Zummi Asma Diana
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Strategi Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan Pantai Glagah Wangi Desa Tambak Bulusan Risti Lia Sari; Zummi Asma Diana; Sarah Maulina
AKSES: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 17, No 2 (2022): AKSES: JURNAL EKONOMI DAN BISNIS
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/akses.v17i2.7464

Abstract

Ditengah persaingan bisnis pariwisata saat ini harus diperhatikan dalam mempertahankan ataupun mengembangkan pariwisata tersebut agarĀ  dapat menjadi pariwisata yang berkelanjutan, Maka dari itu penulis meneliti bagaimana stategi pengembangan pariwisata berkelanjutan di Pantai GlagahWangi Desa Tambak Bulusan Kecamatan Karang Tengah Kabupaten Demak,dengan menggunakan Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif, yaitu menganalisis, menggambarkan, dan meringkas berbagai kondisi, situasi dari berbagai data yang dikumpulkan berupa hasil wawancara atau pengamatan mengenai masalahyang diteliti dan terjadi di lapangan. Adapun tahapan dalam analisis data deskriptif kualitatif sebagai berikut: Pengumpulan data dalam penelitian ini diperoleh baik melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi serta sumber bukti untuk meluruskan informasi, Penyajian data disusun berdasarkan pokokpokok data yang telah disajikan. Sajian data dalam penelitian ini selain dalam bentuk deskripsi, juga meliputi gambar atau skema, kegiatan serta tabel, Uji keabsahan data yang dilakukan peneliti dengan membandingkan data hasil pengamatan dengan wawancara dan membandingkannya dengan data observasi dan dokumentasi. Adapun hasil yang didapatkan peneliti agar Pantai Glagah Wangi itu menjadi Pariwisata yang dapat berkelanjutan antara lain adalah strategi adanya potensi Pantai Glagah Wangi, Peran Pemerintah untuk mendukung Pantai Glagah Wangi, partisipasi masyarakat untuk mendukung Pantai Glagah Wangi dan Persepsi wisatawan untuk mendukung Pantai Glagah Wangi di Desa Tambakbulusan Kecamatan Karang Tengah Kabupaten Demak
Pesantren Sebagai Pusat Ekonomi Kreatif (Studi Kasus Usaha Pondok Pesantren Bunyanun Marshush Bulumanis Margoyoso Pati) Zummi Asma Diana; Ahmad Nurul Huda
Laporan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat LAPORAN PENELITIAN
Publisher : Laporan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pesantren sebagai pusat ekonomi kreatif melalui studi kasus di Pondok Pesantren Bunyanun Marshush, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tidak hanya berfungsi sebagai pusat pembinaan keagamaan, tetapi juga berkembang sebagai institusi pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas. Pengembangan Badan Usaha Milik Pesantren (BUMP) melalui unit usaha Bunma Mart dan Bunma Laundry menjadi bentuk konkret kemandirian ekonomi sekaligus media pembelajaran kewirausahaan bagi santri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dokumentasi, dan Focus Group Discussion (FGD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep ekonomi kreatif di pesantren diwujudkan melalui pengelolaan usaha yang profesional, penerapan sistem retail modern, penggunaan sistem pembayaran cashless, serta integrasi pendidikan dan praktik bisnis. Keberadaan BUMP memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan santri melalui kemudahan akses kebutuhan harian, peningkatan kedisiplinan, dan pembentukan jiwa kewirausahaan. Selain itu, usaha pesantren turut meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar dan memperkuat kemandirian finansial lembaga. Keberhasilan usaha dipengaruhi oleh kepemimpinan visioner, manajemen profesional, kompetensi SDM, dukungan masyarakat, inovasi, serta landasan nilai spiritual. Meskipun menghadapi tantangan seperti keterbatasan modal, persaingan pasar, dan adaptasi teknologi, pesantren memiliki peluang besar dalam penguatan ekonomi syariah, digitalisasi pemasaran, pengembangan produk kreatif, serta kemitraan strategis. Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual dan praktis bagi pengembangan model ekonomi kreatif berbasis pesantren yang berkelanjutan dan bernilai edukatif. Kata kunci: pesantren, ekonomi kreatif, kemandirian ekonomi, BUMP, kewirausahaan santri.
E-Saku dan Revolusi Finansial Santri : Studi Kedisiplinan Pembayaran dan Pola Konsumsi di Pondok Pesantren Bunyanun Marshush Bulumanis Margoyoso Pati Zummi Asma Diana
SOSIO DIALEKTIKA Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : LP2M

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/sd.v10i1.13041

Abstract

Penelitian ini mengkaji persepsi santri terhadap implementasi sistem e-saku di Pondok Pesantren Bunyanun Marshus Bulumanis Margoyoso Pati dan dampaknya pada kedisiplinan pembayaran serta pola konsumsi santri. Melalui pendekatan kualitatif dengan teknik observasi dan wawancara mendalam, penelitian ini menemukan bahwa sistem e-saku yang diimplementasikan sejak tahun 2022 telah memberikan dampak positif dalam tiga aspek utama. Pertama, implementasi e-saku yang mencakup fitur akun digital santri, top-up saldo, monitoring pengeluaran, pembatasan penarikan, dan notifikasi pembayaran telah meningkatkan literasi keuangan santri dengan mendorong pemahaman tentang manajemen keuangan dasar. Kedua, sistem e-saku berkontribusi pada peningkatan kedisiplinan pembayaran melalui empat mekanisme: meningkatkan ketepatan waktu pembayaran, memperkuat transparansi dan akuntabilitas, mendorong tanggung jawab santri, serta mengurangi ketergantungan pada transaksi tunai. Ketiga, e-saku memberikan pengaruh signifikan terhadap pola konsumsi santri dengan mengurangi perilaku konsumtif yang tidak terkontrol, meningkatkan kesadaran finansial dan perencanaan konsumsi, mendorong pola konsumsi yang sehat dan produktif, serta memberikan kontrol kepada wali santri dalam memantau pengeluaran. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa digitalisasi pengelolaan keuangan di lingkungan pesantren tidak hanya meningkatkan efisiensi administratif tetapi juga berfungsi sebagai instrumen pendidikan keuangan yang efektif bagi santri.