap protokol kesehatan 3M.
PERILAKU PENCEGAHAN COVID-19 PADA MASYARAKAT DI PERUMAHAN X, KABUPATEN TANGERANG Novita, Olga; Ayu, Ira Marti; Heryana, Ade; Febriyanty, Deasy
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 18, No 1 (2023): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v18i1.3278

Abstract

Penularan COVID-19 masih ditemukan di masyarakat. Hal ini berkaitan dengan masih kurangnya perilaku pencegahan. Data dari Ketua Rukun Tetangga (RT) menunjukkan sejak awal pandemi hingga Juli 2021 terdapat 15 kasus COVID-19 yang terjadi pada masyarakat di perumahan ini. Studi pendahuluan yang telah menunjukkan bahwa sebanyak 13 warga dari 25 warga (52%) memiliki perilaku pencegahan COVID-19 yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan COVID-19 di Perumahan X, Kabupaten Tangerang. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan sampel sebanyak 70 warga. Teknik pengambilan sampel ialah purposive sampling dengan analisis data univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil univariat menunjukkan proporsi tertinggi yaitu perilaku pencegahan baik (52,9%), kerentanan yang dirasakan berupa persepsi rentan (57,1%)., keparahan yang dirasakan berupa persepsi parah (65,7%), manfaat yang dirasakan berupa persepsi bermanfaat (80%), hambatan yang dirasakan berupa persepsi hambatan kurang baik (65,7%). Hasil bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan antara kerentanan yang dirasakan (PR=1,41, CI 95%=0,86-2,31), keparahan yang dirasakan (PR=1,24, CI 95%= 0,76-2,04), manfaat yang dirasakan (PR=1,50, CI 95%=0,91-2,45), dan hambatan yang dirasakan (PR=1,20, CI 95%=0,68-2,09) dengan perilaku pencegahan COVID-19. Sebaiknya masyarakat setempat tetap menerapkan protokol kesehatan dan sebisa mungkin tidak menghabiskan waktu terlalu lama di ruang publik. 
PERILAKU PENCEGAHAN COVID-19 PADA MASYARAKAT DI PERUMAHAN X, KABUPATEN TANGERANG Olga Novita; Ira Marti Ayu; Ade Heryana; Deasy Febriyanty
Media Kesehatan Politeknik Makassar Vol 18 No 1 (2023): Media Kesehatan
Publisher : Direktorat Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v18i1.435

Abstract

Penularan COVID-19 masih ditemukan di masyarakat. Hal ini berkaitan dengan masih kurangnya perilaku pencegahan. Data dari Ketua Rukun Tetangga (RT) menunjukkan sejak awal pandemi hingga Juli 2021 terdapat 15 kasus COVID-19 yang terjadi pada masyarakat di perumahan ini. Studi pendahuluan yang telah menunjukkan bahwa sebanyak 13 warga dari 25 warga (52%) memiliki perilaku pencegahan COVID-19 yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan COVID-19 di Perumahan X, Kabupaten Tangerang. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan sampel sebanyak 70 warga. Teknik pengambilan sampel ialah purposive sampling dengan analisis data univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil univariat menunjukkan proporsi tertinggi yaitu perilaku pencegahan baik (52,9%), kerentanan yang dirasakan berupa persepsi rentan (57,1%)., keparahan yang dirasakan berupa persepsi parah (65,7%), manfaat yang dirasakan berupa persepsi bermanfaat (80%), hambatan yang dirasakan berupa persepsi hambatan kurang baik (65,7%). Hasil bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan antara kerentanan yang dirasakan (PR=1,41, CI 95%=0,86-2,31), keparahan yang dirasakan (PR=1,24, CI 95%= 0,76-2,04), manfaat yang dirasakan (PR=1,50, CI 95%=0,91-2,45), dan hambatan yang dirasakan (PR=1,20, CI 95%=0,68-2,09) dengan perilaku pencegahan COVID-19. Sebaiknya masyarakat setempat tetap menerapkan protokol kesehatan dan sebisa mungkin tidak menghabiskan waktu terlalu lama di ruang publik. Kata kunci : Hambatan yang dirasakan, keparahan yang dirasakan, kerentanan yang dirasakan, manfaat yang dirasakan, perilaku pencegahan COVID-19
Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Hipertensi Pada Pasien 45-59 Tahun Di Puskesmas Bintaro Jakarta Selatan Pada Tahun 2022 Lauren, Gita; Febriyanty, Deasy; Wahidin, Mugi; Heryana, Ade
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 11, No 3 (2023): MEI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkm.v11i3.35795

Abstract

Hypertension is a degenerative disease with a fairly high mortality. Someone who enters the age of 45 years and over will have a higher risk of the incidence of hypertension. Puskesmas Bintaro is a sub-district health center which based on data from the PTM annual report has increased the incidence of hypertension in patients aged 45-59 years from 2019 to 2021. The purpose of this study was to determine the factors associated with the incidence of hypertension in patients aged 45-59 years at the Puskesmas Bintaro, South Jakarta in 2022. The study used a quantitative approach with a Cross Sectional Study design. The independent variables were gender, family history of hypertension, smoking, obesity and sleep quality and the dependent variable was the incidence of hypertension. The data used is primary data in the form of interviews for obesity factors, smoking factors and sleep quality factors. Secondary data is medical record data for hypertension and gender. The sample size in this study was 106 with Quota Sampling collection techniques. The results of this study show that there is a relationship between a family history of hypertension, obesity and sleep quality with the incidence of hypertension at the age of 45-59 years, and shows that there is no relationship between smoking and gender with the incidence of hypertension at the age of 45-59 years. Puskesmas Bintaro also provides counseling about hypertension not only to patients but also to the patient's family. Obesity factor, the Bintaro Health Center can add activities by directly directing patients who are known to be obese to consult the Nutrition Officer at the Puskesmas Bintaro. Sleep Quality Factors Puskesmas Bintaro can add patient sleep quality points to be additional points in patient screening. At this point of sleep quality screening can be done with a short interview.
PERAN KARANG TARUNA DALAM MENDUKUNG KESEHATAN MENTAL ANAK USIA DINI DI ERA DIGITAL Lestari, Rini Trisno; Febriyanty, Deasy; Meutia, Wita; Jiwa Osly, Prima
Jurnal JANATA Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Janata
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/janata.v4i2.8107

Abstract

Kesehatan mental anak usia dini di era digital berdampak terhadap perkembangan dan kesehatan mental anak. Hal ini menjadi salah satu fokus kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang dilakukan kepada Mitra Karang Taruna Desa Sukagalih dalam peningkatan kesehatan anak. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah dengan memberikan penyuluhan dan pembentukan komunitas kesehatan mental. Pembentukan komunitas kesehatan mental terbentuk dengan penyusunan struktur organisasi baru, dimana komunitas ini masuk di dalam struktur organisasi Karang Taruna Desa Sukagalih yang langsung dibina oleh Kepada Desa. Sedangkan untuk kegiatan penyuluhan yaitu dengan mendatangkan narasumber yang ahli dibidangnya. Penyuluhan merupakan salah satu faktor yang penting dalam penyampaian informasi kepada Mitra. Kegiatan penyuluhan ini dihadiri 83% peserta laki-laki dengan tingkat pendidikan 67% merupakan tamatan SMA dengan usia rata-rata 33 tahun dan sudah memiliki anak dengan rentan usia yang bervariasi. Presentasi kehadiran laki-laki/ayah cukup tinggi hal ini menunjukkan bahwa peran ayah cukup aktif dalam ikut serta terhadap mental anak dilingkungan keluarga maupun di lingkungan Desa Sukagalih. Kegiatan penyuluhan ini juga dilakukan pretest dan postest dimana dari hasil kemampuan mitra dalam memahami materi mengalami peningkatan sebesar 15%, hal ini menujukkan bahwa mitra mampu dalam mengembangkan komunitas mental anak di lingkungan Desa Sukagalih.kesehatan mental, digital, karang taruna
MITIGASI BAHAYA PSIKOSOSIAL PADA PESERTA DIDIK KELAS X DI SMA NEGERI 23 KABUPATEN TANGERANG Utami, Desyawati; Febriyanty, Deasy; Ajengnintyas, Noor Raishya; Anjani, Najwa Azalia; Ananthya, Chaerunisa; Utomo, Agustian Madika Catur; Ramadhan, Alfiyan; Melia, Zeni
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 3 No. 2 (2025): April
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v3i2.2082

Abstract

Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan peserta didik mengenai mitigasi bahaya psikososial dan pentingnya menjaga kesehatan mental. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 12 Januari 2024 di SMA Negeri 23 Kabupaten Tangerang, melibatkan enam mahasiswa Esa Unggul dalam praktik mata kuliah Komunikasi Kesehatan. Rangkaian kegiatan meliputi pembukaan, pre-test, penyuluhan, diskusi interaktif melalui permainan edukatif “Tell Me What Your Hidden Fear” dan “R U Panic?”, pemilihan Duta Sehat Mental, serta post-test. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 3,02%. Permainan dan diskusi berhasil mengungkap tantangan psikososial yang dihadapi peserta didik, serta solusi yang mereka inisiasi secara mandiri. Kegiatan ini menunjukkan efektivitas metode penyuluhan berbasis partisipatif dan permainan dalam meningkatkan kesadaran remaja terhadap pentingnya kesehatan mental, sejalan dengan pendekatan safe community dari WHO.   Kata Kunci: Kesehatan Mental, Bahaya Psikososial, Remaja, Safe Community, Penyuluhan, Permainan Edukatif